From Our Gallery
Tunas Industrial Estate
  • Beranda
  • Proyek
    • Tunas Batam Center Industrial
    • Tunas Bitung Industrial Estate
    • Tunas Kabil Industrial Estate
    • Tunas Daan Mogot Bizpark
    • Tunas Daan Mogot Warehouse
    • Tunas Prima Industrial Estate
  • Blog
    • Berita
    • Artikel
  • Lokasi Kami
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Login
  • Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia
    • EnglishEnglish
    • 中文 (中国)中文 (中国)
Tunas Industrial Estate
  • Beranda
  • Proyek
    • Tunas Batam Center Industrial
    • Tunas Bitung Industrial Estate
    • Tunas Kabil Industrial Estate
    • Tunas Daan Mogot Bizpark
    • Tunas Daan Mogot Warehouse
    • Tunas Prima Industrial Estate
  • Blog
    • Berita
    • Artikel
  • Lokasi Kami
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Login
  • Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia
    • EnglishEnglish
    • 中文 (中国)中文 (中国)

19 Jan

By: administrator foreign investment, hilirisasi, industri nikel, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Prospek Industri Nikel Indonesia 2026

Dari Kendali Pasar ke Hilirisasi Nikel

Memasuki 2026, industri nikel Indonesia berada pada titik balik yang penting. Strategi berbasis skala dan volume yang selama ini dijalankan kini bergerak menuju pendekatan yang lebih matang—menekankan disiplin produksi, integrasi rantai nilai, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti dinamika permintaan global, tetapi semakin mengarahkan arah pasar itu sendiri. Perubahan ini didorong oleh penyesuaian kebijakan yang tegas: mengendalikan pasokan di hulu sekaligus mempercepat penguatan nilai di hilir, sehingga Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai pasok global baterai dan energi bersih.

1. Menata Ulang Pasokan: Dari Mengejar Volume ke Mengendalikan Pasar

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Pada 2026, Indonesia berencana menurunkan produksi bijih nikel mentah dari sekitar 379 juta ton pada 2025 menjadi kurang lebih 250 juta ton. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelebihan pasokan global, menjaga stabilitas harga, dan menata ulang struktur industri. Dengan porsi produksi global yang sangat dominan, bahkan penerapan kebijakan secara bertahap pun sudah cukup untuk memengaruhi pasar internasional. Di sinilah pergeseran terjadi—Indonesia bergerak dari price taker menjadi market shaper.

2. Disiplin Harga di Tengah Dinamika Pasar

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Pengendalian produksi diharapkan mampu menopang harga nikel setelah periode tekanan yang panjang. Meski demikian, tahun 2026 tetap akan diwarnai dinamika, seiring penegakan regulasi, tingkat kepatuhan pelaku usaha, serta perkembangan permintaan global. Dalam situasi seperti ini, daya saing tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar volume yang dihasilkan, melainkan oleh efisiensi biaya, kedalaman integrasi, dan posisi strategis dalam rantai nilai.

3. Hilirisasi sebagai Arah Utama

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Lebih dari sekadar mengatur pasokan, fokus utama Indonesia kini adalah menangkap nilai tambah. Kebijakan nasional terus mendorong pengembangan produk nikel bernilai tinggi untuk industri baterai, antara lain:

  • Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)
  • Nikel sulfat
  • Material prekursor katoda

Meskipun penggunaan baterai LFP semakin meluas, teknologi berbasis nikel tetap menjadi tulang punggung untuk kendaraan listrik jarak jauh dan sistem penyimpanan energi. Pertumbuhan permintaan EV hingga 2030 menjadi fondasi kuat bagi kebutuhan nikel jangka panjang. Artinya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah—Indonesia kini menjadi bagian dari ekosistem global EV, baterai, dan energi bersih.


4. Pengetatan Regulasi Mengubah Peta Persaingan

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Pengetatan persetujuan RKAB, penguatan standar lingkungan—terutama untuk fasilitas HPAL—serta peningkatan standar kepatuhan mulai mengubah struktur biaya industri. Pelaku dengan efisiensi rendah menghadapi tekanan, sementara perusahaan yang terintegrasi dan patuh regulasi justru memperoleh keunggulan yang lebih berkelanjutan. Kondisi ini membuat arus investasi semakin selektif, mengarah ke lokasi yang mampu menekan risiko regulasi sekaligus menjaga efisiensi ekspor.

5. Batam sebagai Pusat Hilirisasi

Seiring semakin terkendalinya pasokan di hulu, fleksibilitas dan efisiensi di sisi hilir menjadi kunci. Dalam konteks ini, Batam muncul sebagai simpul strategis hilirisasi, tempat pengolahan, manufaktur komponen, dan aktivitas ekspor saling terhubung. Keunggulan Batam antara lain:

  • Status Free Trade Zone (FTZ) dengan bea masuk 0%
  • Kedekatan dengan ekosistem logistik, keuangan, dan sertifikasi Singapura
  • Infrastruktur berorientasi ekspor dengan proses regulasi yang relatif efisien

Posisi ini diperkuat oleh keberadaan manufaktur berorientasi ekspor di sektor elektronik, energi, presisi, dan jasa industri—menunjukkan kesiapan Batam untuk menopang industri hilir bernilai tinggi.

