
27 Okt
Tunas Prima Industrial Sustainable Waste Management
Mengubah Sampah Menjadi Nilai: Pendekatan Terpadu Tunas Prima dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Tantangan Sampah yang Mendesak
Krisis sampah menjadi isu global yang kian mengkhawatirkan. PBB memperkirakan tanpa aksi cepat, volume sampah plastik dapat nyaris tiga kali lipat pada 2060, berdampak pada iklim, ekosistem, hingga kesehatan manusia (UNEP, 2023). Di Indonesia, kondisi ini terlihat jelas. Dengan produksi 69,9 juta ton sampah per tahun, hanya sekitar 10% yang terkelola dengan baik, sementara sebagian besar masih mencemari sungai dan laut (Ecoton, 2023).
Permasalahan Sampah di Batam
Sebagai kawasan industri yang berkembang pesat, Batam menghasilkan 1.200–1.300 ton sampah setiap hari (DLH Batam, 2023). TPA Telaga Punggur semakin mendekati kapasitas maksimum dan diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga 2030 (KLHK, 2021). Pembatasan pembuangan sampah industri pun diberlakukan, menandakan perlunya solusi yang lebih kuat dari sektor swasta untuk menjaga Batam tetap bersih, kompetitif, dan layak huni.
Komitmen Tunas Group
Melalui Tunas Prima Industrial Estate, Tunas Group mengambil langkah proaktif membangun sistem pengelolaan sampah terpusat yang bertujuan mengurangi beban TPA, meningkatkan daur ulang, dan mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai. Program ini menerapkan empat pilar utama:
Inovasi Teknologi Pengelolaan Sampah
Evaluasi dan penerapan teknologi modern seperti: Daur ulang lanjutan, Waste-to-energy, Konversi termal (pyrolysis). Semua dipilih berdasarkan efisiensi, dampak lingkungan, dan kesesuaian dengan kawasan industri Batam.
Pemilahan dari Sumbernya
Seluruh karyawan dan tenant menerapkan pemilahan: Organik, Anorganik, Daur ulang, Limbah B3. Kebiasaan ini meningkatkan efektivitas proses lanjutan dan membangun budaya tanggung jawab lingkungan.
Sistem Terpusat untuk Kontrol Maksimal
Sampah dari seluruh area industri dikumpulkan ke dalam sistem terintegrasi, untuk memastikan:
-
Standar lingkungan yang seragam
-
Pemantauan dan penelusuran yang jelas
-
Pencegahan pembuangan ilegal atau bocor ke lingkungan
Ini mendukung peningkatan infrastruktur persampahan Batam secara menyeluruh.
Mengubah Sampah Menjadi Nilai Tambah
Melalui pendekatan ekonomi sirkular:
-
Sampah plastik dan biomassa dikonversi menjadi energi atau biochar
-
Residu sulit daur ulang dimanfaatkan untuk material konstruksi dan industri
Hasilnya: emisi berkurang, ketergantungan pada TPA menurun, dan nilai ekonomi baru tercipta.
Selaras dengan Regulasi Nasional
Program ini sepenuhnya mematuhi regulasi pemerintah, termasuk:
-
UU No. 18/2008 (Pengelolaan Sampah)
-
PP No. 101/2014 (Pengelolaan Limbah B3)
-
Permen LHK No. 75/2019 (Pengurangan Sampah oleh Produsen)
Tunas Prima menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat sesuai arah kebijakan kota.
Menuju Masa Depan Batam yang Lebih Hijau
Dengan teknologi, kedisiplinan operasional, dan budaya keberlanjutan, Tunas Prima memastikan kemajuan industri tetap ramah lingkungan. Limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber nilai yang memperkuat Batam sebagai kawasan industri yang lebih bersih, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

