
23 Jan
Indonesia 2026: Pergeseran Agresif Menuju Hilirisasi
Arah Industri Indonesia 2026
Indonesia telah memasuki fase industri yang baru. Siklus regulasi 2024–2025 menandai pergeseran yang jelas dari sekadar arah kebijakan menuju penegakan yang nyata dan terukur. Perizinan kini lebih selektif, insentif semakin terarah, dan kepatuhan menjadi prasyarat utama. Pemerintah secara sadar menaikkan standar masuk untuk mempercepat transformasi dari ekonomi berbasis ekstraksi dan manufaktur bernilai rendah menuju industri bernilai tinggi, berbasis teknologi, dan berorientasi ekspor.
Bagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia menarik.
Pertanyaannya adalah di mana eksekusi paling dapat diandalkan.
Strategi nikel Indonesia kini secara tegas memprioritaskan hilirisasi. Izin pertambangan dikaitkan langsung dengan aktivitas pengolahan, sementara kebijakan nasional mendorong pengembangan material baterai, prekursor, dan rantai pasok kendaraan listrik (EV), bukan ekspor bahan mentah.
Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pusat global EV dan baterai, bukan sekadar pemasok komoditas. Investor yang berfokus pada pengolahan terintegrasi, teknologi HPAL, dan manufaktur baterai berada pada posisi struktural yang lebih unggul.
Energi Bersih Terbarukan: Net Zero Menjadi Variabel Biaya
Dengan pembatasan batu bara dan penerapan harga karbon, energi kini menjadi faktor operasional dan finansial. Pelaku industri membutuhkan pasokan energi terbarukan yang tersertifikasi untuk menjaga akses ekspor dan daya saing biaya.
Transisi energi Indonesia telah memasuki fase eksekusi dan monetisasi, mendorong permintaan terhadap energi terbarukan captive, penyimpanan energi, dan kawasan industri rendah karbon.
Indonesia tidak lagi bersaing sebagai basis manufaktur berbiaya rendah. Perizinan dan insentif kini memprioritaskan:
-
Manufaktur berteknologi tinggi
-
Otomatisasi dan Industry 4.0
-
Produksi rendah karbon dan siap ekspor
Arah ini mencerminkan realignment FDI menuju presisi dan kapabilitas, bukan sekadar keunggulan biaya tenaga kerja.
Infrastruktur Digital: Regulasi Mendorong Aset Fisik
Penegakan perlindungan data dan penetapan sektor prioritas mendorong investasi nyata pada data center, infrastruktur pintar, dan fasilitas digital yang patuh regulasi. Pertumbuhan digital di Indonesia kini membutuhkan aset fisik yang aman energi dan patuh hukum.
Batam Menjadi Platform Industri Strategis
Batam menggabungkan keselarasan regulasi, efisiensi logistik, dan akses regional. Batam adalah lokasi di mana pergeseran industri Indonesia sudah berjalan secara operasional, dengan keunggulan:
-
Kedekatan dengan Singapura dan jalur perdagangan internasional
-
Koridor industri dan pelabuhan yang matang
-
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industri bernilai tinggi
-
Potensi energi terbarukan dan konektivitas lintas negara
Batam berfungsi sebagai:
-
Hub hilirisasi untuk industri EV dan baterai
-
Gerbang energi hijau untuk pasar regional
-
Basis manufaktur berteknologi tinggi
-
Lokasi infrastruktur digital yang patuh regulasi nasional
Tunas Prima Industrial Estate: Dibangun untuk Eksekusi
Dalam lingkungan yang menekankan penegakan, kawasan industri harus memberikan lebih dari sekadar lahan.
Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) adalah kawasan industri hijau seluas 100 hektare, dikembangkan oleh Tunas Group dan berlokasi di Kabil, salah satu kawasan industri paling aktif di Batam. TPIE dirancang untuk mendukung manufaktur berorientasi ekspor dan berbasis teknologi dengan kepastian operasional jangka panjang.
Akses Strategis
-
Bandara Internasional Hang Nadim: 5 menit
-
Ferry Terminal Nongsapura: 10 menit
-
Ferry Terminal Batam Center: 15 menit
-
Pelabuhan Batu Ampar: 30 menit
Infrastruktur Operasional
-
Pasokan energi terbarukan 100% bekerja sama dengan PLN
-
Sistem pengelolaan air yang aman dengan sumber alternatif
-
Infrastruktur bersertifikasi Green Mark dan desain kawasan pintar
-
Jalan kawasan lebar dan utilitas stabil
-
Sistem keselamatan kebakaran terintegrasi dan layanan listrik premium
One Stop Business Solution for Manufacturing
TPIE menyediakan solusi industri terpadu:
-
Studi kelayakan dan perencanaan lokasi
-
Desain dan konstruksi fasilitas
-
Pengembangan built-to-suit
-
Standard Factory Buildings (SFB) dari 640 m² hingga 3.220 m²+
-
Penjualan lahan industri dan pengembangan khusus
Beragam tipe bangunan mendukung skala manufaktur, dari presisi hingga industri berskala besar. TPIE telah menjadi lokasi bagi perusahaan nasional dan internasional di sektor hilir dan teknologi, termasuk:
- PT Solder Tin Andalan Indonesia
- Haitai Solar
- PT Luxsan Precision Indonesia (Luxshare ICT)
- CLOU Midea Electronic
- PT STGM Industri Manufaktur (Zhengte)
- Professional Testing Services (PTS)
- PT CEME Fluid Solutions
- dan lainnya…
Pergeseran agresif Indonesia sudah berlangsung. Keunggulan akan diraih oleh investor yang memilih lokasi dan mitra yang tepat sejak awal. Batam menawarkan konektivitas, kepatuhan, dan akses regional. Tunas Prima Industrial Estate menghadirkan platform praktis dan terintegrasi untuk eksekusi industri. Bagi perusahaan yang berfokus pada operasi jangka panjang, kepastian regulasi, dan daya saing ekspor, TPIE siap mendukung fase pertumbuhan industri Indonesia berikutnya.