6. Tunas Prima: Dari Strategi ke Kesiapan Industri

Di dalam ekosistem Batam, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) berperan sebagai platform yang menerjemahkan arah kebijakan nasional ke dalam kesiapan industri yang nyata.

Tunas Prima dirancang untuk mendukung manufaktur berteknologi tinggi dan industri energi melalui:

  • Kawasan industri yang terencana dengan ketersediaan lahan yang dapat dikembangkan secara bertahap
  • Infrastruktur yang mendukung operasional berstandar tinggi dan berorientasi ekspor
  • Penerapan prinsip green industry dan keberlanjutan

Dengan keberadaan manufaktur internasional yang telah beroperasi—termasuk fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) pertama di Indonesia—Tunas Prima menunjukkan kesiapan operasional sebagai ekosistem industri yang mampu menampung dan mengembangkan industri hilir, termasuk investasi terkait nikel.

Penutup

Memasuki 2026, arah industri nikel Indonesia tidak lagi diukur dari besarnya produksi, melainkan dari kemampuan menyelesaikan nilai di hilir. Seiring pasokan hulu yang semakin terkelola, keunggulan kini ditentukan oleh kualitas eksekusi dan kedalaman integrasi industri. Batam menjadi simpul nilai berorientasi ekspor, dan Tunas Prima menghadirkan kesiapan industri untuk menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan rantai pasok global.

08 Des

By: administrator foreign investment, green energy, industri indonesia, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, southeast asia summit, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025

Shanghai — 6 Desember 2025. Tunas Industrial kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekspansi industri global dengan berpartisipasi pada Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025, yang berlangsung pada 5–6 Desember di Primus Hotel Shanghai Hongqiao. Acara yang diselenggarakan oleh Shan Hai Map ini dihadiri lebih dari 4.500 perusahaan yang tengah mengeksplorasi ekspansi ke destinasi manufaktur dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Momentum Kuat Indonesia dalam Pergeseran Rantai Pasok Global

Summit ini menyoroti perubahan besar dalam rantai pasok global yang semakin mengarahkan investasi ke Asia Tenggara dan Afrika Utara sebagai pusat manufaktur baru. Indonesia tampil menonjol berkat stabilitas ekonomi, ketersediaan tenaga kerja kompetitif, ekosistem industri yang berkembang, serta infrastruktur yang terus meningkat.

Para pakar juga menyoroti sektor-sektor yang tengah tumbuh pesat—mulai dari energi hijau dan baterai, komponen kendaraan listrik, perangkat medis, pusat data, elektronik pintar, hingga industri kimia. Seluruh sektor ini memiliki keselarasan kuat dengan kapabilitas industri Tiongkok dan membuka peluang kolaborasi yang luas.

Analisis pemilihan lokasi investasi menunjukkan Indonesia, khususnya Batam, sebagai pilihan utama bagi perusahaan yang mencari basis operasi yang efisien, mudah dikembangkan, dan strategis. Kedekatan geografis dengan Singapura serta dukungan pemerintah menjadi nilai tambah besar bagi perusahaan Tiongkok yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara.

Diskusi forum juga menegaskan percepatan Indonesia menuju manufaktur bernilai tambah tinggi, terutama di ekosistem EV, energi terbarukan, elektronik, perangkat medis, dan infrastruktur digital. Kejelasan regulasi, peningkatan konektivitas industri, dan peluang infrastruktur berbasis KPBU semakin memperkuat optimisme investor terhadap Indonesia.

Dengan pertumbuhan ekonomi digital dan ritel yang terus meningkat, Indonesia semakin diakui sebagai salah satu pasar paling dinamis dan siap tumbuh di Asia.

Tunas Prima — Gerbang Strategis Investor Tiongkok

Sepanjang acara, Tunas Industrial membuka booth pameran yang memberikan wawasan langsung mengenai potensi pasar Batam dan peluang ekspansi ke Indonesia. Tim mempresentasikan Tunas Prima Industrial Estate, yang mengedepankan ekosistem industri hijau terintegrasi, fasilitas yang dapat dikembangkan secara fleksibel, serta infrastruktur modern untuk mendukung investasi asing.

Para pengunjung mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang posisi strategis Batam dalam Segitiga Emas Singapura–Malaysia–Batam, yang menawarkan konektivitas terbaik untuk manufaktur dan distribusi regional. Dengan insentif pemerintah serta utilitas yang andal, Tunas Prima menjadi katalis bagi manufaktur maju dan mitra tepercaya bagi perusahaan Tiongkok yang memasuki pasar Asia Tenggara.

