
15 Jul
Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima
BATAM, 10 Juli 2025 – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, telah meresmikan pabrik solder pertamanya di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini menjadi tonggak penting mendukung agenda hilirisasi mineral nasional serta menegaskan komitmen Arsari Tambang untuk memimpin produksi solder ramah lingkungan di Asia Tenggara.
Pabrik solder STANIA dibangun di atas lahan seluas 6.500 m² dengan investasi awal Rp400 miliar dan kapasitas produksi awal 2.000 ton per tahun. Ke depannya, kapasitas ini akan ditingkatkan menjadi 16.000 ton per tahun untuk solder bar, wire, powder, dan paste dengan target omset mencapai Rp1,2 triliun per tahun.

Menurut Hashim S. Djojohadikusumo, Komisaris Utama Arsari Tambang, peresmian pabrik solder ini adalah wujud komitmen perusahaan mendukung hilirisasi nasional, transisi energi, dan keberlanjutan. Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik Energi Baru Terbarukan bersertifikat REC PLN dengan desain gedung hemat energi yang memaksimalkan cahaya alami.
Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menegaskan STANIA akan menjadi bagian penting ekosistem industri timah nasional. Kerja sama strategis telah dijalin melalui HoA dengan PT Freeport Indonesia untuk pasokan timbal dan perak, serta MoU dengan Volex, penyedia solusi konektivitas global, guna memperluas penetrasi ekspor solder Indonesia.

Pabrik PT STANIA berlokasi di Tunas Prima Industrial Estate (TPIE), kawasan industri seluas 100 hektar yang bersertifikasi Greenmark dan dikembangkan dengan pendekatan sustainability di setiap aspek operasionalnya. Proyek pembangunan pabrik solder ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun sejak prosesi groundbreaking pada Mei 2024. Kawasan Industri Tunas Prima dikelola oleh Tunas Group dengan infrastruktur lengkap, Lokasi strategis Batam sebagai free trade zone mendukung tujuan utama STANIA untuk ekspor ke pasar Taiwan, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Eropa, dan China.

Menurut Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau, investasi STANIA di Batam akan menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, turut mengapresiasi langkah strategis STANIA dan Tunas Prima sebagai kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam hilirisasi mineral nasional.
Dengan beroperasinya pabrik solder STANIA di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai hub industri berkelas dunia di Asia Tenggara. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pertumbuhan industri, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan kawasan industri berstandar global dapat berjalan beriringan untuk masa depan industri Indonesia.

12 Jul
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Tunas Prima
Batam, 9 Juli 2025 – Wakil Menteri Perindustrian H. Faisol Riza, S.S., M.A., dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, M.Sc., M.B.A., melakukan kunjungan kerja ke Tunas Prima Industrial Estate, Batam, pada Kamis (9/7). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan industri terdepan di Batam serta melakukan survei lapangan ke beberapa tenant yang telah bergabung dan segera memulai operasionalnya.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Chrispin Andereas selaku Head of Business Development Tunas Prima Industrial Estate menyampaikan presentasi singkat mengenai progres pembangunan kawasan, kesiapan infrastruktur utilitas, dan perkembangan tenant yang akan segera beroperasi di tahun ini. Beberapa di antaranya yaitu PT STGM Industri Manufaktur (Zhengte), PT Luxsan Precision Indonesia, dan PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA).