19 Jan
Prospek Industri Nikel Indonesia 2026
Dari Kendali Pasar ke Hilirisasi Nikel
Memasuki 2026, industri nikel Indonesia berada pada titik balik yang penting. Strategi berbasis skala dan volume yang selama ini dijalankan kini bergerak menuju pendekatan yang lebih matang—menekankan disiplin produksi, integrasi rantai nilai, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti dinamika permintaan global, tetapi semakin mengarahkan arah pasar itu sendiri. Perubahan ini didorong oleh penyesuaian kebijakan yang tegas: mengendalikan pasokan di hulu sekaligus mempercepat penguatan nilai di hilir, sehingga Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai pasok global baterai dan energi bersih.
1. Menata Ulang Pasokan: Dari Mengejar Volume ke Mengendalikan Pasar

Pada 2026, Indonesia berencana menurunkan produksi bijih nikel mentah dari sekitar 379 juta ton pada 2025 menjadi kurang lebih 250 juta ton. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelebihan pasokan global, menjaga stabilitas harga, dan menata ulang struktur industri. Dengan porsi produksi global yang sangat dominan, bahkan penerapan kebijakan secara bertahap pun sudah cukup untuk memengaruhi pasar internasional. Di sinilah pergeseran terjadi—Indonesia bergerak dari price taker menjadi market shaper.
2. Disiplin Harga di Tengah Dinamika Pasar

Pengendalian produksi diharapkan mampu menopang harga nikel setelah periode tekanan yang panjang. Meski demikian, tahun 2026 tetap akan diwarnai dinamika, seiring penegakan regulasi, tingkat kepatuhan pelaku usaha, serta perkembangan permintaan global. Dalam situasi seperti ini, daya saing tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar volume yang dihasilkan, melainkan oleh efisiensi biaya, kedalaman integrasi, dan posisi strategis dalam rantai nilai.
3. Hilirisasi sebagai Arah Utama

Lebih dari sekadar mengatur pasokan, fokus utama Indonesia kini adalah menangkap nilai tambah. Kebijakan nasional terus mendorong pengembangan produk nikel bernilai tinggi untuk industri baterai, antara lain:
- Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)
- Nikel sulfat
- Material prekursor katoda
Meskipun penggunaan baterai LFP semakin meluas, teknologi berbasis nikel tetap menjadi tulang punggung untuk kendaraan listrik jarak jauh dan sistem penyimpanan energi. Pertumbuhan permintaan EV hingga 2030 menjadi fondasi kuat bagi kebutuhan nikel jangka panjang. Artinya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah—Indonesia kini menjadi bagian dari ekosistem global EV, baterai, dan energi bersih.
4. Pengetatan Regulasi Mengubah Peta Persaingan

Pengetatan persetujuan RKAB, penguatan standar lingkungan—terutama untuk fasilitas HPAL—serta peningkatan standar kepatuhan mulai mengubah struktur biaya industri. Pelaku dengan efisiensi rendah menghadapi tekanan, sementara perusahaan yang terintegrasi dan patuh regulasi justru memperoleh keunggulan yang lebih berkelanjutan. Kondisi ini membuat arus investasi semakin selektif, mengarah ke lokasi yang mampu menekan risiko regulasi sekaligus menjaga efisiensi ekspor.
5. Batam sebagai Pusat Hilirisasi
Seiring semakin terkendalinya pasokan di hulu, fleksibilitas dan efisiensi di sisi hilir menjadi kunci. Dalam konteks ini, Batam muncul sebagai simpul strategis hilirisasi, tempat pengolahan, manufaktur komponen, dan aktivitas ekspor saling terhubung. Keunggulan Batam antara lain:
- Status Free Trade Zone (FTZ) dengan bea masuk 0%
- Kedekatan dengan ekosistem logistik, keuangan, dan sertifikasi Singapura
- Infrastruktur berorientasi ekspor dengan proses regulasi yang relatif efisien
Posisi ini diperkuat oleh keberadaan manufaktur berorientasi ekspor di sektor elektronik, energi, presisi, dan jasa industri—menunjukkan kesiapan Batam untuk menopang industri hilir bernilai tinggi.
6. Tunas Prima: Dari Strategi ke Kesiapan Industri
Di dalam ekosistem Batam, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) berperan sebagai platform yang menerjemahkan arah kebijakan nasional ke dalam kesiapan industri yang nyata.
Tunas Prima dirancang untuk mendukung manufaktur berteknologi tinggi dan industri energi melalui:
- Kawasan industri yang terencana dengan ketersediaan lahan yang dapat dikembangkan secara bertahap
- Infrastruktur yang mendukung operasional berstandar tinggi dan berorientasi ekspor
- Penerapan prinsip green industry dan keberlanjutan
Dengan keberadaan manufaktur internasional yang telah beroperasi—termasuk fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) pertama di Indonesia—Tunas Prima menunjukkan kesiapan operasional sebagai ekosistem industri yang mampu menampung dan mengembangkan industri hilir, termasuk investasi terkait nikel.
Penutup
Memasuki 2026, arah industri nikel Indonesia tidak lagi diukur dari besarnya produksi, melainkan dari kemampuan menyelesaikan nilai di hilir. Seiring pasokan hulu yang semakin terkelola, keunggulan kini ditentukan oleh kualitas eksekusi dan kedalaman integrasi industri. Batam menjadi simpul nilai berorientasi ekspor, dan Tunas Prima menghadirkan kesiapan industri untuk menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan rantai pasok global.

