
19 Jan
Prospek Industri Nikel Indonesia 2026
Dari Kendali Pasar ke Hilirisasi Nikel
Memasuki 2026, industri nikel Indonesia berada pada titik balik yang penting. Strategi berbasis skala dan volume yang selama ini dijalankan kini bergerak menuju pendekatan yang lebih matang—menekankan disiplin produksi, integrasi rantai nilai, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti dinamika permintaan global, tetapi semakin mengarahkan arah pasar itu sendiri. Perubahan ini didorong oleh penyesuaian kebijakan yang tegas: mengendalikan pasokan di hulu sekaligus mempercepat penguatan nilai di hilir, sehingga Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai pasok global baterai dan energi bersih.
1. Menata Ulang Pasokan: Dari Mengejar Volume ke Mengendalikan Pasar

Pada 2026, Indonesia berencana menurunkan produksi bijih nikel mentah dari sekitar 379 juta ton pada 2025 menjadi kurang lebih 250 juta ton. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelebihan pasokan global, menjaga stabilitas harga, dan menata ulang struktur industri. Dengan porsi produksi global yang sangat dominan, bahkan penerapan kebijakan secara bertahap pun sudah cukup untuk memengaruhi pasar internasional. Di sinilah pergeseran terjadi—Indonesia bergerak dari price taker menjadi market shaper.
2. Disiplin Harga di Tengah Dinamika Pasar

Pengendalian produksi diharapkan mampu menopang harga nikel setelah periode tekanan yang panjang. Meski demikian, tahun 2026 tetap akan diwarnai dinamika, seiring penegakan regulasi, tingkat kepatuhan pelaku usaha, serta perkembangan permintaan global. Dalam situasi seperti ini, daya saing tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar volume yang dihasilkan, melainkan oleh efisiensi biaya, kedalaman integrasi, dan posisi strategis dalam rantai nilai.
3. Hilirisasi sebagai Arah Utama

Lebih dari sekadar mengatur pasokan, fokus utama Indonesia kini adalah menangkap nilai tambah. Kebijakan nasional terus mendorong pengembangan produk nikel bernilai tinggi untuk industri baterai, antara lain:
- Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)
- Nikel sulfat
- Material prekursor katoda
Meskipun penggunaan baterai LFP semakin meluas, teknologi berbasis nikel tetap menjadi tulang punggung untuk kendaraan listrik jarak jauh dan sistem penyimpanan energi. Pertumbuhan permintaan EV hingga 2030 menjadi fondasi kuat bagi kebutuhan nikel jangka panjang. Artinya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah—Indonesia kini menjadi bagian dari ekosistem global EV, baterai, dan energi bersih.
4. Pengetatan Regulasi Mengubah Peta Persaingan

Pengetatan persetujuan RKAB, penguatan standar lingkungan—terutama untuk fasilitas HPAL—serta peningkatan standar kepatuhan mulai mengubah struktur biaya industri. Pelaku dengan efisiensi rendah menghadapi tekanan, sementara perusahaan yang terintegrasi dan patuh regulasi justru memperoleh keunggulan yang lebih berkelanjutan. Kondisi ini membuat arus investasi semakin selektif, mengarah ke lokasi yang mampu menekan risiko regulasi sekaligus menjaga efisiensi ekspor.
5. Batam sebagai Pusat Hilirisasi
Seiring semakin terkendalinya pasokan di hulu, fleksibilitas dan efisiensi di sisi hilir menjadi kunci. Dalam konteks ini, Batam muncul sebagai simpul strategis hilirisasi, tempat pengolahan, manufaktur komponen, dan aktivitas ekspor saling terhubung. Keunggulan Batam antara lain:
- Status Free Trade Zone (FTZ) dengan bea masuk 0%
- Kedekatan dengan ekosistem logistik, keuangan, dan sertifikasi Singapura
- Infrastruktur berorientasi ekspor dengan proses regulasi yang relatif efisien
Posisi ini diperkuat oleh keberadaan manufaktur berorientasi ekspor di sektor elektronik, energi, presisi, dan jasa industri—menunjukkan kesiapan Batam untuk menopang industri hilir bernilai tinggi.
6. Tunas Prima: Dari Strategi ke Kesiapan Industri
Di dalam ekosistem Batam, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) berperan sebagai platform yang menerjemahkan arah kebijakan nasional ke dalam kesiapan industri yang nyata.
Tunas Prima dirancang untuk mendukung manufaktur berteknologi tinggi dan industri energi melalui:
- Kawasan industri yang terencana dengan ketersediaan lahan yang dapat dikembangkan secara bertahap
- Infrastruktur yang mendukung operasional berstandar tinggi dan berorientasi ekspor
- Penerapan prinsip green industry dan keberlanjutan
Dengan keberadaan manufaktur internasional yang telah beroperasi—termasuk fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) pertama di Indonesia—Tunas Prima menunjukkan kesiapan operasional sebagai ekosistem industri yang mampu menampung dan mengembangkan industri hilir, termasuk investasi terkait nikel.
Penutup
Memasuki 2026, arah industri nikel Indonesia tidak lagi diukur dari besarnya produksi, melainkan dari kemampuan menyelesaikan nilai di hilir. Seiring pasokan hulu yang semakin terkelola, keunggulan kini ditentukan oleh kualitas eksekusi dan kedalaman integrasi industri. Batam menjadi simpul nilai berorientasi ekspor, dan Tunas Prima menghadirkan kesiapan industri untuk menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan rantai pasok global.

