Batam, 16 Juli 2025 – Tunas Group bersama JobStreet by SEEK sukses menyelenggarakan acara HR Gathering bertema “Digital Recruitment Transformation & Pengelolaan Sampah di Kawasan Industri Batam” pada Selasa, 16 Juli 2025, bertempat di Hotel Santika, Batam Center. Acara ini dihadiri oleh puluhan perwakilan HR dari berbagai perusahaan tenant Tunas Industrial Estate dan didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan serta RS Awal Bros Batam. Acara HR Gathering ini menjadi forum strategis bagi pelaku industri di Batam untuk memperkuat transformasi rekrutmen digital dan sinergi pengelolaan lingkungan, menghadirkan dua sesi utama yang sangat insightful.
Transformasi Rekrutmen Digital bersama JobStreet by SEEK
Materi dibawakan oleh Imelda Wong, Head of Area JobStreet by SEEK untuk Jakarta dan Sumatera, yang memaparkan bagaimana transformasi digital telah merevolusi proses rekrutmen tenaga kerja di Indonesia. Imelda menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam rekrutmen kini menjadi alat utama HR dalam menemukan talent terbaik dengan cepat, tepat, dan efisien.
“Kolaborasi kami dengan Tunas Group adalah langkah besar untuk mendukung perkembangan industri di Batam, terutama dalam mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja yang tepat. HR Gathering ini kami harapkan dapat membantu memperluas jangkauan rekrutmen dan menyediakan platform yang efektif untuk proses pencarian tenaga kerja yang lebih baik,” ujar Imelda.
Dalam paparannya, Imelda memperkenalkan JobStreet Freemium, solusi iklan lowongan kerja gratis yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan pencarian kandidat tanpa biaya tambahan. JobStreet juga berkomitmen menghadirkan AI kelas dunia untuk mempermudah proses seleksi dan rekrutmen, memastikan talenta terbaik dapat disaring sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.
Selain itu, Imelda menekankan bahwa workforce di Batam semakin beragam seiring meningkatnya investasi asing dan perkembangan industri modern. Hal ini menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan teknologi rekrutmen terbaru agar dapat merekrut talenta dengan lebih strategis dan kompetitif.
Urgensi Pengelolaan Sampah Industri bersama Tunas Industrial
Materi berikutnya disampaikan oleh Agiana Ditakristi (Dita), Director of Waste Management Tunas Industrial, yang menyoroti fakta bahwa produksi sampah di Kota Batam telah mencapai sekitar 1.300 ton per hari (Dinas Lingkungan Hidup Batam, 2023). Namun, kapasitas TPA di Indonesia diperkirakan hanya mampu menampung hingga tahun 2030 (KLHK, 2021), termasuk TPA Punggur Batam yang kini semakin terbatas. Hal ini memicu kebijakan pemerintah daerah yang membatasi penerimaan kiriman sampah industri.
Dita menegaskan bahwa penumpukan sampah di TPS-TPS dapat menimbulkan penurunan kualitas lingkungan hidup, bahaya gas metana yang bersifat korosif, sampah plastik yang gagal terurai di tanah dan laut, serta munculnya masalah mikroplastik yang mencemari hasil tangkapan laut untuk konsumsi manusia.
Dalam pemaparannya, Dita juga menyampaikan bahwa pengelolaan sampah industri telah diatur dalam:
- UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, mewajibkan produsen mengurangi dan menangani sampahnya.
- PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
- Permen LHK No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang mewajibkan produsen mengurangi sampah plastik dan kemasan produk.
Sebagai bentuk kepatuhan dan inovasi, Tunas Industrial menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi program Industrial Waste Management terpusat, mendukung grand design Pemerintah Kota Batam dalam menangani problem sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dita juga mengajak seluruh peserta HR Gathering untuk memulai langkah kecil dari diri sendiri, seperti:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Memisahkan sampah organik dan non-organik
- Mengimplementasikan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di perusahaan masing-masing.
“Dengan kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah, kita dapat menciptakan Batam yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan.” tutup Dita.
Antusiasme peserta HR Gathering semakin terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka berbagi pengalaman rekrutmen, strategi employer branding, tren perilaku job hunter di Batam, serta pengelolaan sampah industri di perusahaan mereka.
Diskusi Interaktif Bersama BPJS Ketenagakerjaan dan RS Awal Bros Batam
Acara dilanjutkan dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, membahas:
- Pemahaman aturan dan kewajiban iuran BPJS Ketenagakerjaan
- Proses pendaftaran karyawan baru, pelaporan, dan pembayaran iuran
- Tantangan administrasi dan solusi bagi perusahaan
- Strategi memastikan seluruh pekerja memahami hak dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan
Diskusi ini bertujuan agar perusahaan dapat memberikan perlindungan sosial optimal bagi pekerja, serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
Sesi terakhir diisi oleh RS Awal Bros Batam, yang memaparkan program layanan kesehatan untuk perusahaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan terpadu yang mendukung produktivitas karyawan. RS Awal Bros Batam menegaskan komitmennya sebagai penyedia layanan kesehatan terdepan dan terpercaya di Batam.
Acara HR Gathering ditutup dengan foto dan makan siang bersama, menciptakan keakraban antar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi strategis untuk kemajuan industri di Batam.
Tunas Group: Mitra Strategis Perusahaan dan Pelaku Usaha di Batam
Melalui HR Gathering ini, Tunas Group kembali menegaskan komitmennya sebagai partner terbaik bagi seluruh perusahaan dan pelaku usaha di Batam, menghadirkan program-program development yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Tunas Group akan terus berinovasi untuk mendukung transformasi digital, pembangunan industri hijau, serta peningkatan kualitas tenaga kerja dan lingkungan kerja di Batam.