08 Des
Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025
Shanghai — 6 Desember 2025. Tunas Industrial kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekspansi industri global dengan berpartisipasi pada Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025, yang berlangsung pada 5–6 Desember di Primus Hotel Shanghai Hongqiao. Acara yang diselenggarakan oleh Shan Hai Map ini dihadiri lebih dari 4.500 perusahaan yang tengah mengeksplorasi ekspansi ke destinasi manufaktur dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Momentum Kuat Indonesia dalam Pergeseran Rantai Pasok Global
Summit ini menyoroti perubahan besar dalam rantai pasok global yang semakin mengarahkan investasi ke Asia Tenggara dan Afrika Utara sebagai pusat manufaktur baru. Indonesia tampil menonjol berkat stabilitas ekonomi, ketersediaan tenaga kerja kompetitif, ekosistem industri yang berkembang, serta infrastruktur yang terus meningkat.
Para pakar juga menyoroti sektor-sektor yang tengah tumbuh pesat—mulai dari energi hijau dan baterai, komponen kendaraan listrik, perangkat medis, pusat data, elektronik pintar, hingga industri kimia. Seluruh sektor ini memiliki keselarasan kuat dengan kapabilitas industri Tiongkok dan membuka peluang kolaborasi yang luas.
Analisis pemilihan lokasi investasi menunjukkan Indonesia, khususnya Batam, sebagai pilihan utama bagi perusahaan yang mencari basis operasi yang efisien, mudah dikembangkan, dan strategis. Kedekatan geografis dengan Singapura serta dukungan pemerintah menjadi nilai tambah besar bagi perusahaan Tiongkok yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara.
Diskusi forum juga menegaskan percepatan Indonesia menuju manufaktur bernilai tambah tinggi, terutama di ekosistem EV, energi terbarukan, elektronik, perangkat medis, dan infrastruktur digital. Kejelasan regulasi, peningkatan konektivitas industri, dan peluang infrastruktur berbasis KPBU semakin memperkuat optimisme investor terhadap Indonesia.
Dengan pertumbuhan ekonomi digital dan ritel yang terus meningkat, Indonesia semakin diakui sebagai salah satu pasar paling dinamis dan siap tumbuh di Asia.
Tunas Prima — Gerbang Strategis Investor Tiongkok
Sepanjang acara, Tunas Industrial membuka booth pameran yang memberikan wawasan langsung mengenai potensi pasar Batam dan peluang ekspansi ke Indonesia. Tim mempresentasikan Tunas Prima Industrial Estate, yang mengedepankan ekosistem industri hijau terintegrasi, fasilitas yang dapat dikembangkan secara fleksibel, serta infrastruktur modern untuk mendukung investasi asing.
Para pengunjung mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang posisi strategis Batam dalam Segitiga Emas Singapura–Malaysia–Batam, yang menawarkan konektivitas terbaik untuk manufaktur dan distribusi regional. Dengan insentif pemerintah serta utilitas yang andal, Tunas Prima menjadi katalis bagi manufaktur maju dan mitra tepercaya bagi perusahaan Tiongkok yang memasuki pasar Asia Tenggara.