08 Des
Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025
Shanghai — 6 Desember 2025. Tunas Industrial kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekspansi industri global dengan berpartisipasi pada Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025, yang berlangsung pada 5–6 Desember di Primus Hotel Shanghai Hongqiao. Acara yang diselenggarakan oleh Shan Hai Map ini dihadiri lebih dari 4.500 perusahaan yang tengah mengeksplorasi ekspansi ke destinasi manufaktur dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Momentum Kuat Indonesia dalam Pergeseran Rantai Pasok Global
Summit ini menyoroti perubahan besar dalam rantai pasok global yang semakin mengarahkan investasi ke Asia Tenggara dan Afrika Utara sebagai pusat manufaktur baru. Indonesia tampil menonjol berkat stabilitas ekonomi, ketersediaan tenaga kerja kompetitif, ekosistem industri yang berkembang, serta infrastruktur yang terus meningkat.
Para pakar juga menyoroti sektor-sektor yang tengah tumbuh pesat—mulai dari energi hijau dan baterai, komponen kendaraan listrik, perangkat medis, pusat data, elektronik pintar, hingga industri kimia. Seluruh sektor ini memiliki keselarasan kuat dengan kapabilitas industri Tiongkok dan membuka peluang kolaborasi yang luas.
Analisis pemilihan lokasi investasi menunjukkan Indonesia, khususnya Batam, sebagai pilihan utama bagi perusahaan yang mencari basis operasi yang efisien, mudah dikembangkan, dan strategis. Kedekatan geografis dengan Singapura serta dukungan pemerintah menjadi nilai tambah besar bagi perusahaan Tiongkok yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara.
Diskusi forum juga menegaskan percepatan Indonesia menuju manufaktur bernilai tambah tinggi, terutama di ekosistem EV, energi terbarukan, elektronik, perangkat medis, dan infrastruktur digital. Kejelasan regulasi, peningkatan konektivitas industri, dan peluang infrastruktur berbasis KPBU semakin memperkuat optimisme investor terhadap Indonesia.
Dengan pertumbuhan ekonomi digital dan ritel yang terus meningkat, Indonesia semakin diakui sebagai salah satu pasar paling dinamis dan siap tumbuh di Asia.
Tunas Prima — Gerbang Strategis Investor Tiongkok
Sepanjang acara, Tunas Industrial membuka booth pameran yang memberikan wawasan langsung mengenai potensi pasar Batam dan peluang ekspansi ke Indonesia. Tim mempresentasikan Tunas Prima Industrial Estate, yang mengedepankan ekosistem industri hijau terintegrasi, fasilitas yang dapat dikembangkan secara fleksibel, serta infrastruktur modern untuk mendukung investasi asing.
Para pengunjung mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang posisi strategis Batam dalam Segitiga Emas Singapura–Malaysia–Batam, yang menawarkan konektivitas terbaik untuk manufaktur dan distribusi regional. Dengan insentif pemerintah serta utilitas yang andal, Tunas Prima menjadi katalis bagi manufaktur maju dan mitra tepercaya bagi perusahaan Tiongkok yang memasuki pasar Asia Tenggara.