Chrispin menjelaskan bahwa Tunas Prima Industrial Estate berhasil menarik tenant dari berbagai jenis industri dengan nilai investasi yang menjanjikan, serta memiliki potensi penyerapan tenaga kerja mencapai ribuan orang. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan kawasan industri yang peduli terhadap lingkungan dengan standar internasional, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional dengan fasilitas yang memadai, lokasi strategis, serta dukungan penuh kepada tenant untuk berkembang,” ungkap Chrispin.
Pada kesempatan ini juga dilakukan sesi diskusi antara kedua wakil menteri bersama jajaran direksi Tunas Prima Industrial Estate mengenai berbagai dukungan yang dapat diberikan pemerintah untuk mendorong pengembangan industri di Batam, khususnya melalui kawasan industri Tunas Prima. Beberapa topik yang dibahas antara lain:
- Keunggulan Batam menjadi destinasi investasi utama, mulai dari lokasinya yang strategis terhadap distribusi dan logistik ke pasar global, kemudahan izin dan perizinan terpadu, status Batam sebagai Free Trade Zone, hingga tingginya demand pasar lokal Batam dan perusahaan manufaktur (B2B) terhadap produk-produk tenant Tunas Prima.
- Peluang penyerapan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri nasional yang lebih sehat dan mandiri.
- Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Batam yang pada Kuartal I 2025 telah mencapai Rp8,61 triliun, membuktikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi terbaik di Indonesia.

Usai diskusi, kedua wakil menteri beserta rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung pabrik dan fasilitas beberapa tenant di kawasan industri. Mereka mengamati progres pembangunan, kesiapan operasional mesin produksi, serta berdialog dengan pihak manajemen tenant mengenai kesiapan produksi dan rencana ekspansi bisnis ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perindustrian dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital memberikan apresiasi kepada Tunas Prima Industrial Estate beserta para investor yang telah bergabung, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung setiap investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan diberlakukannya Kebijakan Tarif Recicropal AS yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan industri global, termasuk Indonesia, menjadi tantangan bersama. Namun, Tunas Prima Industrial Estate optimis dan meyakini pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menciptakan iklim industri yang lebih kondusif, memperkuat daya saing nasional, dan memaksimalkan potensi Batam sebagai hub industri utama di Asia Tenggara.
Dengan keunggulan strategis dan kesiapan fasilitas kawasan, Tunas Prima mengundang para investor global untuk memilih Batam sebagai lokasi ekspansi bisnis, serta Tunas Prima Industrial Estate sebagai mitra kawasan industri terbaik dalam mengembangkan usaha dan menjangkau pasar nasional maupun internasional.

07 Jul
Tunas Prima Gelar Pelatihan Fire Drill Bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam
Batam, 5 Juli 2025 – Tunas Industrial telah sukses melaksanakan Pelatihan Fire Drill di Kawasan Industri Tunas Prima bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Security kawasan industri, karyawan office serta beberapa perwakilan tenant Tunas Industrial: PT STMG Industri Manufaktur (Zhengte), PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), PT Luxsan Precision Indonesia, PT Interfood Sukses Jasindo Batam, PT Sri Indah Aluminium, PT Istimewa Bangun Bersama, PT Istanindo Anugraha Mulia, PT Top Baker Indonesia, PT Duta Kalingga, PT Octagon Precision, PT Ancloz Engineering Services, PT Pundi Mas Berjaya, PT Global Packaging Indonesia, dan PT SP Manufacturing.
Pelatihan fire drill merupakan simulasi penanggulangan kebakaran yang bertujuan untuk melatih karyawan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari pengenalan alat pemadam api ringan (APAR), cara penggunaan alat pemadam api yang benar, hingga praktik evakuasi dan pemadaman api secara langsung.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Tim Pengamanan Terhadap Potensi Kebakaran

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tim pengamanan kawasan industri dalam mencegah dan menghadapi potensi kebakaran. Tim Security dibekali teori dasar kebakaran, praktik penggunaan APAR sesuai kelas api (Dry Powder dan CO₂ untuk klasifikasi A, B, C, D), cara penggunaan fire hydrant, serta pemakaian perlengkapan fire fighter suit seperti baju tahan panas dan helm pelindung. Selain itu, pelatihan mencakup simulasi pemadaman api, evakuasi korban, dan pengenalan peralatan pendukung lainnya, sehingga tim pengamanan dapat merespons dengan cepat, tepat, dan terorganisir saat terjadi keadaan darurat kebakaran.
Pelatihan Fire Drill juga meningkatkan kesadaran seluruh karyawan dan tenant akan risiko kebakaran dan pentingnya pencegahan, mengurangi kepanikan saat keadaan darurat, serta melatih evakuasi secara tepat. Dengan demikian, standar keselamatan kerja bersama pun semakin meningkat. Sinergi Tunas Industrial dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan kawasan industri. Serta memperkuat koordinasi guna menciptakan lingkungan kerja yang terjamin aman di seluruh Kawasan Industri Tunas Industrial.