01 Des

By: administrator energi terbarukan, green energy, industri hijau, industri indonesia, investasi di batam, sustainability Comments: Tidak ada komentar

Tren Renewable Energy Dorong Gelombang Investasi Baru di Indonesia

Transisi tahun 2025 menuju 2026 menjadi titik balik industri energi global. Dunia tengah bergerak cepat menuju masa depan rendah karbon, di mana energi terbarukan, teknologi baterai, dan kendaraan listrik menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi baru. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan kebijakan transisi energi yang semakin matang, kini muncul sebagai pemain kunci dalam peta energi hijau Asia — dan membuka peluang besar bagi investasi, terutama dari Tiongkok.

Transformasi Energi Global: Dari Krisis Iklim ke Revolusi Hijau

Tekanan krisis iklim, kebijakan net zero, dan inovasi teknologi mendorong perubahan arah pasar energi dunia. Laporan International Energy Agency (IEA) mencatat, lonjakan permintaan listrik dunia pada 2025 hampir sepenuhnya dipenuhi oleh energi rendah emisi, sehingga mencegah tambahan sekitar 2,6 miliar ton CO₂ per tahun. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan energi bersih, digitalisasi, dan regulasi hijau kini berada di garis depan kompetisi industri global.

Potensi Indonesia Menuju Ekonomi Hijau Bernilai Rp 8.824 Triliun

Indonesia memiliki visi besar menuju Net Zero Emission 2060, dengan strategi nasional yang tercantum dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN 2024). Dari total proyeksi 444 GW kapasitas pembangkit pada 2060, sebesar 73,6% atau 326 GW ditargetkan berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT). Potensi ini ditopang oleh kekayaan sumber daya:

  • Matahari: potensi PLTS hingga 266 GW
  • Angin: potensi PLTB hingga 73,5 GW
  • Penyimpanan energi & baterai: 58 GW kapasitas energi cadangan
  • Geotermal: terbesar kedua di dunia
  • Bioetanol & hidrogen hijau: mendukung sektor industri dan transportasi

Dengan nilai ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp8.824 triliun pada 2060, Indonesia menjadi ladang investasi strategis untuk sektor energi bersih dan manufaktur berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah Lewat Regulasi Ramah Investasi

Pemerintah memperkuat komitmen EBT melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah-langkah ini menegaskan arah Indonesia sebagai pusat manufaktur hijau Asia Tenggara:

  • Feed-in Tariff untuk memastikan harga listrik terbarukan tetap kompetitif.
  • Skema Power Wheeling yang memungkinkan penjualan listrik hijau antar pihak.
  • Insentif fiskal & tax holiday bagi manufaktur energi terbarukan dan EV
  • Subsidi EV, pembebasan pajak, serta dukungan pembangunan pabrik baterai, charging station, hingga industri daur ulang baterai.
  • Dukungan perizinan cepat melalui sistem OSS RBA

Batam Sebagai Hub Strategis Industri Hijau Indonesia

Dalam konteks regional, Batam menempati posisi strategis di jalur perdagangan global, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, sebagai gerbang pasar ASEAN. Kota industri terdepan Indonesia ini tengah berkembang menjadi green industrial hub dengan dukungan infrastruktur handal dan kebijakan fiskal kompetitif.

Sebagai salah satu kawasan industri unggulan di Batam, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) hadir sebagai mitra pilihan bagi investor yang ingin berekspansi ke bisnis renewable energy dan green manufacturing.

Keunggulan Tunas Prima Industrial Estate

  • Infrastruktur handal bersertifikasi Greenmark
  • Sistem pengelolaan air & limbah industri terintegrasi berbasis ESG
  • Akses dekat dan mudah ke bandara internasional, ferry terminal rute Batam-Singapore-Malaysia, dan pelabuhan barang/kargo
  • Ketersediaan lahan industri dilengkapi fasilitas dan utilitas modern

Peluang Kolaborasi Indonesia–Tiongkok: Industri Energi Hijau Terintegrasi

Sebagai pemimpin global dalam teknologi baterai dan kendaraan listrik, Tiongkok memiliki peluang strategis untuk memperluas jaringan produksinya di Indonesia—pasar dengan potensi energi terbarukan yang besar dan komitmen kuat terhadap transisi hijau. Melalui kolaborasi investasi dan transfer teknologi, kedua negara dapat membangun rantai pasok regional yang terintegrasi, mencakup produksi baterai lithium, manufaktur EV, hingga sistem penyimpanan energi pintar.

Di tengah arus transisi energi nasional, Tunas Prima Industrial Estate menawarkan pintu masuk ideal bagi investor Tiongkok untuk menjangkau pasar ASEAN lewat pengembangan industri rendah karbon berbasis ESG, menggabungkan keberlanjutan dengan profitabilitas.

29 Nov

By: administrator green energy, industri hijau, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, news, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Kunjungan Peserta TKMPN 2025 ke Kawasan Industri Tunas Prima

Batam, 28 November 2025 – Kawasan Industri Tunas Prima hari ini menerima kunjungan resmi peserta Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX 2025, sebuah rangkaian dari ajang tahunan nasional yang menjadi wadah bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia dalam memamerkan inovasi, peningkatan mutu, dan produktivitas.