29 Nov
Kunjungan Peserta TKMPN 2025 ke Kawasan Industri Tunas Prima
Batam, 28 November 2025 – Kawasan Industri Tunas Prima hari ini menerima kunjungan resmi peserta Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX 2025, sebuah rangkaian dari ajang tahunan nasional yang menjadi wadah bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia dalam memamerkan inovasi, peningkatan mutu, dan produktivitas.
TKMPN, yang telah berlangsung sejak 24–28 November 2025 di Batam, kembali mempercayakan kota ini sebagai tuan rumah untuk keempat kalinya. Tahun ini, acara hadir dengan tema “Membangun Daya Saing Bangsa Melalui Inovasi yang Produktif dan Berkelanjutan.” Peserta berasal dari berbagai sektor—mulai dari perusahaan multinasional, BUMN, swasta, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, layanan kesehatan, hingga organisasi nirlaba.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan industri, Kawasan Industri Tunas Prima dipilih sebagai salah satu destinasi strategis bagi peserta TKMPN untuk melihat langsung perkembangan ekosistem industri Kota Batam dan potensi kawasan ini dalam mendukung agenda nasional peningkatan produktivitas. Serta inovasi dalam penerapan konsep sustainability dalam pengembangan kawasan industri. Total 28 peserta menghadiri sesi diskusi dan presentasi on-site.
Inovasi & Tata Kelola Kawasan Industri Tunas Prima
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Industrial, memaparkan berbagai inisiatif strategis kawasan serta menjawab sejumlah pertanyaan terkait operasional, sustainability, dan kesiapan Tunas Prima menghadapi tantangan industri masa depan.
1. Pengelolaan Sampah
Peserta menyoroti isu pengelolaan sampah di Batam, mengingat produksi sampah kota telah mencapai 1.300 ton per hari (DLH Batam, 2023), sementara kapasitas TPA diproyeksikan hanya cukup hingga 2030. Untuk menjawab tantangan tersebut:
- Tunas Prima menjadi kawasan industri di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat.
- Program ini dibangun atas empat pilar: Inovasi teknologi, pemilahan dari sumbernya, sistem terpusat, dan konversi sampah menjadi nilai tambah.
- Pengelolaan limbah mengikuti pendekatan organik–anorganik–ekonomis, dimana 50% limbah didaur ulang dengan Materials Recovery Facility (MRF).
Inisiatif ini sejalan dengan grand design Pemerintah Kota Batam dalam pengelolaan sampah yang lebih ketat, modern, dan berkelanjutan.
2. Manajemen Air
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan air:
- Tunas Prima bekerja sama dengan SPAM Batam sebagai penyedia utama air bersih.
- Penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle dilakukan melalui:
- Penggunaan sanitary berstandar WELS 3 ticks
- Pembangunan Rainwater Harvesting Pond sebagai sumber air alternatif
- Pengelolaan air limbah melalui Wastewater Treatment Plant (WWTP) sebelum dilepas kembali ke lingkungan
3. Implementasi ISO
Tunas Prima saat ini berada dalam tahap audit implementasi ISO 9001 sebagai komitmen peningkatan mutu operasional kawasan.
4. Mobilitas & Transportasi Internal
Tunas Prima dirancang sebagai kawasan ramah pejalan kaki dengan jalur aman dan nyaman dalam radius 1 km dari main entrance menuju kantor atau warehouse di dalam kawasan. Ke depannya, pick-up point untuk taksi dan ojek online akan tersedia di halte depan kawasan. Pembatasan kendaraan diterapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
5. Inovasi & Green Infrastructure
Tunas Prima menjadi kawasan industri hijau pertama di Batam yang memperoleh Green Mark Provisional Certificate from BCA International, yang mendukung visi kawasan industri bebas karbon melalui:
- IoT-based Command Center untuk monitoring lingkungan
- Interconnected walkway & fasilitas sepeda
- Penggunaan tanaman drought-resistant
- Efisiensi energi dan pemanfaatan sumber daya
- Desain lanskap ramah lingkungan dan area ekspansi masa depan
Selain itu, keunggulan strategis Batam di Golden Triangle Singapura–Malaysia memperkuat posisi Tunas Prima sebagai hub industri global dan destinasi unggulan untuk supply chain modern.
Penutup
Kunjungan peserta TKMPN 2025 ini menegaskan peran Kawasan Industri Tunas Prima sebagai salah satu kawasan industri yang progresif, adaptif, dan berkomitmen pada inovasi berkelanjutan. Melalui tata kelola modern dan infrastruktur hijau, Tunas Prima terus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas dan produktivitas untuk mendorong daya saing Indonesia.