16 Jun
Tunas Industrial Paparkan Visi di Indonesia Critical Minerals Expo 2025
JAKARTA, 4 Juni 2025 — Dalam era percepatan adopsi teknologi hijau dan transformasi digital, permintaan akan mineral kritis, termasuk timah, terus meningkat secara signifikan. Timah menjadi komponen vital dalam industri elektronik, penyimpanan energi, kendaraan listrik, hingga infrastruktur pintar. Indonesia, sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, kini berada di posisi strategis untuk memainkan peran penting dalam rantai pasok global.
Industri timah Indonesia terus memainkan peran strategis dalam peta mineral kritis global, mendukung transisi dunia menuju ekonomi hijau dan digital. Permintaan global terhadap timah diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sebesar 2,5–3,0% hingga 2030 (International Tin Association, 2023), didorong oleh aplikasinya dalam soldering, baterai, energi terbarukan, dan semikonduktor.

Pada hari kedua Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICM) 2025, Chrispin Andereas selaku Head of Business Development Tunas Industrial berpartisipasi dalam diskusi panel bertema “The Role of Southeast Asia’s Tin Industry in The Belt and Road Initiative.” Chrispin menyoroti posisi strategis Batam—sebagai kawasan perdagangan bebas dengan ekosistem manufaktur elektronik yang mapan dan kedekatannya dengan wilayah penghasil timah Bangka—untuk mendukung hilirisasi timah ke dalam aplikasi bernilai tambah. Material berbasis timah kini semakin krusial dalam teknologi semikonduktor, perangkat keras AI, dan pusat data—dan Batam menjadi penghubung strategis antara sumber daya timah dan rantai pasok elektronik global.
Seiring meningkatnya peran mineral kritis dalam mendorong ekonomi hijau global, industri timah Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing. Sebagai kawasan industri terkemuka di Batam, kami terus berkomitmen untuk mendorong kemitraan strategis, kesiapan investasi, dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor mineral kritis. Kehadiran kami di ICM 2025 mencerminkan dedikasi terhadap pembangunan yang bertanggung jawab dan kolaborasi regional yang mendukung industri timah Indonesia dan sektor terkait lainnya.

04 Jun
Kunjungan Menteri Transmigrasi dan BP Batam di Kawasan Industri Tunas Prima
Batam, 3 Juni 2025 – Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPBM mengunjungi Kawasan Industri Tunas Prima di Batam. Didampingi Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan BP Batam, Menteri Iftitah beserta jajaran menerima paparan mengenai prospek sektor industri dari investor yang masuk dan update terkini perkembangan proyek dari pimpinan Tunas Industrial. Serta pengenalan konsep green industry Kawasan Industri Tunas Prima dengan sertifikasi Greenmark. Kemudian, para rombongan juga diajak untuk mengunjungi langsung beberapa site warehouse tenant, infrastruktur, dan fasilitas yang tersedia. Menteri Iftitah menyampaikan apresiasi yang besar terhadap sinergi Tunas Industrial dan Pemerintah Batam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sekaligus menjadikan Batam salah satu hub investasi terdepan Indonesia.