02 Des
Prospek Bisnis Industri Hijau Indonesia 2026
Dari Kekuatan SDA Menuju Pusat Industri Hijau Asia
Memasuki tahun 2026, Indonesia berada pada titik transformasi penting. Setelah serangkaian reformasi di tahun 2025, ekspansi infrastruktur, serta meningkatnya arus investasi hijau, Indonesia sedang bergerak dari ekonomi berbasis sumber daya menuju pusat manufaktur berkelanjutan dan energi bersih di Asia.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan sumber daya strategis terbesar di dunia, menjadi pilar penting bagi industri energi bersih global:
- Nikel – komponen utama baterai kendaraan listrik
- Bauksit & Timah – bahan penting industri elektronik dan semikonduktor
- Kelapa Sawit – menopang biofuel dan rantai pasok pangan global
Kekuatan SDA ini menjadi landasan Indonesia untuk beralih dari komoditas mentah menuju produksi bernilai tambah tinggi.
Hilirisasi: Kunci Transformasi Industri Nasional
Agenda hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri. Kebijakan ini diperkuat oleh Omnibus Law dan sistem perizinan digital OSS RBA, yang mempermudah proses pendirian pabrik dan menarik investasi pada sektor manufaktur terintegrasi seperti baterai EV, komponen surya, dan bahan kimia industri. Untuk mempercepat modernisasi kapasitas industri, pemerintah mempermudah impor bahan baku dan mesin bagi sektor prioritas:
- Penurunan tarif tertentu
- Penyederhanaan dokumen impor
- Fasilitasi teknologi dan mesin berstandar internasional
Langkah ini memastikan industri Indonesia tetap kompetitif dan terhubung dengan rantai pasok global.
Pertumbuhan Pesat Logistik, Elektronik & Sektor Maritim
Pertumbuhan e-commerce, integrasi manufaktur regional, dan digitalisasi memicu lonjakan kebutuhan logistik. Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia tengah memasuki fase boom baru di sektor maritim & logistik, ditandai oleh:
- Pengembangan pelabuhan dan kawasan berikat
- Smart warehouse
- Pusat manufaktur elektronik yang dekat dengan jalur pelayaran internasional
Permintaan dari ASEAN dan Asia Timur turut memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi elektronik yang efisien dan strategis.
Batam: Gerbang Perdagangan dan Inovasi Regional
Dengan lokasi hanya 20 km dari Singapura, Batam terus berkembang menjadi hub inovasi yang menghubungkan manufaktur Indonesia dengan jaringan supply chain Asia Timur. Salah satu kawasan unggulannya, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE), menghadirkan infrastruktur hijau bersertifikasi, utilitas terintegrasi, dan fasilitas siap bangun — menjadikannya pilihan ideal untuk manufaktur ekspor dan logistik.
Tren Energi 2025–2026: Menggerakkan Babak Baru Industri Indonesia
Dua tahun ke depan, sektor energi akan menjadi penggerak utama transformasi industri:
- Dominasi Energi Terbarukan – PLTS dan tenaga angin makin kompetitif
- Teknologi Penyimpanan Energi – inovasi baterai, hidrogen, dan sistem grid
- Transportasi Elektrifikasi – 1 dari 4 kendaraan baru adalah EV
- Efisiensi Energi Industri – smart energy management menekan emisi dan biaya
- Hidrogen Hijau & CCS – peluang investasi generasi berikutnya
- AI & Digitalisasi Energi – meningkatkan prediksi dan efisiensi distribusi
- Microgrid & Rooftop Solar – memperkuat ketahanan energi lokal
- Modernisasi Infrastruktur Listrik – smart metering & grid upgrade
- Pembiayaan Hijau – green bond dan insentif pajak dorong pertumbuhan ESG
Memasuki 2026, transformasi industri dan transisi energi Indonesia semakin dipercepat. Dengan fondasi regulasi yang kuat, kebijakan yang stabil, dan kolaborasi regional yang kian erat, Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam ekonomi hijau Asia.
Bagi investor global, Indonesia bukan sekadar pasar berkembang, tetapi gerbang strategis menuju manufaktur dan energi berkelanjutan. Peran ini terlihat paling jelas di Batam, yang berada di jalur perdagangan internasional dan memiliki infrastruktur kelas dunia untuk operasi regional.
Di tengah ekosistem tersebut, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) hadir sebagai platform industri generasi baru— menggabungkan infrastruktur hijau, konektivitas logistik yang unggul, dan fasilitas siap bangun berbasis ESG. Dengan insentif investasi, kemudahan impor, hingga peluang masuk ke rantai pasok energi terbarukan dan teknologi tinggi, TPIE membantu investor mengubah peluang menjadi aksi — dan pertumbuhan menjadi keberlanjutan.

29 Nov
Kunjungan Peserta TKMPN 2025 ke Kawasan Industri Tunas Prima
Batam, 28 November 2025 – Kawasan Industri Tunas Prima hari ini menerima kunjungan resmi peserta Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX 2025, sebuah rangkaian dari ajang tahunan nasional yang menjadi wadah bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia dalam memamerkan inovasi, peningkatan mutu, dan produktivitas.
TKMPN, yang telah berlangsung sejak 24–28 November 2025 di Batam, kembali mempercayakan kota ini sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya. Tahun ini, acara hadir dengan tema “Membangun Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi yang Produktif dan Berkelanjutan.” Peserta berasal dari berbagai sektor—mulai dari perusahaan multinasional, BUMN, swasta, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, layanan kesehatan, hingga organisasi nirlaba.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan industri, Kawasan Industri Tunas Prima dipilih sebagai salah satu destinasi strategis bagi peserta TKMPN untuk melihat langsung perkembangan ekosistem industri Kota Batam dan potensi kawasan ini dalam mendukung agenda nasional peningkatan produktivitas. Serta inovasi dalam penerapan konsep sustainability dalam pengembangan kawasan industri. Total 28 peserta menghadiri sesi diskusi dan presentasi on-site.
Inovasi & Tata Kelola Kawasan Industri Tunas Prima
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Industrial, memaparkan berbagai inisiatif strategis kawasan serta menjawab sejumlah pertanyaan terkait operasional, sustainability, dan kesiapan Tunas Prima menghadapi tantangan industri masa depan.
1. Pengelolaan Sampah
Peserta menyoroti isu pengelolaan sampah di Batam, mengingat produksi sampah kota telah mencapai 1.300 ton per hari (DLH Batam, 2023), sementara kapasitas TPA diproyeksikan hanya cukup hingga 2030. Untuk menjawab tantangan tersebut:
- Tunas Prima menjadi kawasan industri di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat.
- Program ini dibangun atas empat pilar: Inovasi teknologi, pemilahan dari sumbernya, sistem terpusat, dan konversi sampah menjadi nilai tambah.
- Pengelolaan limbah mengikuti pendekatan organik–anorganik–ekonomis, dimana 50% limbah didaur ulang dengan Materials Recovery Facility (MRF).
Inisiatif ini sejalan dengan grand design Pemerintah Kota Batam dalam pengelolaan sampah yang lebih ketat, modern, dan berkelanjutan.
2. Manajemen Air
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan air:
- Tunas Prima bekerja sama dengan SPAM Batam sebagai penyedia utama air bersih.
- Penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle dilakukan melalui:
- Penggunaan sanitary berstandar WELS 3 ticks
- Pembangunan Rainwater Harvesting Pond sebagai sumber air alternatif
- Pengelolaan air limbah melalui Wastewater Treatment Plant (WWTP) sebelum dilepas kembali ke lingkungan
3. Implementasi ISO
Tunas Prima saat ini berada dalam tahap audit implementasi ISO 9001 sebagai komitmen peningkatan mutu operasional kawasan.
4. Mobilitas & Transportasi Internal
Tunas Prima dirancang sebagai kawasan ramah pejalan kaki dengan jalur aman dan nyaman dalam radius 1 km dari main entrance menuju kantor atau warehouse di dalam kawasan. Ke depannya, pick-up point untuk taksi dan ojek online akan tersedia di halte depan kawasan. Pembatasan kendaraan diterapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
5. Inovasi & Green Infrastructure
Tunas Prima menjadi kawasan industri hijau pertama di Batam yang memperoleh Green Mark Provisional Certificate from BCA International, yang mendukung visi kawasan industri bebas karbon melalui:
- IoT-based Command Center untuk monitoring lingkungan
- Interconnected walkway & fasilitas sepeda
- Penggunaan tanaman drought-resistant
- Efisiensi energi dan pemanfaatan sumber daya
- Desain lanskap ramah lingkungan dan area ekspansi masa depan
Selain itu, keunggulan strategis Batam di Golden Triangle Singapura–Malaysia memperkuat posisi Tunas Prima sebagai hub industri global dan destinasi unggulan untuk supply chain modern.
Penutup
Kunjungan peserta TKMPN 2025 ini menegaskan peran Kawasan Industri Tunas Prima sebagai salah satu kawasan industri yang progresif, adaptif, dan berkomitmen pada inovasi berkelanjutan. Melalui tata kelola modern dan infrastruktur hijau, Tunas Prima terus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas dan produktivitas untuk mendorong daya saing Indonesia.