10 Okt
Menjaga Ketahanan Air di Kawasan Industri Tunas Prima
Sumber Daya Berkelanjutan Lewat Kolam Air Hujan
Batam, 10 Oktober 2025 – Seiring meningkatnya perhatian global terhadap pembangunan industri berkelanjutan, pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari infrastruktur yang tangguh. Di Tunas Prima, komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan kolam penampungan air hujan—sebuah solusi ramah lingkungan yang dirancang untuk menampung, menyimpan, dan memanfaatkan air hujan secara efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air konvensional.
Kolam penampungan air hujan bekerja berdasarkan prinsip sederhana namun berdampak besar: mengumpulkan air hujan yang biasanya mengalir sebagai limpasan permukaan dan menyimpannya untuk digunakan di masa mendatang. Di kawasan Tunas Prima, kolam ini ditempatkan secara strategis di sekitar area drainase dan zona retensi untuk memaksimalkan penyerapan air dari atap bangunan, area beraspal, serta lahan terbuka di kawasan industri.
Setelah terkumpul, air hujan akan mengendap secara alami di dalam kolam dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan non-konsumsi seperti irigasi, proses industri, dan perawatan lanskap. Selain itu, air tersebut juga dapat meresap ke dalam tanah untuk membantu pengisian kembali air tanah. Dengan cara ini, sumber daya musiman diubah menjadi cadangan air berkelanjutan sepanjang tahun yang mendukung kegiatan bisnis sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Manfaat Utama bagi Kawasan Industri yang Berkelanjutan
1. Ketersediaan Air di Musim Kemarau
Dengan menampung air saat curah hujan tinggi, kolam ini menjadi sumber pasokan cadangan yang stabil di musim kering—mengurangi risiko kekurangan air dan memastikan keberlangsungan operasional bagi para pelaku industri di dalam kawasan.
2. Mengurangi Ketergantungan pada Sistem Air Konvensional
Air hujan yang tertampung berperan sebagai tambahan bagi jaringan pasokan air yang sudah ada, sehingga mengurangi tekanan terhadap sistem air kota dan sumber air tanah. Upaya ini tidak hanya mendukung konservasi air regional, tetapi juga menciptakan ekosistem kawasan industri yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
3. Menjaga Keseimbangan Lingkungan dan Ekologis
Lebih dari sekadar fungsi utilitas, kolam ini membantu menjaga siklus hidrologi alami, mengendalikan limpasan air hujan, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan keanekaragaman hayati lokal. Hasilnya, tercipta lingkungan industri yang lebih hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Membangun Masa Depan Industri yang Lebih Hijau
Inisiatif kolam penampungan air hujan di Tunas Prima Industrial Estate mencerminkan visi yang lebih luas untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap aspek infrastruktur. Kolam ini bukan sekadar wadah air, tetapi bagian dari sistem rekayasa ekologis yang menyeimbangkan kemajuan industri dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bagi Tunas Prima, inovasi tidak selalu berarti teknologi yang rumit. Kadang, solusi paling cerdas justru datang dari alam—sederhana, efektif, dan berkelanjutan.

09 Okt
Penerapan Geocell di Kawasan Industri Tunas Prima
Geocell: Solusi Cerdas Eco Friendly untuk Kawasan Industri Tunas Prima
Batam, 9 Oktober 2025 — Seiring pesatnya pertumbuhan sektor industri, kebutuhan akan infrastruktur yang kuat, efisien, dan berkelanjutan menjadi semakin penting. Kawasan industri modern harus mampu menahan aktivitas logistik berat sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang.
Di Tunas Prima Industrial Estate, salah satu kawasan industri unggulan di Batam, inovasi dimulai dari fondasi. Untuk memastikan kekuatan dan ketahanan infrastruktur, kami menerapkan teknologi perkuatan tanah Geocell — solusi rekayasa modern yang memadukan efisiensi, daya tahan, dan kepedulian lingkungan.

Apa Itu Geocell?
Geocell adalah sistem perkuatan tanah berbentuk tiga dimensi yang terbuat dari high-density polyethylene (HDPE). Secara visual, strukturnya menyerupai sarang lebah. Ketika dikembangkan dan diisi dengan tanah, kerikil, atau material agregat lainnya, Geocell membentuk lapisan dasar yang stabil dan mampu mendistribusikan beban secara merata, memperkuat tanah lunak, serta mencegah erosi dan kerusakan permukaan.
Awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer dan proyek teknik sipil, kini Geocell telah banyak digunakan dalam proyek infrastruktur di seluruh dunia. Keunggulannya terletak pada pemasangan yang cepat, efisiensi biaya, dan kemampuannya menghadapi kondisi tanah yang menantang.
Mengapa Geocell Penting bagi Kawasan Industri
Kawasan industri seperti Tunas Prima, yang melayani sektor manufaktur berat, logistik, dan pergudangan, membutuhkan infrastruktur yang dapat menahan beban besar secara berkelanjutan. Metode konvensional seperti pondasi beton dalam sering kali mahal dan kurang ramah lingkungan.
Geocell menawarkan alternatif yang lebih cerdas dan berkelanjutan dengan berbagai penerapan di Tunas Prima, antara lain:
-
Jalan logistik berat, mampu menahan beban kendaraan kontainer dan alat angkut industri.
-
Area pergudangan, untuk mengurangi penurunan tanah dan menjaga kestabilan lantai.
-
Sistem drainase dan lereng, guna mencegah erosi dan menjaga aliran air alami.
-
Zona lanskap alami dan area resapan air, untuk memperkuat kontur tanah tanpa merusak ekosistem.

