Batam, 28 November 2025 – Kawasan Industri Tunas Prima hari ini menerima kunjungan resmi peserta Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX 2025, sebuah rangkaian dari ajang tahunan nasional yang menjadi wadah bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia dalam memamerkan inovasi, peningkatan mutu, dan produktivitas.
TKMPN, yang telah berlangsung sejak 24–28 November 2025 di Batam, kembali mempercayakan kota ini sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya. Tahun ini, acara hadir dengan tema “Membangun Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi yang Produktif dan Berkelanjutan.” Peserta berasal dari berbagai sektor—mulai dari perusahaan multinasional, BUMN, swasta, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, layanan kesehatan, hingga organisasi nirlaba.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan industri, Kawasan Industri Tunas Prima dipilih sebagai salah satu destinasi strategis bagi peserta TKMPN untuk melihat langsung perkembangan ekosistem industri Kota Batam dan potensi kawasan ini dalam mendukung agenda nasional peningkatan produktivitas. Serta inovasi dalam penerapan konsep sustainability dalam pengembangan kawasan industri. Total 28 peserta menghadiri sesi diskusi dan presentasi on-site.
Inovasi & Tata Kelola Kawasan Industri Tunas Prima
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Industrial, memaparkan berbagai inisiatif strategis kawasan serta menjawab sejumlah pertanyaan terkait operasional, sustainability, dan kesiapan Tunas Prima menghadapi tantangan industri masa depan.
1. Pengelolaan Sampah
Peserta menyoroti isu pengelolaan sampah di Batam, mengingat produksi sampah kota telah mencapai 1.300 ton per hari (DLH Batam, 2023), sementara kapasitas TPA diproyeksikan hanya cukup hingga 2030. Untuk menjawab tantangan tersebut:
- Tunas Prima menjadi kawasan industri di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat.
- Program ini dibangun atas empat pilar: Inovasi teknologi, pemilahan dari sumbernya, sistem terpusat, dan konversi sampah menjadi nilai tambah.
- Pengelolaan limbah mengikuti pendekatan organik–anorganik–ekonomis, dimana 50% limbah didaur ulang dengan Materials Recovery Facility (MRF).
Inisiatif ini sejalan dengan grand design Pemerintah Kota Batam dalam pengelolaan sampah yang lebih ketat, modern, dan berkelanjutan.
2. Manajemen Air
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan air:
- Tunas Prima bekerja sama dengan SPAM Batam sebagai penyedia utama air bersih.
- Penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle dilakukan melalui:
- Penggunaan sanitary berstandar WELS 3 ticks
- Pembangunan Rainwater Harvesting Pond sebagai sumber air alternatif
- Pengelolaan air limbah melalui Wastewater Treatment Plant (WWTP) sebelum dilepas kembali ke lingkungan
3. Implementasi ISO
Tunas Prima saat ini berada dalam tahap audit implementasi ISO 9001 sebagai komitmen peningkatan mutu operasional kawasan.
4. Mobilitas & Transportasi Internal
Tunas Prima dirancang sebagai kawasan ramah pejalan kaki dengan jalur aman dan nyaman dalam radius 1 km dari main entrance menuju kantor atau warehouse di dalam kawasan. Ke depannya, pick-up point untuk taksi dan ojek online akan tersedia di halte depan kawasan. Pembatasan kendaraan diterapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
5. Inovasi & Green Infrastructure
Tunas Prima menjadi kawasan industri hijau pertama di Batam yang memperoleh Green Mark Provisional Certificate from BCA International, yang mendukung visi kawasan industri bebas karbon melalui:
- IoT-based Command Center untuk monitoring lingkungan
- Interconnected walkway & fasilitas sepeda
- Penggunaan tanaman drought-resistant
- Efisiensi energi dan pemanfaatan sumber daya
- Desain lanskap ramah lingkungan dan area ekspansi masa depan
Selain itu, keunggulan strategis Batam di Golden Triangle Singapura–Malaysia memperkuat posisi Tunas Prima sebagai hub industri global dan destinasi unggulan untuk supply chain modern.
Penutup
Kunjungan peserta TKMPN 2025 ini menegaskan peran Kawasan Industri Tunas Prima sebagai salah satu kawasan industri yang progresif, adaptif, dan berkomitmen pada inovasi berkelanjutan. Melalui tata kelola modern dan infrastruktur hijau, Tunas Prima terus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas dan produktivitas untuk mendorong daya saing Indonesia.