17 Nov
Panduan Registrasi Bisnis Indonesia untuk Investor Asing (Part 1)
Batam, 17 November 2025 — Memasuki Indonesia tanpa melakukan registrasi usaha yang benar ibarat membangun di atas pasir—tidak memiliki fondasi hukum yang kokoh. Dalam hukum Indonesia, setiap bisnis wajib terdaftar dan berizin melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai Peraturan Pemerintah No. 5/2021 tentang Perizinan Berbasis Risiko.
Dengan NIB, perusahaan memperoleh kapasitas hukum penuh: membuat kontrak, membuka rekening bank, mempekerjakan karyawan, melindungi kekayaan intelektual, hingga mengakses pengadilan Indonesia. Bagi investor asing, ini berarti perlindungan sekaligus kredibilitas pasar—terutama di kawasan yang menjadikan kepastian regulasi sebagai faktor utama. Tren global seperti strategi China+1, restrukturisasi rantai pasok, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi ASEAN semakin mendorong perusahaan mencari basis operasi yang stabil di Asia Tenggara, dan Indonesia muncul sebagai salah satu tujuan utama.
OSS RBA: Sistem Perizinan Modern Indonesia
Reformasi perizinan melalui Online Single Submission – Risk-Based Approach (OSS RBA) telah meningkatkan kemudahan berusaha secara signifikan. Sistem ini menyesuaikan persyaratan berdasarkan tingkat risiko dan mempercepat pendirian perusahaan dari hampir 50 hari menjadi sekitar 14 hari. Bagi bisnis internasional, modernisasi ini menghadirkan alur masuk yang lebih pasti, daftar persyaratan yang transparan, dan satu platform digital terpusat.
PT PMA: Struktur Utama untuk Investor Asing
Bagi investor asing, bentuk badan usaha terpenting adalah PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing)—yang memungkinkan kepemilikan asing hingga 100% pada sektor-sektor yang terbuka dalam Daftar Positif Investasi. Namun beberapa sektor tetap membatasi kepemilikan, sehingga memerlukan mitra lokal.
Perbandingan ringkas jenis badan usaha:
| Bentuk Usaha | Kepemilikan | Modal Minimum | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| PT PMA | Hingga 100% asing (tergantung sektor) | Investasi min. IDR 10 miliar per KBLI; modal disetor IDR 2,5 miliar | Industri menengah–besar |
| PT Lokal | 100% pemegang saham lokal | ± IDR 50 juta | UMKM domestik |
| Kantor Perwakilan (KPPA/KP3A) | 100% asing, tanpa aktivitas penjualan | Tidak ada | Riset pasar, liaison |
| Branch Office | Tidak berlaku | — | Tidak diterapkan di Indonesia |
Modal minimum menjadi faktor kunci: berdasarkan Peraturan BKPM No. 4/2021, setiap lini usaha PT PMA wajib memenuhi nilai investasi minimum. Banyak investor luput memperhitungkan hal ini, sehingga permohonan ditolak. Pemilihan struktur yang tepat sangat penting untuk memastikan kepatuhan dan skalabilitas.
Kesiapan Operasional: Modal, SDM, dan Kepatuhan
Setelah registrasi, perusahaan harus menyelesaikan verifikasi modal, dokumen tenaga kerja asing (RPTKA/izin kerja), serta mengurus izin sektoral. Pada 2023, 12% perusahaan asing gagal audit BKPM karena KBLI tidak sesuai atau izin sektoral tidak lengkap—menegaskan pentingnya perencanaan sejak awal.
Keunggulan Strategis Batam Dibanding Kota Lain di Indonesia
Jakarta, Surabaya, dan Medan memang pusat bisnis besar, tetapi Batam memiliki keunggulan unik: kombinasi Free Trade Zone dan kedekatan dengan Singapura—sesuatu yang tidak dimiliki kota Indonesia lainnya.
Keunggulan utama Batam:
-
Fasilitas FTZ bebas PPN dan bea masuk
-
Hanya 20 km dari Singapura, akses cepat ke rantai pasok global
-
Biaya operasional lebih rendah dibanding Jakarta dan Bali
-
Proses lahan dan infrastruktur lebih cepat melalui BP Batam
-
Basis kuat untuk manufaktur ekspor, elektronik, dan logistik
Hal ini menjadikan Batam salah satu gerbang masuk paling efisien bagi perusahaan asing yang mencari kombinasi efisiensi biaya dan konektivitas internasional.
Soft Landing Dimulai dari Mitra Kawasan Industri yang Tepat
Bagi investor asing yang berekspansi ke Indonesia—terutama di sektor manufaktur, logistik, dan teknologi—memilih kawasan industri yang tepat dapat mengurangi risiko dan mempercepat operasional.
Tunas Prima Industrial Estate di Batam menawarkan:
-
Lahan industri siap bangun dengan utilitas lengkap
-
Bantuan perizinan NIB, OSS RBA, dan pendirian PT PMA
-
Infrastruktur terpadu: jalan, jaringan listrik, IPAL
-
Lokasi strategis dekat koridor perdagangan Singapura
-
Ekosistem yang mendukung kebutuhan tenant multinasional
Seiring pergeseran rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi ASEAN, Batam menawarkan insentif—dan Tunas Industrial memberikan dukungan eksekusi—untuk membantu bisnis Anda masuk ke Indonesia dengan percaya diri.