Keunggulan Utama Geocell di Tunas Prima
Ramah Lingkungan
Geocell mengurangi penggunaan beton dan aspal, serta meminimalkan penggalian tanah dalam. Struktur permeabelnya memungkinkan air hujan terserap ke dalam tanah, membantu menjaga keseimbangan air tanah terutama di sekitar area kolam penampungan hujan kami.
Efisien Biaya dan Waktu
Dengan memanfaatkan material lokal dan kedalaman galian yang lebih dangkal, biaya material dan tenaga kerja dapat ditekan. Waktu konstruksi juga menjadi lebih singkat — hal penting bagi kawasan industri yang beroperasi dengan tenggat ketat.
Kuat Menahan Beban Berat
Struktur Geocell dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata, mencegah deformasi dan kerusakan jalan bahkan di bawah tekanan berat kendaraan kontainer dan mesin industri.
Tahan Lama dan Minim Perawatan
Kestabilan permukaan yang dihasilkan Geocell membuat jalan dan platform lebih awet, mengurangi risiko kerusakan, serta menekan biaya perawatan jangka panjang.

Integrasi Geocell dalam Masterplan Tunas Prima
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Tunas Prima mengintegrasikan Geocell di berbagai infrastruktur utama:
-
Zona resapan air dan kolam penampungan, untuk memperkuat struktur tanah sekaligus meningkatkan penyerapan air.
-
Jaringan jalan dan area pengembangan baru, guna menciptakan pondasi yang lebih tangguh dan siap ekspansi.
Penerapan Geocell mencerminkan komitmen kami terhadap infrastruktur yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan—membangun kawasan industri yang berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan. Bagi Tunas Prima Industrial Estate, inovasi bukan sekadar adopsi teknologi baru, tetapi juga tentang mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi industri dan lingkungan. Penggunaan Geocell mendukung komitmen kami untuk menghadirkan pertumbuhan industri yang cerdas dan berkelanjutan.

16 Agu
80 Tahun Indonesia – Merayakan Persatuan dan Simbol Perjuangan Abadi
BATAM, 17 Agustus 2025 – Setiap tanggal 17 Agustus, merah putih berkibar di setiap sudut negeri. Spanduk dan umbul-umbul menghiasi jalanan, suara lagu Indonesia Raya menggema dari sekolah hingga lapangan kota. Namun, Hari Kemerdekaan bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah momen hidup — sebuah penghormatan bagi para pejuang yang merebut kemerdekaan, sekaligus wujud syukur bangsa yang kini berdiri sebagai republik yang beragam, demokratis, dan bersatu.
Di balik parade resmi dan upacara kenegaraan, perayaan kemerdekaan juga tumbuh di tengah masyarakat. Ada tawa riang di lomba makan kerupuk, semangat pantang menyerah dalam balap karung, hingga kebanggaan saat Garuda Pancasila terpatri di dada. Setiap momen ini adalah bahasa persatuan yang dipahami oleh setiap orang Indonesia.
Balap Karung – Melompat Melintasi Sejarah
Sekilas terlihat sederhana: masuk ke dalam karung, melompat menuju garis akhir. Namun, bagi banyak orang Indonesia, balap karung adalah kenangan masa kecil yang penuh makna. Lahir di masa pasca-perang, permainan ini mencerminkan ketangguhan: bergerak maju meski terbatas, jatuh lalu bangkit, selalu dibantu sorakan dan dukungan sekitar.

Nilainya jelas: keteguhan menghadapi tantangan, kebersamaan dalam perjuangan, dan kesetaraan bagi siapa pun yang ikut berlomba.
Lomba Makan Kerupuk – Sukacita dalam Tradisi Sederhana
Kerupuk digantung, tangan di belakang, mulut berusaha menggigit sambil tertawa. Sederhana, namun di situlah indahnya.

Permainan ini mengajarkan bahwa kebahagiaan tak perlu kemewahan. Dari anak-anak hingga orang tua, dari desa hingga kota, semua ikut serta dan tertawa bersama. Inilah wajah Indonesia: inklusif, hangat, dan penuh sukacita.
Indonesia Raya – Lagu yang Menyatukan Jiwa
Tak ada perayaan kemerdekaan tanpa Indonesia Raya. Dinyanyikan dengan tangan di dada, lagu ini membangkitkan rasa haru dan persatuan. Pertama kali diperdengarkan pada 1928, ia menjadi nyanyian perjuangan menuju kemerdekaan. Hingga kini, setiap baitnya adalah janji setia kepada tanah air, sejarah, dan masa depan bangsa.
Merah Putih – Dijahit dengan Pengorbanan
Bendera kebanggaan kita pertama kali dijahit tangan oleh Fatmawati, istri Presiden Soekarno, menggunakan kain katun sederhana. Merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian.
Saat pertama kali berkibar pada 17 Agustus 1945, ia menjadi saksi keberanian melawan penjajahan. Hingga kini, setiap pengibaran bendera adalah penghormatan pada pengorbanan para pahlawan.
Garuda Pancasila – Lambang Persatuan dan Kekuatan
Dengan sayap terbentang dan tatapan tegas, Garuda Pancasila memegang semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Perisainya memuat Pancasila, lima fondasi moral dan sosial bangsa. Ia mengingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan persatuan adalah kunci Indonesia terus maju:
- Ketuhanan Yang Maha Esa – Bintang: landasan spiritual dan moral bersama
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab – Rantai: koneksi manusia dan keadilan sosial
- Persatuan Indonesia – Pohon Beringin: pluralisme dalam keutuhan
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan – Kepala Banteng: demokrasi deliberatif
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia – Padi dan Kapas: kesejahteraan dan pemerataan
Lebih dari Sekadar Perayaan
Hari Kemerdekaan adalah tawa, kebanggaan, dan rasa syukur yang menyatukan bangsa dari desa hingga kota. Warisan ini kita jaga demi masa depan yang lebih baik.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80
Dari Tunas Industrial, kami mengucapkan:
“Bersatu, Berjuang, Melaju untuk Indonesia Maju” — semangat yang akan terus kami bawa untuk membangun, berinovasi, dan berkontribusi bagi negeri tercinta.