17 Nov
Panduan Registrasi Bisnis Indonesia untuk Investor Asing (Part 1)
Batam, 17 November 2025 — Memasuki Indonesia tanpa melakukan registrasi usaha yang benar ibarat membangun di atas pasir—tidak memiliki fondasi hukum yang kokoh. Dalam hukum Indonesia, setiap bisnis wajib terdaftar dan berizin melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai Peraturan Pemerintah No. 5/2021 tentang Perizinan Berbasis Risiko.
Dengan NIB, perusahaan memperoleh kapasitas hukum penuh: membuat kontrak, membuka rekening bank, mempekerjakan karyawan, melindungi kekayaan intelektual, hingga mengakses pengadilan Indonesia. Bagi investor asing, ini berarti perlindungan sekaligus kredibilitas pasar—terutama di kawasan yang menjadikan kepastian regulasi sebagai faktor utama. Tren global seperti strategi China+1, restrukturisasi rantai pasok, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi ASEAN semakin mendorong perusahaan mencari basis operasi yang stabil di Asia Tenggara, dan Indonesia muncul sebagai salah satu tujuan utama.
OSS RBA: Sistem Perizinan Modern Indonesia
Reformasi perizinan melalui Online Single Submission – Risk-Based Approach (OSS RBA) telah meningkatkan kemudahan berusaha secara signifikan. Sistem ini menyesuaikan persyaratan berdasarkan tingkat risiko dan mempercepat pendirian perusahaan dari hampir 50 hari menjadi sekitar 14 hari. Bagi bisnis internasional, modernisasi ini menghadirkan alur masuk yang lebih pasti, daftar persyaratan yang transparan, dan satu platform digital terpusat.
PT PMA: Struktur Utama untuk Investor Asing
Bagi investor asing, bentuk badan usaha terpenting adalah PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing)—yang memungkinkan kepemilikan asing hingga 100% pada sektor-sektor yang terbuka dalam Daftar Positif Investasi. Namun beberapa sektor tetap membatasi kepemilikan, sehingga memerlukan mitra lokal.
Perbandingan ringkas jenis badan usaha:
| Bentuk Usaha | Kepemilikan | Modal Minimum | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| PT PMA | Hingga 100% asing (tergantung sektor) | Investasi min. IDR 10 miliar per KBLI; modal disetor IDR 2,5 miliar | Industri menengah–besar |
| PT Lokal | 100% pemegang saham lokal | ± IDR 50 juta | UMKM domestik |
| Kantor Perwakilan (KPPA/KP3A) | 100% asing, tanpa aktivitas penjualan | Tidak ada | Riset pasar, liaison |
| Branch Office | Tidak berlaku | — | Tidak diterapkan di Indonesia |
Modal minimum menjadi faktor kunci: berdasarkan Peraturan BKPM No. 4/2021, setiap lini usaha PT PMA wajib memenuhi nilai investasi minimum. Banyak investor luput memperhitungkan hal ini, sehingga permohonan ditolak. Pemilihan struktur yang tepat sangat penting untuk memastikan kepatuhan dan skalabilitas.
Kesiapan Operasional: Modal, SDM, dan Kepatuhan
Setelah registrasi, perusahaan harus menyelesaikan verifikasi modal, dokumen tenaga kerja asing (RPTKA/izin kerja), serta mengurus izin sektoral. Pada 2023, 12% perusahaan asing gagal audit BKPM karena KBLI tidak sesuai atau izin sektoral tidak lengkap—menegaskan pentingnya perencanaan sejak awal.
Keunggulan Strategis Batam Dibanding Kota Lain di Indonesia
Jakarta, Surabaya, dan Medan memang pusat bisnis besar, tetapi Batam memiliki keunggulan unik: kombinasi Free Trade Zone dan kedekatan dengan Singapura—sesuatu yang tidak dimiliki kota Indonesia lainnya.
Keunggulan utama Batam:
-
Fasilitas FTZ bebas PPN dan bea masuk
-
Hanya 20 km dari Singapura, akses cepat ke rantai pasok global
-
Biaya operasional lebih rendah dibanding Jakarta dan Bali
-
Proses lahan dan infrastruktur lebih cepat melalui BP Batam
-
Basis kuat untuk manufaktur ekspor, elektronik, dan logistik
Hal ini menjadikan Batam salah satu gerbang masuk paling efisien bagi perusahaan asing yang mencari kombinasi efisiensi biaya dan konektivitas internasional.
Soft Landing Dimulai dari Mitra Kawasan Industri yang Tepat
Bagi investor asing yang berekspansi ke Indonesia—terutama di sektor manufaktur, logistik, dan teknologi—memilih kawasan industri yang tepat dapat mengurangi risiko dan mempercepat operasional.
Tunas Prima Industrial Estate di Batam menawarkan:
-
Lahan industri siap bangun dengan utilitas lengkap
-
Bantuan perizinan NIB, OSS RBA, dan pendirian PT PMA
-
Infrastruktur terpadu: jalan, jaringan listrik, IPAL
-
Lokasi strategis dekat koridor perdagangan Singapura
-
Ekosistem yang mendukung kebutuhan tenant multinasional
Seiring pergeseran rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi ASEAN, Batam menawarkan insentif—dan Tunas Industrial memberikan dukungan eksekusi—untuk membantu bisnis Anda masuk ke Indonesia dengan percaya diri.

