From Our Gallery
Tunas Industrial Estate
  • Beranda
  • Proyek
    • Tunas Batam Center Industrial
    • Tunas Bitung Industrial Estate
    • Tunas Kabil Industrial Estate
    • Tunas Daan Mogot Bizpark
    • Tunas Daan Mogot Warehouse
    • Tunas Prima Industrial Estate
  • Blog
    • Berita
    • Artikel
  • Lokasi Kami
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Login
  • Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia
    • EnglishEnglish
    • 中文 (中国)中文 (中国)
Tunas Industrial Estate
  • Beranda
  • Proyek
    • Tunas Batam Center Industrial
    • Tunas Bitung Industrial Estate
    • Tunas Kabil Industrial Estate
    • Tunas Daan Mogot Bizpark
    • Tunas Daan Mogot Warehouse
    • Tunas Prima Industrial Estate
  • Blog
    • Berita
    • Artikel
  • Lokasi Kami
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Login
  • Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia
    • EnglishEnglish
    • 中文 (中国)中文 (中国)

23 Jan

By: administrator foreign investment, hilirisasi, investasi di batam, kawasan industri tunas prima Comments: Tidak ada komentar

Indonesia 2026: Pergeseran Agresif Menuju Hilirisasi

Arah Industri Indonesia 2026

Indonesia telah memasuki fase industri yang baru. Siklus regulasi 2024–2025 menandai pergeseran yang jelas dari sekadar arah kebijakan menuju penegakan yang nyata dan terukur. Perizinan kini lebih selektif, insentif semakin terarah, dan kepatuhan menjadi prasyarat utama. Pemerintah secara sadar menaikkan standar masuk untuk mempercepat transformasi dari ekonomi berbasis ekstraksi dan manufaktur bernilai rendah menuju industri bernilai tinggi, berbasis teknologi, dan berorientasi ekspor.

Bagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia menarik.
Pertanyaannya adalah di mana eksekusi paling dapat diandalkan.

Strategi nikel Indonesia kini secara tegas memprioritaskan hilirisasi. Izin pertambangan dikaitkan langsung dengan aktivitas pengolahan, sementara kebijakan nasional mendorong pengembangan material baterai, prekursor, dan rantai pasok kendaraan listrik (EV), bukan ekspor bahan mentah.

Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pusat global EV dan baterai, bukan sekadar pemasok komoditas. Investor yang berfokus pada pengolahan terintegrasi, teknologi HPAL, dan manufaktur baterai berada pada posisi struktural yang lebih unggul.


Energi Bersih Terbarukan: Net Zero Menjadi Variabel Biaya

Dengan pembatasan batu bara dan penerapan harga karbon, energi kini menjadi faktor operasional dan finansial. Pelaku industri membutuhkan pasokan energi terbarukan yang tersertifikasi untuk menjaga akses ekspor dan daya saing biaya.

Transisi energi Indonesia telah memasuki fase eksekusi dan monetisasi, mendorong permintaan terhadap energi terbarukan captive, penyimpanan energi, dan kawasan industri rendah karbon.

Indonesia tidak lagi bersaing sebagai basis manufaktur berbiaya rendah. Perizinan dan insentif kini memprioritaskan:

  • Manufaktur berteknologi tinggi

  • Otomatisasi dan Industry 4.0

  • Produksi rendah karbon dan siap ekspor

Arah ini mencerminkan realignment FDI menuju presisi dan kapabilitas, bukan sekadar keunggulan biaya tenaga kerja.


Infrastruktur Digital: Regulasi Mendorong Aset Fisik

Penegakan perlindungan data dan penetapan sektor prioritas mendorong investasi nyata pada data center, infrastruktur pintar, dan fasilitas digital yang patuh regulasi. Pertumbuhan digital di Indonesia kini membutuhkan aset fisik yang aman energi dan patuh hukum.