16 Agu
Menguatkan Industri, Menguatkan Bangsa
Batam, 16 Agustus 2025 – Sejak awal kemerdekaan, sektor industri Indonesia telah melewati berbagai fase penting—dari pemulihan infrastruktur pasca-kolonial, akselerasi industrialisasi di era Orde Baru, krisis global, hingga era reformasi dan teknologi digital. Perjalanan panjang ini menegaskan satu hal: industri yang kuat adalah pilar ketahanan ekonomi nasional.
Evolusi Menuju Industri Modern
Pada 1960-an, manufaktur hanya menyumbang kurang dari 10% Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, kebijakan pro-industri dan orientasi ekspor di era 1970–1990-an mendorong kontribusi manufaktur menjadi 25% PDB pada 1997, dengan lebih dari separuh ekspor berasal dari produk olahan. Sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan elektronik menjadikan Indonesia salah satu pusat produksi global yang kompetitif.
Era reformasi membawa tantangan sekaligus peluang—liberalisasi ekonomi, masuknya teknologi, dan terbukanya pasar global memaksa industri beradaptasi dan naik kelas.
Pilar Ekonomi yang Tetap Kuat
Kini, sektor manufaktur menyumbang 18,98% PDB (2024), melampaui rata-rata global 15,3% dan mengungguli negara seperti India dan Brasil. Lebih dari 18 juta pekerja terserap di sektor ini, terutama di sub-sektor makanan-minuman (32% kontribusi PDB manufaktur), logam dasar (9%), tekstil (7%), dan komponen otomotif (6%).
Investasi di sektor manufaktur pada 2024 mencapai Rp721,3 triliun atau 42,1% dari total investasi nasional. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur konsisten di atas 51,0, menandakan ekspansi stabil, meski pada kuartal II 2025 FDI sempat turun 6,95% year-on-year menjadi Rp202,2 triliun.
Batam: Bukti Nyata Keberhasilan Kawasan Industri
Batam adalah contoh bagaimana kawasan industri regional dapat mendongkrak ekonomi nasional. Berlokasi strategis di jalur perdagangan internasional dekat Singapura, Batam berkembang menjadi pusat industri elektronik, galangan kapal, dan manufaktur berteknologi menengah-tinggi.
BP Batam menargetkan investasi Rp60 triliun pada 2025. Hingga pertengahan tahun, realisasi investasi—gabungan PMA dan PMDN—mencapai Rp33,72 triliun atau 56,2% dari target, naik 64,94% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laju ini memperkuat peran Batam dalam mendukung agenda industrialisasi nasional.
Hilirisasi: Strategi Ketahanan Ekonomi
Kebijakan hilirisasi terbukti mengubah struktur ekonomi. Ekspor produk olahan nikel, misalnya, melonjak dari USD 1,4 miliar (2014) menjadi hampir USD 61 miliar (2024), menjadikan Indonesia pemimpin global di pasar ini. Undang-Undang No. 3/2020 dan Peraturan Menteri ESDM No. 11/2020 memperkuat larangan ekspor mineral mentah dan mendorong pengolahan dalam negeri, sementara kawasan industri terintegrasi dibangun untuk menampung investasi smelter, manufaktur, dan teknologi tinggi.
Langkah ini sejalan dengan Making Indonesia 4.0 dan pengembangan Digital Industry Center (PIDI 4.0), yang fokus pada adopsi teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan penguatan daya saing industri di pasar global.
Menatap Masa Depan
Penguatan basis industri adalah strategi jangka panjang untuk ketahanan ekonomi Indonesia. Di Batam, kawasan industri strategis memegang peranan penting—salah satunya Tunas Prima.
Dengan infrastruktur kelas dunia, lokasi yang terkoneksi langsung ke jalur perdagangan internasional, dan fasilitas yang dirancang untuk efisiensi produksi dan distribusi, Tunas Prima siap menjadi katalis pertumbuhan sektor industri Indonesia. Lebih dari sekadar kawasan industri, Tunas Prima adalah mitra ekspansi bisnis bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang besar di salah satu ekonomi berkembang paling dinamis di Asia.