TKMPN, yang telah berlangsung sejak 24–28 November 2025 di Batam, kembali mempercayakan kota ini sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya. Tahun ini, acara hadir dengan tema “Membangun Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi yang Produktif dan Berkelanjutan.” Peserta berasal dari berbagai sektor—mulai dari perusahaan multinasional, BUMN, swasta, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, layanan kesehatan, hingga organisasi nirlaba.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan industri, Kawasan Industri Tunas Prima dipilih sebagai salah satu destinasi strategis bagi peserta TKMPN untuk melihat langsung perkembangan ekosistem industri Kota Batam dan potensi kawasan ini dalam mendukung agenda nasional peningkatan produktivitas. Serta inovasi dalam penerapan konsep sustainability dalam pengembangan kawasan industri. Total 28 peserta menghadiri sesi diskusi dan presentasi on-site.

Inovasi & Tata Kelola Kawasan Industri Tunas Prima

Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Industrial, memaparkan berbagai inisiatif strategis kawasan serta menjawab sejumlah pertanyaan terkait operasional, sustainability, dan kesiapan Tunas Prima menghadapi tantangan industri masa depan.

1. Pengelolaan Sampah

Peserta menyoroti isu pengelolaan sampah di Batam, mengingat produksi sampah kota telah mencapai 1.300 ton per hari (DLH Batam, 2023), sementara kapasitas TPA diproyeksikan hanya cukup hingga 2030. Untuk menjawab tantangan tersebut:

  • Tunas Prima menjadi kawasan industri di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat.
  • Program ini dibangun atas empat pilar: Inovasi teknologi, pemilahan dari sumbernya, sistem terpusat, dan konversi sampah menjadi nilai tambah.
  • Pengelolaan limbah mengikuti pendekatan organik–anorganik–ekonomis, dimana 50% limbah didaur ulang dengan Materials Recovery Facility (MRF).

Inisiatif ini sejalan dengan grand design Pemerintah Kota Batam dalam pengelolaan sampah yang lebih ketat, modern, dan berkelanjutan.

2. Manajemen Air 

Untuk menjaga keberlanjutan pasokan air:

  • Tunas Prima bekerja sama dengan SPAM Batam sebagai penyedia utama air bersih.
  • Penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle dilakukan melalui:
    • Penggunaan sanitary berstandar WELS 3 ticks
    • Pembangunan Rainwater Harvesting Pond sebagai sumber air alternatif
    • Pengelolaan air limbah melalui Wastewater Treatment Plant (WWTP) sebelum dilepas kembali ke lingkungan

3. Implementasi ISO

Tunas Prima saat ini berada dalam tahap audit implementasi ISO 9001 sebagai komitmen peningkatan mutu operasional kawasan.

4. Mobilitas & Transportasi Internal

Tunas Prima dirancang sebagai kawasan ramah pejalan kaki dengan jalur aman dan nyaman dalam radius 1 km dari main entrance menuju kantor atau warehouse di dalam kawasan. Ke depannya, pick-up point untuk taksi dan ojek online akan tersedia di halte depan kawasan. Pembatasan kendaraan diterapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

5. Inovasi & Green Infrastructure

Tunas Prima menjadi kawasan industri hijau pertama di Batam yang memperoleh Green Mark Provisional Certificate from BCA International, yang mendukung visi kawasan industri bebas karbon melalui:

  • IoT-based Command Center untuk monitoring lingkungan
  • Interconnected walkway & fasilitas sepeda
  • Penggunaan tanaman drought-resistant
  • Efisiensi energi dan pemanfaatan sumber daya
  • Desain lanskap ramah lingkungan dan area ekspansi masa depan

Selain itu, keunggulan strategis Batam di Golden Triangle Singapura–Malaysia memperkuat posisi Tunas Prima sebagai hub industri global dan destinasi unggulan untuk supply chain modern.

Penutup

Kunjungan peserta TKMPN 2025 ini menegaskan peran Kawasan Industri Tunas Prima sebagai salah satu kawasan industri yang progresif, adaptif, dan berkomitmen pada inovasi berkelanjutan. Melalui tata kelola modern dan infrastruktur hijau, Tunas Prima terus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas dan produktivitas untuk mendorong daya saing Indonesia.

27 Okt

By: administrator kawasan industri tunas prima, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Tunas Prima Industrial Sustainable Waste Management

Mengubah Sampah Menjadi Nilai: Pendekatan Terpadu Tunas Prima dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Tantangan Sampah yang Mendesak

Krisis sampah menjadi isu global yang kian mengkhawatirkan. PBB memperkirakan tanpa aksi cepat, volume sampah plastik dapat nyaris tiga kali lipat pada 2060, berdampak pada iklim, ekosistem, hingga kesehatan manusia (UNEP, 2023). Di Indonesia, kondisi ini terlihat jelas. Dengan produksi 69,9 juta ton sampah per tahun, hanya sekitar 10% yang terkelola dengan baik, sementara sebagian besar masih mencemari sungai dan laut (Ecoton, 2023).