03 Jun
BP Batam Proaktif Mendorong Investasi Batam Bersama Tunas Prima
Batam, 2 Juni 2025 – BP Batam melalui Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis, terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan kawasan industri di Batam dalam upaya mendukung kelancaran investasi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dalam kunjungan kerja ke Tunas Prima, Fary menegaskan BP Batam kini menerapkan pendekatan proaktif dalam menangani berbagai kendala investasi. “Arahan Presiden Prabowo jelas: BP Batam harus hadir langsung di lapangan, berbicara dengan para pelaku usaha, dan menyelesaikan masalah di tempat,” ujar Fary.
Pendekatan jemput bola ini terbukti efektif dalam membantu percepatan layanan bagi investor. Dalam kunjungan tersebut, BP Batam mendengar langsung keluhan beberapa tenant investor yang sudah bergabung di Tunas Prima, termasuk persoalan izin usaha yang sebelumnya tertunda. Dengan koordinasi cepat, BP Batam berhasil menyelesaikan masalah di lokasi hanya dalam waktu kurang dari dua jam.

Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Industrial, mengapresiasi kerja cepat BP Batam tersebut. “Kami sangat mengapresiasi cara kerja BP Batam yang kali ini lebih proaktif. Beberapa masalah investasi yang kami dan tenant alami berhasil diselesaikan. Keluhan lainnya juga telah dicatat dan kami yakin akan segera ditindaklanjuti,” ungkap Chrispin melalui sambungan telepon.
Dalam kesempatan tersebut, BP Batam juga memaparkan strategi pembangunan berbagai infrastruktur prioritas di Batam. Serta memperkenalkan dua inovasi terbaru, yaitu Duta Investasi dan Dashboard Digital Keluhan Pelaku Usaha. Kedua inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan penyelesaian masalah investasi secara terukur dan responsif. Sebagai bagian dari langkah mewujudkan arahan Presiden Prabowo dalam mendorong ekonomi Batam, agar tumbuh hingga 2% diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahunnya.

Sinergi antara BP Batam dan pengelola kawasan industri menjadi kunci dalam mendorong iklim investasi yang sehat, mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, serta memastikan kemudahan berusaha bagi investor lokal dan internasional.
Dengan infrastruktur yang memadai dan dukungan layanan bisnis, Tunas Industrial menjadi salah satu pusat pertumbuhan investasi terdepan Batam, dengan total tiga proyek kawasan industri di kota ini: Tunas Batam Center seluas 64Ha, Tunas Kabil seluas 30 Ha, dan Tunas Prima seluas 100 Ha; ongoing development project yang dibangun dengan pendekatan green sustainability sejak 2023.
Sebagai mitra strategis pemerintah Batam, Tunas Industrial terus berperan aktif mendukung iklim investasi melalui pengembangan kawasan industri yang modern, terintegrasi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