15 Agu
Groundbreaking CLOU di Tunas Prima, Pabrik Indonesia Pertama
CLOU Mantapkan Investasi di Batam dengan Groundbreaking Ceremony Pabrik Energi Pintar, Perkuat Hilirisasi Industri dan Ekspor Indonesia ke Pasar Global
Batam, 14 Agustus 2025 – CLOU Electronics Co., Ltd., bagian dari Midea Group dan perusahaan teknologi energi global berbasis di Shenzhen, Tiongkok, hari ini menggelar Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini akan dioperasikan oleh PT Klou Teknologi Indonesia, dengan fokus pada packaging dan system integration untuk solusi Energy Storage System (ESS).
Dengan mengusung tema “Smarter Storage, Greener Future”, peresmian ini menandai langkah strategis CLOU dalam memperluas operasional global, memperkuat hilirisasi industri, serta mendekatkan layanan manufaktur ke pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan BP Batam, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan investasi energi bersih di Indonesia.
“Pabrik ini akan mendukung target bauran energi nasional, membuka lapangan kerja berbasis teknologi tinggi, serta memperluas peluang ekspor produk energi pintar Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Mendag Budi Santoso. Gubernur Kepulauan Riau menambahkan bahwa investasi ini sejalan dengan arah pengembangan Batam sebagai pusat industri hijau dan berdaya saing global.
Kilas Balik: Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony
Momentum groundbreaking hari ini melanjutkan rangkaian ekspansi CLOU di Batam, yang diawali dengan Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony pada 25 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden CLOU Aaron Li meresmikan pengoperasian awal fasilitas produksi tahap pertama di Gedung #15 Tunas Prima, serta memperkenalkan produk unggulan Aqua C2.5, sistem penyimpanan energi baterai berpendingin cair dengan efisiensi tinggi dan stabilitas jangka panjang.
Fasilitas awal ini telah dilengkapi lantai industri berstandar tinggi, sistem keselamatan terintegrasi, dan tata daya yang mendukung kapasitas produksi hingga 4 GWh per tahun, dengan target beroperasi penuh pada awal 2026.
Sinergi Menuju Ekspor dan Energi Hijau
Menurut Presiden Direktur Operasional & SDM PT Klou Teknologi Indonesia, Zhi Shuai, pabrik Batam akan menjadi pusat manufaktur utama Midea untuk kawasan Asia Tenggara. “Dilengkapi lini produksi canggih, fasilitas ini tidak hanya melayani pasar Indonesia, tetapi juga akan mengekspor ke ASEAN, Amerika Serikat, dan Eropa. Dengan demikian, kami berkontribusi memperkuat perdagangan regional sekaligus mendukung transisi energi terbarukan,” ujarnya.
Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa tren global energi bersih membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai dunia. “Investasi ini momentum penting untuk memperkuat daya saing produk baterai nasional. Pemerintah siap mendukung agar produk PT Klou Teknologi Indonesia mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.
Tunas Prima: Mitra Industri Berkelanjutan
Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Group, menyampaikan apresiasi atas kehadiran CLOU.
“Kami percaya CLOU akan menjadi motor penting pengembangan industri energi pintar di Batam. Tunas Prima siap menjadi mitra jangka panjang dalam ekspansi teknologi hijau ini,” ungkapnya.
Pabrik di Batam ini dirancang untuk mendukung perakitan sistem baterai skala besar dan integrasi solusi penyimpanan energi pintar, yang dibutuhkan oleh sektor industri, utilitas, dan pembangunan smart grid. Dengan kehadiran PT Klou Teknologi Indonesia, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, transfer teknologi, dan kontribusi terhadap ekosistem energi bersih nasional.
Industri energi terbarukan sendiri menunjukkan potensi besar di Indonesia, dengan dorongan pemerintah untuk mencapai 23% bauran energi dari sumber baru dan terbarukan (EBT) pada 2025. Teknologi penyimpanan energi seperti ESS (Energy Storage System) menjadi solusi kunci untuk mendukung stabilitas energi dari pembangkit surya dan angin, serta penerapan smart grid di kawasan urban dan industri. Di tengah dorongan besar terhadap kebutuhan energi terbarukan, Tunas Prima hadir sebagai kawasan industri berwawasan hijau, menyediakan fasilitas modern dengan pendekatan sustainability dan efisiensi energi.
Sebagai kawasan industri terpadu, Kawasan Industri Tunas Prima menawarkan lokasi strategis, infrastruktur modern, dan komitmen pada green industry. Kehadiran CLOU menjadi bukti nyata bahwa Tunas Prima adalah mitra ideal bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnis berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.