Permasalahan Sampah di Batam

Sebagai kawasan industri yang berkembang pesat, Batam menghasilkan 1.200–1.300 ton sampah setiap hari (DLH Batam, 2023). TPA Telaga Punggur semakin mendekati kapasitas maksimum dan diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga 2030 (KLHK, 2021). Pembatasan pembuangan sampah industri pun diberlakukan, menandakan perlunya solusi yang lebih kuat dari sektor swasta untuk menjaga Batam tetap bersih, kompetitif, dan layak huni.


Komitmen Tunas Group

Melalui Tunas Prima Industrial Estate, Tunas Group mengambil langkah proaktif membangun sistem pengelolaan sampah terpusat yang bertujuan mengurangi beban TPA, meningkatkan daur ulang, dan mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai. Program ini menerapkan empat pilar utama:

Inovasi Teknologi Pengelolaan Sampah

Evaluasi dan penerapan teknologi modern seperti: Daur ulang lanjutan, Waste-to-energy, Konversi termal (pyrolysis). Semua dipilih berdasarkan efisiensi, dampak lingkungan, dan kesesuaian dengan kawasan industri Batam.

Pemilahan dari Sumbernya

Seluruh karyawan dan tenant menerapkan pemilahan: Organik, Anorganik, Daur ulang, Limbah B3. Kebiasaan ini meningkatkan efektivitas proses lanjutan dan membangun budaya tanggung jawab lingkungan.

Sistem Terpusat untuk Kontrol Maksimal

Sampah dari seluruh area industri dikumpulkan ke dalam sistem terintegrasi, untuk memastikan:

  • Standar lingkungan yang seragam

  • Pemantauan dan penelusuran yang jelas

  • Pencegahan pembuangan ilegal atau bocor ke lingkungan

Ini mendukung peningkatan infrastruktur persampahan Batam secara menyeluruh.

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Tambah

Melalui pendekatan ekonomi sirkular:

  • Sampah plastik dan biomassa dikonversi menjadi energi atau biochar

  • Residu sulit daur ulang dimanfaatkan untuk material konstruksi dan industri

Hasilnya: emisi berkurang, ketergantungan pada TPA menurun, dan nilai ekonomi baru tercipta.

Selaras dengan Regulasi Nasional

Program ini sepenuhnya mematuhi regulasi pemerintah, termasuk:

  • UU No. 18/2008 (Pengelolaan Sampah)

  • PP No. 101/2014 (Pengelolaan Limbah B3)

  • Permen LHK No. 75/2019 (Pengurangan Sampah oleh Produsen)

Tunas Prima menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat sesuai arah kebijakan kota.

Menuju Masa Depan Batam yang Lebih Hijau

Dengan teknologi, kedisiplinan operasional, dan budaya keberlanjutan, Tunas Prima memastikan kemajuan industri tetap ramah lingkungan. Limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber nilai yang memperkuat Batam sebagai kawasan industri yang lebih bersih, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

15 Agu

By: administrator battery, clou indonesia, foreign investment, green energy, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, midea group, news, smart energy, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Groundbreaking CLOU di Tunas Prima, Pabrik Indonesia Pertama

CLOU Mantapkan Investasi di Batam dengan Groundbreaking Ceremony Pabrik Energi Pintar, Perkuat Hilirisasi Industri dan Ekspor Indonesia ke Pasar Global

Batam, 14 Agustus 2025 – CLOU Electronics Co., Ltd., bagian dari Midea Group dan perusahaan teknologi energi global berbasis di Shenzhen, Tiongkok, hari ini menggelar Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini akan dioperasikan oleh PT Klou Teknologi Indonesia, dengan fokus pada packaging dan system integration untuk solusi Energy Storage System (ESS).

Dengan mengusung tema “Smarter Storage, Greener Future”, peresmian ini menandai langkah strategis CLOU dalam memperluas operasional global, memperkuat hilirisasi industri, serta mendekatkan layanan manufaktur ke pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan BP Batam, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan investasi energi bersih di Indonesia.

“Pabrik ini akan mendukung target bauran energi nasional, membuka lapangan kerja berbasis teknologi tinggi, serta memperluas peluang ekspor produk energi pintar Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Mendag Budi Santoso. Gubernur Kepulauan Riau menambahkan bahwa investasi ini sejalan dengan arah pengembangan Batam sebagai pusat industri hijau dan berdaya saing global.

Kilas Balik: Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony

Momentum groundbreaking hari ini melanjutkan rangkaian ekspansi CLOU di Batam, yang diawali dengan Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony pada 25 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden CLOU Aaron Li meresmikan pengoperasian awal fasilitas produksi tahap pertama di Gedung #15 Tunas Prima, serta memperkenalkan produk unggulan Aqua C2.5, sistem penyimpanan energi baterai berpendingin cair dengan efisiensi tinggi dan stabilitas jangka panjang.