26 Mei
Tenaga Kerja Terampil Indonesia untuk Ekspansi Internasional
Batam, 26 Mei 2025 – Dalam Perebutan Global untuk Pertumbuhan Bisnis, Indonesia Muncul sebagai Pemain Kunci—Bukan Hanya Karena Besarnya Pasar, tetapi juga Kekuatan dan Potensi Tenaga Kerjanya. Dengan lokasi strategis di Asia Tenggara, populasi yang terus bertumbuh, serta semakin banyaknya tenaga profesional terampil, Indonesia menawarkan kombinasi tak tertandingi antara potensi pasar dan kualitas sumber daya manusia.
Pasar Besar yang Siap Bertumbuh Bersama Anda
Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, dengan lebih dari 277 juta penduduk—dan jumlah ini terus meningkat (United Nations ESCAP, 2025). Bagi bisnis yang ingin melakukan ekspansi, ini berarti satu hal: peluang besar. Populasi sebesar ini menciptakan basis konsumen yang luas dan beragam, siap menyambut produk, teknologi, dan layanan baru.
Yang lebih menarik, kelas menengah di Indonesia juga terus berkembang. Seiring meningkatnya pendapatan dan percepatan urbanisasi, perilaku konsumen pun berubah—menuju preferensi terhadap barang premium, layanan digital, dan gaya hidup modern. Bisnis yang masuk ke pasar ini dapat menjangkau segmen dengan daya beli yang meningkat dan selera yang semakin kompleks (PwC Indonesia, 2023).
Tenaga Kerja yang Terampil dan Kompetitif
Salah satu kekuatan terbesar Indonesia terletak pada manusianya. Indonesia memiliki populasi muda dan dinamis, dengan lebih dari 60% penduduk berusia di bawah 40 tahun (World Bank, 2024). Kelompok usia ini dikenal melek teknologi dan mudah beradaptasi—dua karakteristik penting dalam ekonomi global yang terus berubah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mencatat peningkatan tenaga kerja terampil di berbagai sektor. Dari insinyur dan ahli IT hingga wirausahawan dan pemasar digital, tenaga kerja lokal semakin mampu memenuhi tuntutan bisnis modern. Berbagai inisiatif dari pemerintah dan sektor swasta dalam pendidikan dan pelatihan vokasional turut meningkatkan ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023).
Selain itu, biaya tenaga kerja di Indonesia tetap kompetitif dibandingkan banyak negara Barat maupun beberapa negara tetangga di Asia (ASEAN Briefing, 2024). Hal ini memungkinkan perusahaan mengakses talenta berkualitas tinggi tanpa beban biaya yang besar—sebuah kondisi ideal untuk pertumbuhan jangka panjang.
Batam: Contoh Nyata Kemajuan Nasional
Salah satu contoh nyata dari momentum tenaga kerja terampil ini adalah Batam. Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Batam telah berkembang menjadi salah satu wilayah paling ramah bisnis di Indonesia. Kota ini dihuni lebih dari 1,4 juta jiwa (Badan Pusat Statistik [BPS] Kota Batam, 2024), dengan jumlah angkatan kerja usia produktif mencapai lebih dari 750.000 orang—angka yang terus bertumbuh seiring dengan ambisi ekonomi kota ini.
Yang lebih menggembirakan, tingkat pengangguran di Batam mengalami penurunan signifikan—dari 8,82% pada tahun 2021 menjadi 6,49% pada tahun 2023 (BPS Kota Batam, 2024). Tren ini mencerminkan peningkatan peluang kerja serta penyerapan tenaga kerja di sektor industri, manufaktur, layanan digital, dan logistik.
Batam juga kaya akan infrastruktur pendidikan. Kota ini memiliki semakin banyak perguruan tinggi yang menawarkan program studi beragam dan sesuai kebutuhan industri, termasuk teknik, bisnis, logistik maritim, teknologi informasi, dan desain kreatif (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X, 2023). Ini menciptakan aliran lulusan yang siap kerja dan mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Keunggulan Strategis bagi Investor
Baik Anda perusahaan manufaktur besar yang mencari lokasi produksi efisien, maupun startup teknologi yang membutuhkan talenta digital yang gesit, tenaga kerja Indonesia memberikan fondasi kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan yang berinvestasi sekarang tidak hanya mendapatkan akses ke tenaga kerja muda dan terampil, tetapi juga menempatkan diri di pusat salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Indonesia bukan hanya tempat untuk melakukan outsourcing—melainkan tempat untuk membangun, berkembang, dan berinovasi.
Masa depan ekspansi bisnis Anda dimulai dari manusianya—dan Indonesia siap menyambut.