27 Okt
Tunas Prima Industrial Sustainable Waste Management
Mengubah Sampah Menjadi Nilai: Pendekatan Terpadu Tunas Prima dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Tantangan Sampah yang Mendesak
Krisis sampah menjadi isu global yang kian mengkhawatirkan. PBB memperkirakan tanpa aksi cepat, volume sampah plastik dapat nyaris tiga kali lipat pada 2060, berdampak pada iklim, ekosistem, hingga kesehatan manusia (UNEP, 2023). Di Indonesia, kondisi ini terlihat jelas. Dengan produksi 69,9 juta ton sampah per tahun, hanya sekitar 10% yang terkelola dengan baik, sementara sebagian besar masih mencemari sungai dan laut (Ecoton, 2023).
Permasalahan Sampah di Batam
Sebagai kawasan industri yang berkembang pesat, Batam menghasilkan 1.200–1.300 ton sampah setiap hari (DLH Batam, 2023). TPA Telaga Punggur semakin mendekati kapasitas maksimum dan diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga 2030 (KLHK, 2021). Pembatasan pembuangan sampah industri pun diberlakukan, menandakan perlunya solusi yang lebih kuat dari sektor swasta untuk menjaga Batam tetap bersih, kompetitif, dan layak huni.
Komitmen Tunas Group
Melalui Tunas Prima Industrial Estate, Tunas Group mengambil langkah proaktif membangun sistem pengelolaan sampah terpusat yang bertujuan mengurangi beban TPA, meningkatkan daur ulang, dan mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai. Program ini menerapkan empat pilar utama:
Inovasi Teknologi Pengelolaan Sampah
Evaluasi dan penerapan teknologi modern seperti: Daur ulang lanjutan, Waste-to-energy, Konversi termal (pyrolysis). Semua dipilih berdasarkan efisiensi, dampak lingkungan, dan kesesuaian dengan kawasan industri Batam.
Pemilahan dari Sumbernya
Seluruh karyawan dan tenant menerapkan pemilahan: Organik, Anorganik, Daur ulang, Limbah B3. Kebiasaan ini meningkatkan efektivitas proses lanjutan dan membangun budaya tanggung jawab lingkungan.
Sistem Terpusat untuk Kontrol Maksimal
Sampah dari seluruh area industri dikumpulkan ke dalam sistem terintegrasi, untuk memastikan:
-
Standar lingkungan yang seragam
-
Pemantauan dan penelusuran yang jelas
-
Pencegahan pembuangan ilegal atau bocor ke lingkungan
Ini mendukung peningkatan infrastruktur persampahan Batam secara menyeluruh.
Mengubah Sampah Menjadi Nilai Tambah
Melalui pendekatan ekonomi sirkular:
-
Sampah plastik dan biomassa dikonversi menjadi energi atau biochar
-
Residu sulit daur ulang dimanfaatkan untuk material konstruksi dan industri
Hasilnya: emisi berkurang, ketergantungan pada TPA menurun, dan nilai ekonomi baru tercipta.
Selaras dengan Regulasi Nasional
Program ini sepenuhnya mematuhi regulasi pemerintah, termasuk:
-
UU No. 18/2008 (Pengelolaan Sampah)
-
PP No. 101/2014 (Pengelolaan Limbah B3)
-
Permen LHK No. 75/2019 (Pengurangan Sampah oleh Produsen)
Tunas Prima menjadi kawasan industri pertama di Batam yang menginisiasi Industrial Waste Management terpusat sesuai arah kebijakan kota.
Menuju Masa Depan Batam yang Lebih Hijau
Dengan teknologi, kedisiplinan operasional, dan budaya keberlanjutan, Tunas Prima memastikan kemajuan industri tetap ramah lingkungan. Limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber nilai yang memperkuat Batam sebagai kawasan industri yang lebih bersih, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

09 Okt
Penerapan Geocell di Kawasan Industri Tunas Prima
Geocell: Solusi Cerdas Eco Friendly untuk Kawasan Industri Tunas Prima
Batam, 9 Oktober 2025 — Seiring pesatnya pertumbuhan sektor industri, kebutuhan akan infrastruktur yang kuat, efisien, dan berkelanjutan menjadi semakin penting. Kawasan industri modern harus mampu menahan aktivitas logistik berat sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan jangka panjang.
Di Tunas Prima Industrial Estate, salah satu kawasan industri unggulan di Batam, inovasi dimulai dari fondasi. Untuk memastikan kekuatan dan ketahanan infrastruktur, kami menerapkan teknologi perkuatan tanah Geocell — solusi rekayasa modern yang memadukan efisiensi, daya tahan, dan kepedulian lingkungan.

Apa Itu Geocell?
Geocell adalah sistem perkuatan tanah berbentuk tiga dimensi yang terbuat dari high-density polyethylene (HDPE). Secara visual, strukturnya menyerupai sarang lebah. Ketika dikembangkan dan diisi dengan tanah, kerikil, atau material agregat lainnya, Geocell membentuk lapisan dasar yang stabil dan mampu mendistribusikan beban secara merata, memperkuat tanah lunak, serta mencegah erosi dan kerusakan permukaan.
Awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer dan proyek teknik sipil, kini Geocell telah banyak digunakan dalam proyek infrastruktur di seluruh dunia. Keunggulannya terletak pada pemasangan yang cepat, efisiensi biaya, dan kemampuannya menghadapi kondisi tanah yang menantang.
Mengapa Geocell Penting bagi Kawasan Industri
Kawasan industri seperti Tunas Prima, yang melayani sektor manufaktur berat, logistik, dan pergudangan, membutuhkan infrastruktur yang dapat menahan beban besar secara berkelanjutan. Metode konvensional seperti pondasi beton dalam sering kali mahal dan kurang ramah lingkungan.
Geocell menawarkan alternatif yang lebih cerdas dan berkelanjutan dengan berbagai penerapan di Tunas Prima, antara lain:
-
Jalan logistik berat, mampu menahan beban kendaraan kontainer dan alat angkut industri.
-
Area pergudangan, untuk mengurangi penurunan tanah dan menjaga kestabilan lantai.
-
Sistem drainase dan lereng, guna mencegah erosi dan menjaga aliran air alami.
-
Zona lanskap alami dan area resapan air, untuk memperkuat kontur tanah tanpa merusak ekosistem.