17 Jul
HR Gathering: Kolaborasi Strategis Tunas Group & JobStreet Indonesia
Batam, 16 Juli 2025 – Tunas Group bersama JobStreet by SEEK sukses menyelenggarakan acara HR Gathering bertema “Digital Recruitment Transformation & Pengelolaan Sampah di Kawasan Industri Batam” pada Selasa, 16 Juli 2025, bertempat di Hotel Santika, Batam Center. Acara ini dihadiri oleh puluhan perwakilan HR dari berbagai perusahaan tenant Tunas Industrial Estate dan didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan serta RS Awal Bros Batam. Acara HR Gathering ini menjadi forum strategis bagi pelaku industri di Batam untuk memperkuat transformasi rekrutmen digital dan sinergi pengelolaan lingkungan, menghadirkan dua sesi utama yang sangat insightful.
Transformasi Rekrutmen Digital bersama JobStreet by SEEK
Materi dibawakan oleh Imelda Wong, Head of Area JobStreet by SEEK untuk Jakarta dan Sumatera, yang memaparkan bagaimana transformasi digital telah merevolusi proses rekrutmen tenaga kerja di Indonesia. Imelda menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam rekrutmen kini menjadi alat utama HR dalam menemukan talent terbaik dengan cepat, tepat, dan efisien.
“Kolaborasi kami dengan Tunas Group adalah langkah besar untuk mendukung perkembangan industri di Batam, terutama dalam mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja yang tepat. HR Gathering ini kami harapkan dapat membantu memperluas jangkauan rekrutmen dan menyediakan platform yang efektif untuk proses pencarian tenaga kerja yang lebih baik,” ujar Imelda.
Dalam paparannya, Imelda memperkenalkan JobStreet Freemium, solusi iklan lowongan kerja gratis yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan pencarian kandidat tanpa biaya tambahan. JobStreet juga berkomitmen menghadirkan AI kelas dunia untuk mempermudah proses seleksi dan rekrutmen, memastikan talenta terbaik dapat disaring sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.
Selain itu, Imelda menekankan bahwa workforce di Batam semakin beragam seiring meningkatnya investasi asing dan perkembangan industri modern. Hal ini menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan teknologi rekrutmen terbaru agar dapat merekrut talenta dengan lebih strategis dan kompetitif.
Urgensi Pengelolaan Sampah Industri bersama Tunas Industrial
Materi berikutnya disampaikan oleh Agiana Ditakristi (Dita), Director of Waste Management Tunas Industrial, yang menyoroti fakta bahwa produksi sampah di Kota Batam telah mencapai sekitar 1.300 ton per hari (Dinas Lingkungan Hidup Batam, 2023). Namun, kapasitas TPA di Indonesia diperkirakan hanya mampu menampung hingga tahun 2030 (KLHK, 2021), termasuk TPA Punggur Batam yang kini semakin terbatas. Hal ini memicu kebijakan pemerintah daerah yang membatasi penerimaan kiriman sampah industri.
Dita menegaskan bahwa penumpukan sampah di TPS-TPS dapat menimbulkan penurunan kualitas lingkungan hidup, bahaya gas metana yang bersifat korosif, sampah plastik yang gagal terurai di tanah dan laut, serta munculnya masalah mikroplastik yang mencemari hasil tangkapan laut untuk konsumsi manusia.
Dalam pemaparannya, Dita juga menyampaikan bahwa pengelolaan sampah industri telah diatur dalam:
- UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, mewajibkan produsen mengurangi dan menangani sampahnya.
- PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
- Permen LHK No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang mewajibkan produsen mengurangi sampah plastik dan kemasan produk.
Sebagai bentuk kepatuhan dan inovasi, Tunas Industrial menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi program Industrial Waste Management terpusat, mendukung grand design Pemerintah Kota Batam dalam menangani problem sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dita juga mengajak seluruh peserta HR Gathering untuk memulai langkah kecil dari diri sendiri, seperti:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Memisahkan sampah organik dan non-organik
- Mengimplementasikan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di perusahaan masing-masing.
“Dengan kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah, kita dapat menciptakan Batam yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan.” tutup Dita.
Antusiasme peserta HR Gathering semakin terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka berbagi pengalaman rekrutmen, strategi employer branding, tren perilaku job hunter di Batam, serta pengelolaan sampah industri di perusahaan mereka.
Diskusi Interaktif Bersama BPJS Ketenagakerjaan dan RS Awal Bros Batam
Acara dilanjutkan dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, membahas:
- Pemahaman aturan dan kewajiban iuran BPJS Ketenagakerjaan
- Proses pendaftaran karyawan baru, pelaporan, dan pembayaran iuran
- Tantangan administrasi dan solusi bagi perusahaan
- Strategi memastikan seluruh pekerja memahami hak dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan
Diskusi ini bertujuan agar perusahaan dapat memberikan perlindungan sosial optimal bagi pekerja, serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
Sesi terakhir diisi oleh RS Awal Bros Batam, yang memaparkan program layanan kesehatan untuk perusahaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan terpadu yang mendukung produktivitas karyawan. RS Awal Bros Batam menegaskan komitmennya sebagai penyedia layanan kesehatan terdepan dan terpercaya di Batam.
Acara HR Gathering ditutup dengan foto dan makan siang bersama, menciptakan keakraban antar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi strategis untuk kemajuan industri di Batam.
Tunas Group: Mitra Strategis Perusahaan dan Pelaku Usaha di Batam
Melalui HR Gathering ini, Tunas Group kembali menegaskan komitmennya sebagai partner terbaik bagi seluruh perusahaan dan pelaku usaha di Batam, menghadirkan program-program development yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Tunas Group akan terus berinovasi untuk mendukung transformasi digital, pembangunan industri hijau, serta peningkatan kualitas tenaga kerja dan lingkungan kerja di Batam.
Together, We Build a Sustainable Future.