Batam Menjadi Platform Industri Strategis

Batam menggabungkan keselarasan regulasi, efisiensi logistik, dan akses regional. Batam adalah lokasi di mana pergeseran industri Indonesia sudah berjalan secara operasional, dengan keunggulan:

  • Kedekatan dengan Singapura dan jalur perdagangan internasional

  • Koridor industri dan pelabuhan yang matang

  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk industri bernilai tinggi

  • Potensi energi terbarukan dan konektivitas lintas negara

Batam berfungsi sebagai:

  • Hub hilirisasi untuk industri EV dan baterai

  • Gerbang energi hijau untuk pasar regional

  • Basis manufaktur berteknologi tinggi

  • Lokasi infrastruktur digital yang patuh regulasi nasional


Tunas Prima Industrial Estate: Dibangun untuk Eksekusi

Dalam lingkungan yang menekankan penegakan, kawasan industri harus memberikan lebih dari sekadar lahan.

Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) adalah kawasan industri hijau seluas 100 hektare, dikembangkan oleh Tunas Group dan berlokasi di Kabil, salah satu kawasan industri paling aktif di Batam. TPIE dirancang untuk mendukung manufaktur berorientasi ekspor dan berbasis teknologi dengan kepastian operasional jangka panjang.

Akses Strategis

  • Bandara Internasional Hang Nadim: 5 menit

  • Ferry Terminal Nongsapura: 10 menit

  • Ferry Terminal Batam Center: 15 menit

  • Pelabuhan Batu Ampar: 30 menit

Infrastruktur Operasional

  • Pasokan energi terbarukan 100% bekerja sama dengan PLN

  • Sistem pengelolaan air yang aman dengan sumber alternatif

  • Infrastruktur bersertifikasi Green Mark dan desain kawasan pintar

  • Jalan kawasan lebar dan utilitas stabil

  • Sistem keselamatan kebakaran terintegrasi dan layanan listrik premium


One Stop Business Solution for Manufacturing

TPIE menyediakan solusi industri terpadu:

  • Studi kelayakan dan perencanaan lokasi

  • Desain dan konstruksi fasilitas

  • Pengembangan built-to-suit

  • Standard Factory Buildings (SFB) dari 640 m² hingga 3.220 m²+

  • Penjualan lahan industri dan pengembangan khusus

Beragam tipe bangunan mendukung skala manufaktur, dari presisi hingga industri berskala besar. TPIE telah menjadi lokasi bagi perusahaan nasional dan internasional di sektor hilir dan teknologi, termasuk:

  • PT Solder Tin Andalan Indonesia
  • Haitai Solar
  • PT Luxsan Precision Indonesia (Luxshare ICT)
  • CLOU Midea Electronic
  • PT STGM Industri Manufaktur (Zhengte)
  • Professional Testing Services (PTS)
  • PT CEME Fluid Solutions
  • dan lainnya…

Pergeseran agresif Indonesia sudah berlangsung. Keunggulan akan diraih oleh investor yang memilih lokasi dan mitra yang tepat sejak awal. Batam menawarkan konektivitas, kepatuhan, dan akses regional. Tunas Prima Industrial Estate menghadirkan platform praktis dan terintegrasi untuk eksekusi industri. Bagi perusahaan yang berfokus pada operasi jangka panjang, kepastian regulasi, dan daya saing ekspor, TPIE siap mendukung fase pertumbuhan industri Indonesia berikutnya.

19 Jan

By: administrator foreign investment, hilirisasi, industri nikel, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Prospek Industri Nikel Indonesia 2026

Dari Kendali Pasar ke Hilirisasi Nikel

Memasuki 2026, industri nikel Indonesia berada pada titik balik yang penting. Strategi berbasis skala dan volume yang selama ini dijalankan kini bergerak menuju pendekatan yang lebih matang—menekankan disiplin produksi, integrasi rantai nilai, dan penciptaan nilai jangka panjang. Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti dinamika permintaan global, tetapi semakin mengarahkan arah pasar itu sendiri. Perubahan ini didorong oleh penyesuaian kebijakan yang tegas: mengendalikan pasokan di hulu sekaligus mempercepat penguatan nilai di hilir, sehingga Indonesia menempati posisi strategis dalam rantai pasok global baterai dan energi bersih.