27 Okt
Tunas Prima Industrial Sustainable Waste Management
Mengubah Sampah Menjadi Nilai: Pendekatan Terpadu Tunas Prima dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Tantangan Sampah yang Mendesak
Krisis sampah menjadi isu global yang kian mengkhawatirkan. PBB memperkirakan tanpa aksi cepat, volume sampah plastik dapat nyaris tiga kali lipat pada 2060, berdampak pada iklim, ekosistem, hingga kesehatan manusia (UNEP, 2023). Di Indonesia, kondisi ini terlihat jelas. Dengan produksi 69,9 juta ton sampah per tahun, hanya sekitar 10% yang terkelola dengan baik, sementara sebagian besar masih mencemari sungai dan laut (Ecoton, 2023).
Permasalahan Sampah di Batam
Sebagai kawasan industri yang berkembang pesat, Batam menghasilkan 1.200–1.300 ton sampah setiap hari (DLH Batam, 2023). TPA Telaga Punggur semakin mendekati kapasitas maksimum dan diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga 2030 (KLHK, 2021). Pembatasan pembuangan sampah industri pun diberlakukan, menandakan perlunya solusi yang lebih kuat dari sektor swasta untuk menjaga Batam tetap bersih, kompetitif, dan layak huni.
Komitmen Tunas Group
Melalui Tunas Prima Industrial Estate, Tunas Group mengambil langkah proaktif membangun sistem pengelolaan sampah terpusat yang bertujuan mengurangi beban TPA, meningkatkan daur ulang, dan mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai. Program ini menerapkan empat pilar utama:
Inovasi Teknologi Pengelolaan Sampah
Evaluasi dan penerapan teknologi modern seperti: Daur ulang lanjutan, Waste-to-energy, Konversi termal (pyrolysis). Semua dipilih berdasarkan efisiensi, dampak lingkungan, dan kesesuaian dengan kawasan industri Batam.
Pemilahan dari Sumbernya
Seluruh karyawan dan tenant menerapkan pemilahan: Organik, Anorganik, Daur ulang, Limbah B3. Kebiasaan ini meningkatkan efektivitas proses lanjutan dan membangun budaya tanggung jawab lingkungan.
Sistem Terpusat untuk Kontrol Maksimal
Sampah dari seluruh area industri dikumpulkan ke dalam sistem terintegrasi, untuk memastikan:
-
Standar lingkungan yang seragam
-
Pemantauan dan penelusuran yang jelas
-
Pencegahan pembuangan ilegal atau bocor ke lingkungan
Ini mendukung peningkatan infrastruktur persampahan Batam secara menyeluruh.
Mengubah Sampah Menjadi Nilai Tambah
Melalui pendekatan ekonomi sirkular:
-
Sampah plastik dan biomassa dikonversi menjadi energi atau biochar
-
Residu sulit daur ulang dimanfaatkan untuk material konstruksi dan industri
Hasilnya: emisi berkurang, ketergantungan pada TPA menurun, dan nilai ekonomi baru tercipta.
Selaras dengan Regulasi Nasional
Program ini sepenuhnya mematuhi regulasi pemerintah, termasuk:
-
UU No. 18/2008 (Pengelolaan Sampah)
-
PP No. 101/2014 (Pengelolaan Limbah B3)
-
Permen LHK No. 75/2019 (Pengurangan Sampah oleh Produsen)
Tunas Prima menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat sesuai arah kebijakan kota.
Menuju Masa Depan Batam yang Lebih Hijau
Dengan teknologi, kedisiplinan operasional, dan budaya keberlanjutan, Tunas Prima memastikan kemajuan industri tetap ramah lingkungan. Limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber nilai yang memperkuat Batam sebagai kawasan industri yang lebih bersih, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