Keunggulan Utama Geocell di Tunas Prima
Ramah Lingkungan
Geocell mengurangi penggunaan beton dan aspal, serta meminimalkan penggalian tanah dalam. Struktur permeabelnya memungkinkan air hujan terserap ke dalam tanah, membantu menjaga keseimbangan air tanah terutama di sekitar area kolam penampungan hujan kami.
Efisien Biaya dan Waktu
Dengan memanfaatkan material lokal dan kedalaman galian yang lebih dangkal, biaya material dan tenaga kerja dapat ditekan. Waktu konstruksi juga menjadi lebih singkat — hal penting bagi kawasan industri yang beroperasi dengan tenggat ketat.
Kuat Menahan Beban Berat
Struktur Geocell dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata, mencegah deformasi dan kerusakan jalan bahkan di bawah tekanan berat kendaraan kontainer dan mesin industri.
Tahan Lama dan Minim Perawatan
Kestabilan permukaan yang dihasilkan Geocell membuat jalan dan platform lebih awet, mengurangi risiko kerusakan, serta menekan biaya perawatan jangka panjang.

Integrasi Geocell dalam Masterplan Tunas Prima
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Tunas Prima mengintegrasikan Geocell di berbagai infrastruktur utama:
-
Zona resapan air dan kolam penampungan, untuk memperkuat struktur tanah sekaligus meningkatkan penyerapan air.
-
Jaringan jalan dan area pengembangan baru, guna menciptakan pondasi yang lebih tangguh dan siap ekspansi.
Penerapan Geocell mencerminkan komitmen kami terhadap infrastruktur yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan—membangun kawasan industri yang berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan. Bagi Tunas Prima Industrial Estate, inovasi bukan sekadar adopsi teknologi baru, tetapi juga tentang mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi industri dan lingkungan. Penggunaan Geocell mendukung komitmen kami untuk menghadirkan pertumbuhan industri yang cerdas dan berkelanjutan.

15 Agu
Groundbreaking CLOU di Tunas Prima, Pabrik Indonesia Pertama
CLOU Mantapkan Investasi di Batam dengan Groundbreaking Ceremony Pabrik Energi Pintar, Perkuat Hilirisasi Industri dan Ekspor Indonesia ke Pasar Global
Batam, 14 Agustus 2025 – CLOU Electronics Co., Ltd., bagian dari Midea Group dan perusahaan teknologi energi global berbasis di Shenzhen, Tiongkok, hari ini menggelar Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini akan dioperasikan oleh PT Klou Teknologi Indonesia, dengan fokus pada packaging dan system integration untuk solusi Energy Storage System (ESS).
Dengan mengusung tema “Smarter Storage, Greener Future”, peresmian ini menandai langkah strategis CLOU dalam memperluas operasional global, memperkuat hilirisasi industri, serta mendekatkan layanan manufaktur ke pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan BP Batam, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan investasi energi bersih di Indonesia.
“Pabrik ini akan mendukung target bauran energi nasional, membuka lapangan kerja berbasis teknologi tinggi, serta memperluas peluang ekspor produk energi pintar Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Mendag Budi Santoso. Gubernur Kepulauan Riau menambahkan bahwa investasi ini sejalan dengan arah pengembangan Batam sebagai pusat industri hijau dan berdaya saing global.
Kilas Balik: Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony
Momentum groundbreaking hari ini melanjutkan rangkaian ekspansi CLOU di Batam, yang diawali dengan Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony pada 25 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden CLOU Aaron Li meresmikan pengoperasian awal fasilitas produksi tahap pertama di Gedung #15 Tunas Prima, serta memperkenalkan produk unggulan Aqua C2.5, sistem penyimpanan energi baterai berpendingin cair dengan efisiensi tinggi dan stabilitas jangka panjang.
Fasilitas awal ini telah dilengkapi lantai industri berstandar tinggi, sistem keselamatan terintegrasi, dan tata daya yang mendukung kapasitas produksi hingga 4 GWh per tahun, dengan target beroperasi penuh pada awal 2026.
Sinergi Menuju Ekspor dan Energi Hijau
Menurut Presiden Direktur Operasional & SDM PT Klou Teknologi Indonesia, Zhi Shuai, pabrik Batam akan menjadi pusat manufaktur utama Midea untuk kawasan Asia Tenggara. “Dilengkapi lini produksi canggih, fasilitas ini tidak hanya melayani pasar Indonesia, tetapi juga akan mengekspor ke ASEAN, Amerika Serikat, dan Eropa. Dengan demikian, kami berkontribusi memperkuat perdagangan regional sekaligus mendukung transisi energi terbarukan,” ujarnya.
Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa tren global energi bersih membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai dunia. “Investasi ini momentum penting untuk memperkuat daya saing produk baterai nasional. Pemerintah siap mendukung agar produk PT Klou Teknologi Indonesia mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.
Tunas Prima: Mitra Industri Berkelanjutan
Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Group, menyampaikan apresiasi atas kehadiran CLOU.
“Kami percaya CLOU akan menjadi motor penting pengembangan industri energi pintar di Batam. Tunas Prima siap menjadi mitra jangka panjang dalam ekspansi teknologi hijau ini,” ungkapnya.
Pabrik di Batam ini dirancang untuk mendukung perakitan sistem baterai skala besar dan integrasi solusi penyimpanan energi pintar, yang dibutuhkan oleh sektor industri, utilitas, dan pembangunan smart grid. Dengan kehadiran PT Klou Teknologi Indonesia, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, transfer teknologi, dan kontribusi terhadap ekosistem energi bersih nasional.
Industri energi terbarukan sendiri menunjukkan potensi besar di Indonesia, dengan dorongan pemerintah untuk mencapai 23% bauran energi dari sumber baru dan terbarukan (EBT) pada 2025. Teknologi penyimpanan energi seperti ESS (Energy Storage System) menjadi solusi kunci untuk mendukung stabilitas energi dari pembangkit surya dan angin, serta penerapan smart grid di kawasan urban dan industri. Di tengah dorongan besar terhadap kebutuhan energi terbarukan, Tunas Prima hadir sebagai kawasan industri berwawasan hijau, menyediakan fasilitas modern dengan pendekatan sustainability dan efisiensi energi.
Sebagai kawasan industri terpadu, Kawasan Industri Tunas Prima menawarkan lokasi strategis, infrastruktur modern, dan komitmen pada green industry. Kehadiran CLOU menjadi bukti nyata bahwa Tunas Prima adalah mitra ideal bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnis berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.