Fasilitas awal ini telah dilengkapi lantai industri berstandar tinggi, sistem keselamatan terintegrasi, dan tata daya yang mendukung kapasitas produksi hingga 4 GWh per tahun, dengan target beroperasi penuh pada awal 2026.

Sinergi Menuju Ekspor dan Energi Hijau

Menurut Presiden Direktur Operasional & SDM PT Klou Teknologi Indonesia, Zhi Shuai, pabrik Batam akan menjadi pusat manufaktur utama Midea untuk kawasan Asia Tenggara. “Dilengkapi lini produksi canggih, fasilitas ini tidak hanya melayani pasar Indonesia, tetapi juga akan mengekspor ke ASEAN, Amerika Serikat, dan Eropa. Dengan demikian, kami berkontribusi memperkuat perdagangan regional sekaligus mendukung transisi energi terbarukan,” ujarnya.

Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa tren global energi bersih membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai dunia. “Investasi ini momentum penting untuk memperkuat daya saing produk baterai nasional. Pemerintah siap mendukung agar produk PT Klou Teknologi Indonesia mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.

Tunas Prima: Mitra Industri Berkelanjutan

Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Group, menyampaikan apresiasi atas kehadiran CLOU.

“Kami percaya CLOU akan menjadi motor penting pengembangan industri energi pintar di Batam. Tunas Prima siap menjadi mitra jangka panjang dalam ekspansi teknologi hijau ini,” ungkapnya.

Pabrik di Batam ini dirancang untuk mendukung perakitan sistem baterai skala besar dan integrasi solusi penyimpanan energi pintar, yang dibutuhkan oleh sektor industri, utilitas, dan pembangunan smart grid. Dengan kehadiran PT Klou Teknologi Indonesia, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, transfer teknologi, dan kontribusi terhadap ekosistem energi bersih nasional.

Industri energi terbarukan sendiri menunjukkan potensi besar di Indonesia, dengan dorongan pemerintah untuk mencapai 23% bauran energi dari sumber baru dan terbarukan (EBT) pada 2025. Teknologi penyimpanan energi seperti ESS (Energy Storage System) menjadi solusi kunci untuk mendukung stabilitas energi dari pembangkit surya dan angin, serta penerapan smart grid di kawasan urban dan industri. Di tengah dorongan besar terhadap kebutuhan energi terbarukan, Tunas Prima hadir sebagai kawasan industri berwawasan hijau, menyediakan fasilitas modern dengan pendekatan sustainability dan efisiensi energi.

Sebagai kawasan industri terpadu, Kawasan Industri Tunas Prima menawarkan lokasi strategis, infrastruktur modern, dan komitmen pada green industry. Kehadiran CLOU menjadi bukti nyata bahwa Tunas Prima adalah mitra ideal bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnis berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.

17 Jul

By: administrator hr gathering, investasi di batam, jobstreet indonesia, sustainability, tunas group, tunas industrial estate, waste management Comments: Tidak ada komentar

HR Gathering: Kolaborasi Strategis Tunas Group & JobStreet Indonesia

Batam, 16 Juli 2025 – Tunas Group bersama JobStreet by SEEK sukses menyelenggarakan acara HR Gathering bertema “Digital Recruitment Transformation & Pengelolaan Sampah di Kawasan Industri Batam” pada Selasa, 16 Juli 2025, bertempat di Hotel Santika, Batam Center. Acara ini dihadiri oleh puluhan perwakilan HR dari berbagai perusahaan tenant Tunas Industrial Estate dan didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan serta RS Awal Bros Batam. Acara HR Gathering ini menjadi forum strategis bagi pelaku industri di Batam untuk memperkuat transformasi rekrutmen digital dan sinergi pengelolaan lingkungan, menghadirkan dua sesi utama yang sangat insightful.

Transformasi Rekrutmen Digital bersama JobStreet by SEEK

Materi dibawakan oleh Imelda Wong, Head of Area JobStreet by SEEK untuk Jakarta dan Sumatera, yang memaparkan bagaimana transformasi digital telah merevolusi proses rekrutmen tenaga kerja di Indonesia. Imelda menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam rekrutmen kini menjadi alat utama HR dalam menemukan talent terbaik dengan cepat, tepat, dan efisien.

“Kolaborasi kami dengan Tunas Group adalah langkah besar untuk mendukung perkembangan industri di Batam, terutama dalam mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja yang tepat. HR Gathering ini kami harapkan dapat membantu memperluas jangkauan rekrutmen dan menyediakan platform yang efektif untuk proses pencarian tenaga kerja yang lebih baik,” ujar Imelda.

Dalam paparannya, Imelda memperkenalkan JobStreet Freemium, solusi iklan lowongan kerja gratis yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan pencarian kandidat tanpa biaya tambahan. JobStreet juga berkomitmen menghadirkan AI kelas dunia untuk mempermudah proses seleksi dan rekrutmen, memastikan talenta terbaik dapat disaring sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.