21 Apr
Tunas Prima-One Stop Business untuk Ekspansi Industri di Batam
Ingin ekspansi bisnis di Batam? Tunas Prima hadir sebagai mitra strategis Anda!
Batam kini menjadi pusat pertumbuhan industri Indonesia—lokasi strategis, biaya kompetitif, dan infrastruktur siap pakai. Tapi ekspansi butuh lebih dari sekadar lahan. Anda perlu dukungan menyeluruh yang tepat sasaran.
Satu Pintu untuk Semua Kebutuhan Bisnis Industri
Tunas Prima menawarkan solusi lengkap dan terintegrasi untuk mempercepat ekspansi Anda:
- Perencanaan dan Eksekusi Masuk Pasar
Kami bantu Anda memahami dinamika lokal, memilih lokasi terbaik, dan merancang strategi ekspansi yang realistis dan berdampak. - Legalitas & Administrasi Perusahaan
Proses pendirian PT, pengurusan izin, hingga struktur hukum dan perpajakan—kami tangani dengan efisien dan transparan. - Konstruksi & Fasilitas Industri
Mulai dari master plan, desain teknis, hingga pelaksanaan konstruksi pabrik atau gudang—semua dikelola secara profesional, on time & on budget. - Operasional & SDM
Kami bantu Anda membangun tim lokal, mengelola sistem HR & payroll, serta menjalankan SOP sesuai standar industri global.
Logistik, Perdagangan, dan Dukungan Supply Chain
Sebagai hub logistik, Batam punya potensi besar dalam efisiensi distribusi. Kami siapkan semua yang Anda butuhkan:
-
Manajemen gudang & pengiriman
-
Jasa kepabeanan dan clearance
-
Distribusi regional dan internasional
-
Dukungan pelabuhan dan layanan maritim
Mengapa Tunas Prima?
✅ End-to-End Solution – Efisien, cepat, dan tanpa ribet.
✅ Pengalaman Lokal & Regional – Paham medan bisnis dan regulasi Batam.
✅ Pendekatan Fleksibel – Disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis Anda.
Siap Ekspansi ke Batam?
Kami bukan sekadar penyedia layanan—kami mitra pertumbuhan bisnis Anda.
📩 Hubungi kami dan mulai ekspansi industri bersama Tunas Prima sekarang!

25 Okt
Tunas Prima Raih Penghargaan di Anugerah Investasi BP Batam 2024
Batam, 24 Oktober 2024 — Kawasan Industri Tunas Prima, bagian dari Tunas Industrial Estate, menerima penghargaan prestisius untuk kategori Kawasan Industri Terbaru dalam ajang Anugerah Investasi BP Batam Tahun 2024 bertemakan “Batam Baru, Indonesia Maju”. Acara ini digelar pada Selasa, 22 Oktober 2024 di Radisson Golf and Convention Center, Batam. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Albert selaku Direktur PT Prima Propertindo Utama (Tunas Group), sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Tunas Prima dalam mendorong pertumbuhan industri dan investasi di Batam.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menekankan pentingnya investasi dalam mengembangkan kawasan industri berstandar internasional dan mendukung Batam sebagai pusat manufaktur modern di Asia Tenggara. Pada semester pertama tahun 2024, Batam mencatat peningkatan investasi sebesar Rp 12,31 triliun, tumbuh 55,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga didorong oleh realisasi nilai ekspor sebesar USD 14,6 miliar dan nilai impor sebesar USD 13,8 miliar pada tahun 2023. Capaian positif ini semakin mempertegas posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi terdepan Indonesia.
“Kami sangat bangga menerima penghargaan ini dan senang telah menjadi bagian dari pembangunan ekonomi Batam yang maju. Kami akan terus berinovasi dan memberi pelayanan terbaik sebagai kawasan industri pilihan bagi para investor nasional dan internasional di Batam,” ujar Albert, Direktur Tunas Prima.