15 Jul
Grand Opening PT STANIA – Resmikan Pabrik Solder Pertama di Tunas Prima
BATAM, 10 Juli 2025 – PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, telah meresmikan pabrik solder pertamanya di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini menjadi tonggak penting mendukung agenda hilirisasi mineral nasional serta menegaskan komitmen Arsari Tambang untuk memimpin produksi solder ramah lingkungan di Asia Tenggara.
Pabrik solder STANIA dibangun di atas lahan seluas 6.500 m² dengan investasi awal Rp400 miliar dan kapasitas produksi awal 2.000 ton per tahun. Ke depannya, kapasitas ini akan ditingkatkan menjadi 16.000 ton per tahun untuk solder bar, wire, powder, dan paste dengan target omset mencapai Rp1,2 triliun per tahun.

Menurut Hashim S. Djojohadikusumo, Komisaris Utama Arsari Tambang, peresmian pabrik solder ini adalah wujud komitmen perusahaan mendukung hilirisasi nasional, transisi energi, dan keberlanjutan. Seluruh operasional pabrik menggunakan listrik Energi Baru Terbarukan bersertifikat REC PLN dengan desain gedung hemat energi yang memaksimalkan cahaya alami.
Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menegaskan STANIA akan menjadi bagian penting ekosistem industri timah nasional. Kerja sama strategis telah dijalin melalui HoA dengan PT Freeport Indonesia untuk pasokan timbal dan perak, serta MoU dengan Volex, penyedia solusi konektivitas global, guna memperluas penetrasi ekspor solder Indonesia.

Pabrik PT STANIA berlokasi di Tunas Prima Industrial Estate (TPIE), kawasan industri seluas 100 hektar yang bersertifikasi Greenmark dan dikembangkan dengan pendekatan sustainability di setiap aspek operasionalnya. Proyek pembangunan pabrik solder ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun sejak prosesi groundbreaking pada Mei 2024. Kawasan Industri Tunas Prima dikelola oleh Tunas Group dengan infrastruktur lengkap, Lokasi strategis Batam sebagai free trade zone mendukung tujuan utama STANIA untuk ekspor ke pasar Taiwan, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Eropa, dan China.

Menurut Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau, investasi STANIA di Batam akan menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, turut mengapresiasi langkah strategis STANIA dan Tunas Prima sebagai kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam hilirisasi mineral nasional.
Dengan beroperasinya pabrik solder STANIA di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam semakin menegaskan posisinya sebagai hub industri berkelas dunia di Asia Tenggara. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pertumbuhan industri, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan kawasan industri berstandar global dapat berjalan beriringan untuk masa depan industri Indonesia.

12 Jul
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Tunas Prima
Batam, 9 Juli 2025 – Wakil Menteri Perindustrian H. Faisol Riza, S.S., M.A., dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, M.Sc., M.B.A., melakukan kunjungan kerja ke Tunas Prima Industrial Estate, Batam, pada Kamis (9/7). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan industri terdepan di Batam serta melakukan survei lapangan ke beberapa tenant yang telah bergabung dan segera memulai operasionalnya.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Chrispin Andereas selaku Head of Business Development Tunas Prima Industrial Estate menyampaikan presentasi singkat mengenai progres pembangunan kawasan, kesiapan infrastruktur utilitas, dan perkembangan tenant yang akan segera beroperasi di tahun ini. Beberapa di antaranya yaitu PT STGM Industri Manufaktur (Zhengte), PT Luxsan Precision Indonesia, dan PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA).