Selain itu, Imelda menekankan bahwa workforce di Batam semakin beragam seiring meningkatnya investasi asing dan perkembangan industri modern. Hal ini menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan teknologi rekrutmen terbaru agar dapat merekrut talenta dengan lebih strategis dan kompetitif.

Urgensi Pengelolaan Sampah Industri bersama Tunas Industrial

Materi berikutnya disampaikan oleh Agiana Ditakristi (Dita), Director of Waste Management Tunas Industrial, yang menyoroti fakta bahwa produksi sampah di Kota Batam telah mencapai sekitar 1.300 ton per hari (Dinas Lingkungan Hidup Batam, 2023). Namun, kapasitas TPA di Indonesia diperkirakan hanya mampu menampung hingga tahun 2030 (KLHK, 2021), termasuk TPA Punggur Batam yang kini semakin terbatas. Hal ini memicu kebijakan pemerintah daerah yang membatasi penerimaan kiriman sampah industri.

Dita menegaskan bahwa penumpukan sampah di TPS-TPS dapat menimbulkan penurunan kualitas lingkungan hidup, bahaya gas metana yang bersifat korosif, sampah plastik yang gagal terurai di tanah dan laut, serta munculnya masalah mikroplastik yang mencemari hasil tangkapan laut untuk konsumsi manusia.

Dalam pemaparannya, Dita juga menyampaikan bahwa pengelolaan sampah industri telah diatur dalam:

  • UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, mewajibkan produsen mengurangi dan menangani sampahnya.
  • PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
  • Permen LHK No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang mewajibkan produsen mengurangi sampah plastik dan kemasan produk.

Sebagai bentuk kepatuhan dan inovasi, Tunas Industrial menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi program Industrial Waste Management terpusat, mendukung grand design Pemerintah Kota Batam dalam menangani problem sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

HR Gathering: Kolaborasi Strategis Tunas Group & JobStreet Indonesia
HR Gathering: Kolaborasi Strategis Tunas Group & JobStreet Indonesia

Dita juga mengajak seluruh peserta HR Gathering untuk memulai langkah kecil dari diri sendiri, seperti:

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
  • Memisahkan sampah organik dan non-organik
  • Mengimplementasikan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di perusahaan masing-masing.

“Dengan kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah, kita dapat menciptakan Batam yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan.” tutup Dita.

Antusiasme peserta HR Gathering semakin terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka berbagi pengalaman rekrutmen, strategi employer branding, tren perilaku job hunter di Batam, serta pengelolaan sampah industri di perusahaan mereka.

Diskusi Interaktif Bersama BPJS Ketenagakerjaan dan RS Awal Bros Batam

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, membahas:

  • Pemahaman aturan dan kewajiban iuran BPJS Ketenagakerjaan
  • Proses pendaftaran karyawan baru, pelaporan, dan pembayaran iuran
  • Tantangan administrasi dan solusi bagi perusahaan
  • Strategi memastikan seluruh pekerja memahami hak dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Diskusi ini bertujuan agar perusahaan dapat memberikan perlindungan sosial optimal bagi pekerja, serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.

Sesi terakhir diisi oleh RS Awal Bros Batam, yang memaparkan program layanan kesehatan untuk perusahaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan terpadu yang mendukung produktivitas karyawan. RS Awal Bros Batam menegaskan komitmennya sebagai penyedia layanan kesehatan terdepan dan terpercaya di Batam.

Acara HR Gathering ditutup dengan foto dan makan siang bersama, menciptakan keakraban antar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi strategis untuk kemajuan industri di Batam.

Tunas Group: Mitra Strategis Perusahaan dan Pelaku Usaha di Batam

Melalui HR Gathering ini, Tunas Group kembali menegaskan komitmennya sebagai partner terbaik bagi seluruh perusahaan dan pelaku usaha di Batam, menghadirkan program-program development yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Tunas Group akan terus berinovasi untuk mendukung transformasi digital, pembangunan industri hijau, serta peningkatan kualitas tenaga kerja dan lingkungan kerja di Batam.

Together, We Build a Sustainable Future.

15 Jul

By: administrator industri indonesia, industri tambang, industri timah, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, pt stania, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima

BATAM, 10 Juli 2025 – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, telah meresmikan pabrik solder pertamanya di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini menjadi tonggak penting mendukung agenda hilirisasi mineral nasional serta menegaskan komitmen Arsari Tambang untuk memimpin produksi solder ramah lingkungan di Asia Tenggara.

Pabrik solder STANIA dibangun di atas lahan seluas 6.500 m² dengan investasi awal Rp400 miliar dan kapasitas produksi awal 2.000 ton per tahun. Ke depannya, kapasitas ini akan ditingkatkan menjadi 16.000 ton per tahun untuk solder bar, wire, powder, dan paste dengan target omset mencapai Rp1,2 triliun per tahun.