15 Jul
Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima
BATAM, 10 Juli 2025 – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, telah meresmikan pabrik solder pertamanya di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini menjadi tonggak penting mendukung agenda hilirisasi mineral nasional serta menegaskan komitmen Arsari Tambang untuk memimpin produksi solder ramah lingkungan di Asia Tenggara.
Pabrik solder STANIA dibangun di atas lahan seluas 6.500 m² dengan investasi awal Rp400 miliar dan kapasitas produksi awal 2.000 ton per tahun. Ke depannya, kapasitas ini akan ditingkatkan menjadi 16.000 ton per tahun untuk solder bar, wire, powder, dan paste dengan target omset mencapai Rp1,2 triliun per tahun.

Menurut Hashim S. Djojohadikusumo, Komisaris Utama Arsari Tambang, peresmian pabrik solder ini adalah wujud komitmen perusahaan mendukung hilirisasi nasional, transisi energi, dan keberlanjutan. Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik Energi Baru Terbarukan bersertifikat REC PLN dengan desain gedung hemat energi yang memaksimalkan cahaya alami.
Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menegaskan STANIA akan menjadi bagian penting ekosistem industri timah nasional. Kerja sama strategis telah dijalin melalui HoA dengan PT Freeport Indonesia untuk pasokan timbal dan perak, serta MoU dengan Volex, penyedia solusi konektivitas global, guna memperluas penetrasi ekspor solder Indonesia.

Pabrik PT STANIA berlokasi di Tunas Prima Industrial Estate (TPIE), kawasan industri seluas 100 hektar yang bersertifikasi Greenmark dan dikembangkan dengan pendekatan sustainability di setiap aspek operasionalnya. Proyek pembangunan pabrik solder ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun sejak prosesi groundbreaking pada Mei 2024. Kawasan Industri Tunas Prima dikelola oleh Tunas Group dengan infrastruktur lengkap, Lokasi strategis Batam sebagai free trade zone mendukung tujuan utama STANIA untuk ekspor ke pasar Taiwan, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Eropa, dan China.

Menurut Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau, investasi STANIA di Batam akan menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, turut mengapresiasi langkah strategis STANIA dan Tunas Prima sebagai kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam hilirisasi mineral nasional.
Dengan beroperasinya pabrik solder STANIA di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai hub industri berkelas dunia di Asia Tenggara. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pertumbuhan industri, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan kawasan industri berstandar global dapat berjalan beriringan untuk masa depan industri Indonesia.

12 Jul
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Tunas Prima
Batam, 9 Juli 2025 – Wakil Menteri Perindustrian H. Faisol Riza, S.S., M.A., dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, M.Sc., M.B.A., melakukan kunjungan kerja ke Tunas Prima Industrial Estate, Batam, pada Kamis (9/7). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan industri terdepan di Batam serta melakukan survei lapangan ke beberapa tenant yang telah bergabung dan segera memulai operasionalnya.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Chrispin Andereas selaku Head of Business Development Tunas Prima Industrial Estate menyampaikan presentasi singkat mengenai progres pembangunan kawasan, kesiapan infrastruktur utilitas, dan perkembangan tenant yang akan segera beroperasi di tahun ini. Beberapa di antaranya yaitu PT STGM Industri Manufaktur (Zhengte), PT Luxsan Precision Indonesia, dan PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA).