Chrispin menjelaskan bahwa Tunas Prima Industrial Estate berhasil menarik tenant dari berbagai jenis industri dengan nilai investasi yang menjanjikan, serta memiliki potensi penyerapan tenaga kerja mencapai ribuan orang. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan kawasan industri yang peduli terhadap lingkungan dengan standar internasional, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional dengan fasilitas yang memadai, lokasi strategis, serta dukungan penuh kepada tenant untuk berkembang,” ungkap Chrispin.
Pada kesempatan ini juga dilakukan sesi diskusi antara kedua wakil menteri bersama jajaran direksi Tunas Prima Industrial Estate mengenai berbagai dukungan yang dapat diberikan pemerintah untuk mendorong pengembangan industri di Batam, khususnya melalui kawasan industri Tunas Prima. Beberapa topik yang dibahas antara lain:
- Keunggulan Batam menjadi destinasi investasi utama, mulai dari lokasinya yang strategis terhadap distribusi dan logistik ke pasar global, kemudahan izin dan perizinan terpadu, status Batam sebagai Free Trade Zone, hingga tingginya demand pasar lokal Batam dan perusahaan manufaktur (B2B) terhadap produk-produk tenant Tunas Prima.
- Peluang penyerapan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri nasional yang lebih sehat dan mandiri.
- Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Batam yang pada Kuartal I 2025 telah mencapai Rp8,61 triliun, membuktikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi terbaik di Indonesia.

Usai diskusi, kedua wakil menteri beserta rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung pabrik dan fasilitas beberapa tenant di kawasan industri. Mereka mengamati progres pembangunan, kesiapan operasional mesin produksi, serta berdialog dengan pihak manajemen tenant mengenai kesiapan produksi dan rencana ekspansi bisnis ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perindustrian dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital memberikan apresiasi kepada Tunas Prima Industrial Estate beserta para investor yang telah bergabung, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung setiap investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan diberlakukannya Kebijakan Tarif Recicropal AS yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan industri global, termasuk Indonesia, menjadi tantangan bersama. Namun, Tunas Prima Industrial Estate optimis dan meyakini pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menciptakan iklim industri yang lebih kondusif, memperkuat daya saing nasional, dan memaksimalkan potensi Batam sebagai hub industri utama di Asia Tenggara.
Dengan keunggulan strategis dan kesiapan fasilitas kawasan, Tunas Prima mengundang para investor global untuk memilih Batam sebagai lokasi ekspansi bisnis, serta Tunas Prima Industrial Estate sebagai mitra kawasan industri terbaik dalam mengembangkan usaha dan menjangkau pasar nasional maupun internasional.

07 Jul
Tunas Prima Gelar Pelatihan Fire Drill Bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam
Batam, 5 Juli 2025 – Tunas Industrial telah sukses melaksanakan Pelatihan Fire Drill di Kawasan Industri Tunas Prima bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Security kawasan industri, karyawan office serta beberapa perwakilan tenant Tunas Industrial: PT STMG Industri Manufaktur (Zhengte), PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), PT Luxsan Precision Indonesia, PT Interfood Sukses Jasindo Batam, PT Sri Indah Aluminium, PT Istimewa Bangun Bersama, PT Istanindo Anugraha Mulia, PT Top Baker Indonesia, PT Duta Kalingga, PT Octagon Precision, PT Ancloz Engineering Services, PT Pundi Mas Berjaya, PT Global Packaging Indonesia, dan PT SP Manufacturing.
Pelatihan fire drill merupakan simulasi penanggulangan kebakaran yang bertujuan untuk melatih karyawan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi teori dan praktik, mulai dari pengenalan alat pemadam api ringan (APAR), cara penggunaan alat pemadam api yang benar, hingga praktik evakuasi dan pemadaman api secara langsung.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Tim Pengamanan Terhadap Potensi Kebakaran

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tim pengamanan kawasan industri dalam mencegah dan menghadapi potensi kebakaran. Tim Security dibekali teori dasar kebakaran, praktik penggunaan APAR sesuai kelas api (Dry Powder dan CO₂ untuk klasifikasi A, B, C, D), cara penggunaan fire hydrant, serta pemakaian perlengkapan fire fighter suit seperti baju tahan panas dan helm pelindung. Selain itu, pelatihan mencakup simulasi pemadaman api, evakuasi korban, dan pengenalan peralatan pendukung lainnya, sehingga tim pengamanan dapat merespons dengan cepat, tepat, dan terorganisir saat terjadi keadaan darurat kebakaran.
Pelatihan Fire Drill juga meningkatkan kesadaran seluruh karyawan dan tenant akan risiko kebakaran dan pentingnya pencegahan, mengurangi kepanikan saat keadaan darurat, serta melatih evakuasi secara tepat. Dengan demikian, standar keselamatan kerja bersama pun semakin meningkat. Sinergi Tunas Industrial dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan kawasan industri. Serta memperkuat koordinasi guna menciptakan lingkungan kerja yang terjamin aman di seluruh Kawasan Industri Tunas Industrial.
- 1
- 2