Grand Opening PT STANIA - Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima
Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima

Menurut Hashim S. Djojohadikusumo, Komisaris Utama Arsari Tambang, peresmian pabrik solder ini adalah wujud komitmen perusahaan mendukung hilirisasi nasional, transisi energi, dan keberlanjutan. Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik Energi Baru Terbarukan bersertifikat REC PLN dengan desain gedung hemat energi yang memaksimalkan cahaya alami.

Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menegaskan STANIA akan menjadi bagian penting ekosistem industri timah nasional. Kerja sama strategis telah dijalin melalui HoA dengan PT Freeport Indonesia untuk pasokan timbal dan perak, serta MoU dengan Volex, penyedia solusi konektivitas global, guna memperluas penetrasi ekspor solder Indonesia.

Grand Opening PT STANIA - Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima
Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima

Pabrik PT STANIA berlokasi di Tunas Prima Industrial Estate (TPIE), kawasan industri seluas 100 hektar yang bersertifikasi Greenmark dan dikembangkan dengan pendekatan sustainability di setiap aspek operasionalnya. Proyek pembangunan pabrik solder ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun sejak prosesi groundbreaking pada Mei 2024. Kawasan Industri Tunas Prima dikelola oleh Tunas Group dengan infrastruktur lengkap, Lokasi strategis Batam sebagai free trade zone mendukung tujuan utama STANIA untuk ekspor ke pasar Taiwan, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Eropa, dan China.

Grand Opening PT STANIA - Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima
Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima

Menurut Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau, investasi STANIA di Batam akan menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, turut mengapresiasi langkah strategis STANIA dan Tunas Prima sebagai kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam hilirisasi mineral nasional.

Dengan beroperasinya pabrik solder STANIA di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai hub industri berkelas dunia di Asia Tenggara. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pertumbuhan industri, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan kawasan industri berstandar global dapat berjalan beriringan untuk masa depan industri Indonesia.

18 Nov

By: administrator energi terbarukan, industri hijau, schneider electric, sustainability, tunas industrial, zero net carbon Comments: Tidak ada komentar

Partisipasi Tunas Industrial dalam Innovation Day Jakarta 2024 by Schneider Electric

Jakarta, 7 November 2024 – Tunas Industrial Estate (PT Tritunas Bangun Perkasa) turut berpartisipasi dalam acara “Innovation Day Jakarta 2024: Driving Sustainable Growth through Innovative Building and Industrial Solutions” yang diselenggarakan oleh Schneider Electric di Hotel Mulia, Jakarta. Keikutsertaan ini menunjukkan komitmen Tunas Industrial Estate sebagai kawasan industri yang mendukung pengelolaan energi hijau secara efisien. Selaras dengan upaya kawasan industri ini untuk mengurangi emisi karbon.

Komitmen Nyata pada Sustainability dan Industri Hijau

Schneider Electric menyoroti tantangan sektor industri dan bangunan yang menyumbang 70% emisi CO2 global dalam acara tahunan ini. Meski 98% pemimpin bisnis di Indonesia menetapkan target keberlanjutan, hanya 51% yang memiliki rencana aksi konkret. Melalui solusi digitalisasi, elektrifikasi, dan otomasi, Schneider Electric mendukung bisnis-bisnis di Indonesia dalam mencapai keberlanjutan industri.

Sebagai bagian dari inisiatif Impact Makers, Schneider Electric menandatangani MoU strategis dengan Tunas Industrial Estate dan INKINDO untuk pengembangan kompetensi kelistrikan dan efisiensi energi, serta bekerja sama dengan PT Starvo Global Energi dan PT Haleyora Power untuk membangun ekosistem kendaraan listrik. Khususnya penyediaan Layanan EV Charging dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Informasi lengkap seputar Tunas Industrial, hubungi contact person:

Muhammad Andika (Marketing Communication)

Phone Number: 0819-3365-4898

Email: [email protected]

Pos-pos Terbaru
  • Tunas Industrial Berbagi Kebahagiaan Kecil Lewat Takjil Ramadhan
  • Indonesia 2026: Pergeseran Agresif Menuju Hilirisasi
  • Prospek Industri Nikel Indonesia 2026
  • Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025
  • Prospek Bisnis Industri Hijau Indonesia 2026
Komentar Terbaru
    Pos-pos Terbaru
    • Tunas Industrial Berbagi Kebahagiaan Kecil Lewat Takjil Ramadhan
    • Indonesia 2026: Pergeseran Agresif Menuju Hilirisasi
    • Prospek Industri Nikel Indonesia 2026
    • Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025
    • Prospek Bisnis Industri Hijau Indonesia 2026
    Arsip
    • Maret 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Mei 2024
    • Oktober 2023
    Kategori
    • Artikel
    • Berita
    Meta
    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    HEAD OFFICE

    • Kawasan Industri Tunas Bizpark Blok 10J Belian, Kec. Batam Kota, Batam Kepulauan Riau, Indonesia, 29444

    CONTACT

    • +62 778-471-818
    • +62 811-7711-818
    • [email protected] [email protected]
    Copyright © 2021 Tunas Industrial All rights reserved.