10 Okt
Menjaga Ketahanan Air di Kawasan Industri Tunas Prima
Sumber Daya Berkelanjutan Lewat Kolam Air Hujan
Batam, 10 Oktober 2025 – Seiring meningkatnya perhatian global terhadap pembangunan industri berkelanjutan, pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari infrastruktur yang tangguh. Di Tunas Prima, komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan kolam penampungan air hujan—sebuah solusi ramah lingkungan yang dirancang untuk menampung, menyimpan, dan memanfaatkan air hujan secara efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air konvensional.
Kolam penampungan air hujan bekerja berdasarkan prinsip sederhana namun berdampak besar: mengumpulkan air hujan yang biasanya mengalir sebagai limpasan permukaan dan menyimpannya untuk digunakan di masa mendatang. Di kawasan Tunas Prima, kolam ini ditempatkan secara strategis di sekitar area drainase dan zona retensi untuk memaksimalkan penyerapan air dari atap bangunan, area beraspal, serta lahan terbuka di kawasan industri.
Setelah terkumpul, air hujan akan mengendap secara alami di dalam kolam dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan non-konsumsi seperti irigasi, proses industri, dan perawatan lanskap. Selain itu, air tersebut juga dapat meresap ke dalam tanah untuk membantu pengisian kembali air tanah. Dengan cara ini, sumber daya musiman diubah menjadi cadangan air berkelanjutan sepanjang tahun yang mendukung kegiatan bisnis sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Manfaat Utama bagi Kawasan Industri yang Berkelanjutan
1. Ketersediaan Air di Musim Kemarau
Dengan menampung air saat curah hujan tinggi, kolam ini menjadi sumber pasokan cadangan yang stabil di musim kering—mengurangi risiko kekurangan air dan memastikan keberlangsungan operasional bagi para pelaku industri di dalam kawasan.
2. Mengurangi Ketergantungan pada Sistem Air Konvensional
Air hujan yang tertampung berperan sebagai tambahan bagi jaringan pasokan air yang sudah ada, sehingga mengurangi tekanan terhadap sistem air kota dan sumber air tanah. Upaya ini tidak hanya mendukung konservasi air regional, tetapi juga menciptakan ekosistem kawasan industri yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
3. Menjaga Keseimbangan Lingkungan dan Ekologis
Lebih dari sekadar fungsi utilitas, kolam ini membantu menjaga siklus hidrologi alami, mengendalikan limpasan air hujan, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan keanekaragaman hayati lokal. Hasilnya, tercipta lingkungan industri yang lebih hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Membangun Masa Depan Industri yang Lebih Hijau
Inisiatif kolam penampungan air hujan di Tunas Prima Industrial Estate mencerminkan visi yang lebih luas untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap aspek infrastruktur. Kolam ini bukan sekadar wadah air, tetapi bagian dari sistem rekayasa ekologis yang menyeimbangkan kemajuan industri dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bagi Tunas Prima, inovasi tidak selalu berarti teknologi yang rumit. Kadang, solusi paling cerdas justru datang dari alam—sederhana, efektif, dan berkelanjutan.

09 Okt
Penerapan Geocell di Kawasan Industri Tunas Prima
Geocell: Solusi Cerdas Eco Friendly untuk Kawasan Industri Tunas Prima
Batam, 9 Oktober 2025 — Seiring pesatnya pertumbuhan sektor industri, kebutuhan akan infrastruktur yang kuat, efisien, dan berkelanjutan menjadi semakin penting. Kawasan industri modern harus mampu menahan aktivitas logistik berat sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang.
Di Tunas Prima Industrial Estate, salah satu kawasan industri unggulan di Batam, inovasi dimulai dari fondasi. Untuk memastikan kekuatan dan ketahanan infrastruktur, kami menerapkan teknologi perkuatan tanah Geocell — solusi rekayasa modern yang memadukan efisiensi, daya tahan, dan kepedulian lingkungan.

Apa Itu Geocell?
Geocell adalah sistem perkuatan tanah berbentuk tiga dimensi yang terbuat dari high-density polyethylene (HDPE). Secara visual, strukturnya menyerupai sarang lebah. Ketika dikembangkan dan diisi dengan tanah, kerikil, atau material agregat lainnya, Geocell membentuk lapisan dasar yang stabil dan mampu mendistribusikan beban secara merata, memperkuat tanah lunak, serta mencegah erosi dan kerusakan permukaan.
Awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer dan proyek teknik sipil, kini Geocell telah banyak digunakan dalam proyek infrastruktur di seluruh dunia. Keunggulannya terletak pada pemasangan yang cepat, efisiensi biaya, dan kemampuannya menghadapi kondisi tanah yang menantang.
Mengapa Geocell Penting bagi Kawasan Industri
Kawasan industri seperti Tunas Prima, yang melayani sektor manufaktur berat, logistik, dan pergudangan, membutuhkan infrastruktur yang dapat menahan beban besar secara berkelanjutan. Metode konvensional seperti pondasi beton dalam sering kali mahal dan kurang ramah lingkungan.
Geocell menawarkan alternatif yang lebih cerdas dan berkelanjutan dengan berbagai penerapan di Tunas Prima, antara lain:
-
Jalan logistik berat, mampu menahan beban kendaraan kontainer dan alat angkut industri.
-
Area pergudangan, untuk mengurangi penurunan tanah dan menjaga kestabilan lantai.
-
Sistem drainase dan lereng, guna mencegah erosi dan menjaga aliran air alami.
-
Zona lanskap alami dan area resapan air, untuk memperkuat kontur tanah tanpa merusak ekosistem.

Keunggulan Utama Geocell di Tunas Prima
Ramah Lingkungan
Geocell mengurangi penggunaan beton dan aspal, serta meminimalkan penggalian tanah dalam. Struktur permeabelnya memungkinkan air hujan terserap ke dalam tanah, membantu menjaga keseimbangan air tanah terutama di sekitar area kolam penampungan hujan kami.
Efisien Biaya dan Waktu
Dengan memanfaatkan material lokal dan kedalaman galian yang lebih dangkal, biaya material dan tenaga kerja dapat ditekan. Waktu konstruksi juga menjadi lebih singkat — hal penting bagi kawasan industri yang beroperasi dengan tenggat ketat.
Kuat Menahan Beban Berat
Struktur Geocell dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata, mencegah deformasi dan kerusakan jalan bahkan di bawah tekanan berat kendaraan kontainer dan mesin industri.
Tahan Lama dan Minim Perawatan
Kestabilan permukaan yang dihasilkan Geocell membuat jalan dan platform lebih awet, mengurangi risiko kerusakan, serta menekan biaya perawatan jangka panjang.