Tunas Prima merupakan kawasan industri terbaru seluas 100 ha dari Tunas Industrial Estate, yang menawarkan fasilitas modern dan infrastruktur hijau ramah lingkungan bersertifikasi GREENMARK dari Building and Construction Authority (BCA) Singapore. Serta sedang dalam proses sertifikasi GREENSHIP dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Berlokasi strategis di Kabil Batam, Tunas Prima juga menawarkan seamless connectivity untuk berbagai jenis bisnis seperti sektor manufaktur, logistik, dan teknologi, dengan layanan one stop business untuk mendukung ekspansi bisnis secara terintegrasi.
Untuk informasi lebih lanjut seputar Tunas Prima, silakan hubungi contact person kami:
Muhammad Andika (Marketing Communication Tunas Group)
Phone Number: 0819-3365-4898
Email: [email protected]

15 Mei
Groundbreaking PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima
BATAM, (10/5/2024) – Sebagai salah satu komoditas tambang unggulan Indonesia, timah memiliki peran penting dalam perekonomian negara. Untuk mendukung upaya hilirisasi mineral timah dan memperkuat industri dalam negeri, PT Solder Tin Andalan Indonesia (PT STANIA), anak usaha dari PT Arsari Tambang, melakukan groundbreaking untuk pabrik baru mereka pada Jumat, 10 Mei 2024 di Kawasan Industri Tunas Prima. Acara simbolis groundbreaking dilakukan oleh jajaran Komisaris PT Arsari Tambang, CEO Tunas Group, Gubernur Kepulauan Riau, Kapolda Kepri, dan Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam.
Hashim S. Djojohadikusumo, Komisaris Utama PT Arsari Tambang, menyampaikan bahwa investasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat infrastruktur industri dalam negeri, serta menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia khususnya di Kota Batam dengan pabrik yang menargetkan produksi awal sekitar 2000 ton solder per tahun, serta omset mencapai Rp 1,2 triliun.
PT STANIA Mendukung Hilirisasi Mineral Timah Dalam Negeri dengan Komitmen Industri Hijau
Dipilihnya Kota Batam sebagai lokasi pabrik didasarkan pada posisi strategisnya di jalur perdagangan internasional. Serta adanya dukungan insentif dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan BP Batam dalam mendorong Kota Batam sebagai destinasi investasi yang menjanjikan. Dengan nilai investasi mencapai Rp400 miliar, PT STANIA yakin dapat menambah kapasitas produksi dengan mudah, serta bersaing dengan kompetitor, sambil menargetkan untuk bersaing di pangsa pasar Malaysia dan India, dua negara produsen solder terbesar saat ini.
Sebagai anak usaha dari PT Arsari Tambang, PT STANIA akan memfokuskan produksinya pada solder berbahan dasar timah, yang digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik seperti mobil listrik, handphone, dan peralatan rumah tangga. Pabrik ini akan memproduksi solder dalam berbagai bentuk, mulai dari solder wire hingga solder paste, dengan menggunakan proses produksi, sistem, dan bahan baku yang rendah emisi karbon. Selain itu, PT STANIA akan menerapkan standar internasional ISO 9001, 14001, 50001, dan 45001 dalam pengendalian mutu, perlindungan lingkungan, manajemen energi, dan keselamatan kerja.
Kawasan Industrial Tunas Prima sebagai Lokasi Manufaktur Berbasis Industri Hijau untuk PT STANIA
Pemilihan Kawasan Industri Tunas Prima sebagai tempat beroperasinya pabrik PT STANIA sangatlah strategis. Kawasan Industri Tunas Prima tidak hanya menyediakan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri, tetapi juga layanan industri hijau. Layanan industri hijau ini mencakup penggunaan energi listrik bersih yang disuplai oleh PT PLN Batam, dilengkapi dengan Renewable Energy Certificates (REC) yang menjamin penggunaan sumber energi terbarukan. Serta pembangunan infrastruktur hijau dengan sertifikat Green Mark For District yang dikeluarkan oleh BCA International dari Singapore dan sertifikat Greenship Neighborhood yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).
Dengan pemilihan Kawasan Industrial Tunas Prima sebagai lokasi operasionalnya, PT STANIA tidak hanya menunjukkan komitmen dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari industri hijau yang berkelanjutan. Keseluruhan inisiatif ini akan membantu mendukung hilirisasi mineral timah, pertumbuhan ekonomi lokal, serta kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
- 1
- 2