Chrispin menjelaskan bahwa Tunas Prima Industrial Estate berhasil menarik tenant dari berbagai jenis industri dengan nilai investasi yang menjanjikan, serta memiliki potensi penyerapan tenaga kerja mencapai ribuan orang. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan kawasan industri yang peduli terhadap lingkungan dengan standar internasional, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional dengan fasilitas yang memadai, lokasi strategis, serta dukungan penuh kepada tenant untuk berkembang,” ungkap Chrispin.
Pada kesempatan ini juga dilakukan sesi diskusi antara kedua wakil menteri bersama jajaran direksi Tunas Prima Industrial Estate mengenai berbagai dukungan yang dapat diberikan pemerintah untuk mendorong pengembangan industri di Batam, khususnya melalui kawasan industri Tunas Prima. Beberapa topik yang dibahas antara lain:
- Keunggulan Batam menjadi destinasi investasi utama, mulai dari lokasinya yang strategis terhadap distribusi dan logistik ke pasar global, kemudahan izin dan perizinan terpadu, status Batam sebagai Free Trade Zone, hingga tingginya demand pasar lokal Batam dan perusahaan manufaktur (B2B) terhadap produk-produk tenant Tunas Prima.
- Peluang penyerapan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri nasional yang lebih sehat dan mandiri.
- Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Batam yang pada Kuartal I 2025 telah mencapai Rp8,61 triliun, membuktikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi terbaik di Indonesia.

Usai diskusi, kedua wakil menteri beserta rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung pabrik dan fasilitas beberapa tenant di kawasan industri. Mereka mengamati progres pembangunan, kesiapan operasional mesin produksi, serta berdialog dengan pihak manajemen tenant mengenai kesiapan produksi dan rencana ekspansi bisnis ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perindustrian dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital memberikan apresiasi kepada Tunas Prima Industrial Estate beserta para investor yang telah bergabung, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung setiap investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan diberlakukannya Kebijakan Tarif Recicropal AS yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan industri global, termasuk Indonesia, menjadi tantangan bersama. Namun, Tunas Prima Industrial Estate optimis dan meyakini pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menciptakan iklim industri yang lebih kondusif, memperkuat daya saing nasional, dan memaksimalkan potensi Batam sebagai hub industri utama di Asia Tenggara.
Dengan keunggulan strategis dan kesiapan fasilitas kawasan, Tunas Prima mengundang para investor global untuk memilih Batam sebagai lokasi ekspansi bisnis, serta Tunas Prima Industrial Estate sebagai mitra kawasan industri terbaik dalam mengembangkan usaha dan menjangkau pasar nasional maupun internasional.

07 Jul
Tunas Prima Gelar Pelatihan Fire Drill Bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam
Batam, 5 Juli 2025 – Tunas Industrial telah sukses melaksanakan Pelatihan Fire Drill di Kawasan Industri Tunas Prima bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Security kawasan industri, karyawan office serta beberapa perwakilan tenant Tunas Industrial: PT STMG Industri Manufaktur (Zhengte), PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), PT Luxsan Precision Indonesia, PT Interfood Sukses Jasindo Batam, PT Sri Indah Aluminium, PT Istimewa Bangun Bersama, PT Istanindo Anugraha Mulia, PT Top Baker Indonesia, PT Duta Kalingga, PT Octagon Precision, PT Ancloz Engineering Services, PT Pundi Mas Berjaya, PT Global Packaging Indonesia, dan PT SP Manufacturing.
Pelatihan fire drill merupakan simulasi penanggulangan kebakaran yang bertujuan untuk melatih karyawan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari pengenalan alat pemadam api ringan (APAR), cara penggunaan alat pemadam api yang benar, hingga praktik evakuasi dan pemadaman api secara langsung.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Tim Pengamanan Terhadap Potensi Kebakaran

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tim pengamanan kawasan industri dalam mencegah dan menghadapi potensi kebakaran. Tim Security dibekali teori dasar kebakaran, praktik penggunaan APAR sesuai kelas api (Dry Powder dan CO₂ untuk klasifikasi A, B, C, D), cara penggunaan fire hydrant, serta pemakaian perlengkapan fire fighter suit seperti baju tahan panas dan helm pelindung. Selain itu, pelatihan mencakup simulasi pemadaman api, evakuasi korban, dan pengenalan peralatan pendukung lainnya, sehingga tim pengamanan dapat merespons dengan cepat, tepat, dan terorganisir saat terjadi keadaan darurat kebakaran.
Pelatihan Fire Drill juga meningkatkan kesadaran seluruh karyawan dan tenant akan risiko kebakaran dan pentingnya pencegahan, mengurangi kepanikan saat keadaan darurat, serta melatih evakuasi secara tepat. Dengan demikian, standar keselamatan kerja bersama pun semakin meningkat. Sinergi Tunas Industrial dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan kawasan industri. Serta memperkuat koordinasi guna menciptakan lingkungan kerja yang terjamin aman di seluruh Kawasan Industri Tunas Industrial.