Integrasi Geocell dalam Masterplan Tunas Prima
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Tunas Prima mengintegrasikan Geocell di berbagai infrastruktur utama:
-
Zona resapan air dan kolam penampungan, untuk memperkuat struktur tanah sekaligus meningkatkan penyerapan air.
-
Jaringan jalan dan area pengembangan baru, guna menciptakan pondasi yang lebih tangguh dan siap ekspansi.
Penerapan Geocell mencerminkan komitmen kami terhadap infrastruktur yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan—membangun kawasan industri yang berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan. Bagi Tunas Prima Industrial Estate, inovasi bukan sekadar adopsi teknologi baru, tetapi juga tentang mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi industri dan lingkungan. Penggunaan Geocell mendukung komitmen kami untuk menghadirkan pertumbuhan industri yang cerdas dan berkelanjutan.

15 Agu
Groundbreaking CLOU di Tunas Prima, Pabrik Indonesia Pertama
CLOU Mantapkan Investasi di Batam dengan Groundbreaking Ceremony Pabrik Energi Pintar, Perkuat Hilirisasi Industri dan Ekspor Indonesia ke Pasar Global
Batam, 14 Agustus 2025 – CLOU Electronics Co., Ltd., bagian dari Midea Group dan perusahaan teknologi energi global berbasis di Shenzhen, Tiongkok, hari ini menggelar Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini akan dioperasikan oleh PT Klou Teknologi Indonesia, dengan fokus pada packaging dan system integration untuk solusi Energy Storage System (ESS).
Dengan mengusung tema “Smarter Storage, Greener Future”, peresmian ini menandai langkah strategis CLOU dalam memperluas operasional global, memperkuat hilirisasi industri, serta mendekatkan layanan manufaktur ke pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan BP Batam, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan investasi energi bersih di Indonesia.
“Pabrik ini akan mendukung target bauran energi nasional, membuka lapangan kerja berbasis teknologi tinggi, serta memperluas peluang ekspor produk energi pintar Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Mendag Budi Santoso. Gubernur Kepulauan Riau menambahkan bahwa investasi ini sejalan dengan arah pengembangan Batam sebagai pusat industri hijau dan berdaya saing global.
Kilas Balik: Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony
Momentum groundbreaking hari ini melanjutkan rangkaian ekspansi CLOU di Batam, yang diawali dengan Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony pada 25 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden CLOU Aaron Li meresmikan pengoperasian awal fasilitas produksi tahap pertama di Gedung #15 Tunas Prima, serta memperkenalkan produk unggulan Aqua C2.5, sistem penyimpanan energi baterai berpendingin cair dengan efisiensi tinggi dan stabilitas jangka panjang.
Fasilitas awal ini telah dilengkapi lantai industri berstandar tinggi, sistem keselamatan terintegrasi, dan tata daya yang mendukung kapasitas produksi hingga 4 GWh per tahun, dengan target beroperasi penuh pada awal 2026.
Sinergi Menuju Ekspor dan Energi Hijau
Menurut Presiden Direktur Operasional & SDM PT Klou Teknologi Indonesia, Zhi Shuai, pabrik Batam akan menjadi pusat manufaktur utama Midea untuk kawasan Asia Tenggara. “Dilengkapi lini produksi canggih, fasilitas ini tidak hanya melayani pasar Indonesia, tetapi juga akan mengekspor ke ASEAN, Amerika Serikat, dan Eropa. Dengan demikian, kami berkontribusi memperkuat perdagangan regional sekaligus mendukung transisi energi terbarukan,” ujarnya.
Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa tren global energi bersih membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai dunia. “Investasi ini momentum penting untuk memperkuat daya saing produk baterai nasional. Pemerintah siap mendukung agar produk PT Klou Teknologi Indonesia mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.
Tunas Prima: Mitra Industri Berkelanjutan
Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Group, menyampaikan apresiasi atas kehadiran CLOU.
“Kami percaya CLOU akan menjadi motor penting pengembangan industri energi pintar di Batam. Tunas Prima siap menjadi mitra jangka panjang dalam ekspansi teknologi hijau ini,” ungkapnya.
Pabrik di Batam ini dirancang untuk mendukung perakitan sistem baterai skala besar dan integrasi solusi penyimpanan energi pintar, yang dibutuhkan oleh sektor industri, utilitas, dan pembangunan smart grid. Dengan kehadiran PT Klou Teknologi Indonesia, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, transfer teknologi, dan kontribusi terhadap ekosistem energi bersih nasional.
Industri energi terbarukan sendiri menunjukkan potensi besar di Indonesia, dengan dorongan pemerintah untuk mencapai 23% bauran energi dari sumber baru dan terbarukan (EBT) pada 2025. Teknologi penyimpanan energi seperti ESS (Energy Storage System) menjadi solusi kunci untuk mendukung stabilitas energi dari pembangkit surya dan angin, serta penerapan smart grid di kawasan urban dan industri. Di tengah dorongan besar terhadap kebutuhan energi terbarukan, Tunas Prima hadir sebagai kawasan industri berwawasan hijau, menyediakan fasilitas modern dengan pendekatan sustainability dan efisiensi energi.
Sebagai kawasan industri terpadu, Kawasan Industri Tunas Prima menawarkan lokasi strategis, infrastruktur modern, dan komitmen pada green industry. Kehadiran CLOU menjadi bukti nyata bahwa Tunas Prima adalah mitra ideal bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnis berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.
- 1
- 2