1. Menata Ulang Pasokan: Dari Mengejar Volume ke Mengendalikan Pasar

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Pada 2026, Indonesia berencana menurunkan produksi bijih nikel mentah dari sekitar 379 juta ton pada 2025 menjadi kurang lebih 250 juta ton. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelebihan pasokan global, menjaga stabilitas harga, dan menata ulang struktur industri. Dengan porsi produksi global yang sangat dominan, bahkan penerapan kebijakan secara bertahap pun sudah cukup untuk memengaruhi pasar internasional. Di sinilah pergeseran terjadi—Indonesia bergerak dari price taker menjadi market shaper.

2. Disiplin Harga di Tengah Dinamika Pasar

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Pengendalian produksi diharapkan mampu menopang harga nikel setelah periode tekanan yang panjang. Meski demikian, tahun 2026 tetap akan diwarnai dinamika, seiring penegakan regulasi, tingkat kepatuhan pelaku usaha, serta perkembangan permintaan global. Dalam situasi seperti ini, daya saing tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar volume yang dihasilkan, melainkan oleh efisiensi biaya, kedalaman integrasi, dan posisi strategis dalam rantai nilai.

3. Hilirisasi sebagai Arah Utama

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Lebih dari sekadar mengatur pasokan, fokus utama Indonesia kini adalah menangkap nilai tambah. Kebijakan nasional terus mendorong pengembangan produk nikel bernilai tinggi untuk industri baterai, antara lain:

  • Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)
  • Nikel sulfat
  • Material prekursor katoda

Meskipun penggunaan baterai LFP semakin meluas, teknologi berbasis nikel tetap menjadi tulang punggung untuk kendaraan listrik jarak jauh dan sistem penyimpanan energi. Pertumbuhan permintaan EV hingga 2030 menjadi fondasi kuat bagi kebutuhan nikel jangka panjang. Artinya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah—Indonesia kini menjadi bagian dari ekosistem global EV, baterai, dan energi bersih.


4. Pengetatan Regulasi Mengubah Peta Persaingan

Nickel Industry Outlook Indonesia 2026
Nickel Industry Outlook Indonesia 2026

Pengetatan persetujuan RKAB, penguatan standar lingkungan—terutama untuk fasilitas HPAL—serta peningkatan standar kepatuhan mulai mengubah struktur biaya industri. Pelaku dengan efisiensi rendah menghadapi tekanan, sementara perusahaan yang terintegrasi dan patuh regulasi justru memperoleh keunggulan yang lebih berkelanjutan. Kondisi ini membuat arus investasi semakin selektif, mengarah ke lokasi yang mampu menekan risiko regulasi sekaligus menjaga efisiensi ekspor.

5. Batam sebagai Pusat Hilirisasi

Seiring semakin terkendalinya pasokan di hulu, fleksibilitas dan efisiensi di sisi hilir menjadi kunci. Dalam konteks ini, Batam muncul sebagai simpul strategis hilirisasi, tempat pengolahan, manufaktur komponen, dan aktivitas ekspor saling terhubung. Keunggulan Batam antara lain:

  • Status Free Trade Zone (FTZ) dengan bea masuk 0%
  • Kedekatan dengan ekosistem logistik, keuangan, dan sertifikasi Singapura
  • Infrastruktur berorientasi ekspor dengan proses regulasi yang relatif efisien

Posisi ini diperkuat oleh keberadaan manufaktur berorientasi ekspor di sektor elektronik, energi, presisi, dan jasa industri—menunjukkan kesiapan Batam untuk menopang industri hilir bernilai tinggi.

6. Tunas Prima: Dari Strategi ke Kesiapan Industri

Di dalam ekosistem Batam, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) berperan sebagai platform yang menerjemahkan arah kebijakan nasional ke dalam kesiapan industri yang nyata.

Tunas Prima dirancang untuk mendukung manufaktur berteknologi tinggi dan industri energi melalui:

  • Kawasan industri yang terencana dengan ketersediaan lahan yang dapat dikembangkan secara bertahap
  • Infrastruktur yang mendukung operasional berstandar tinggi dan berorientasi ekspor
  • Penerapan prinsip green industry dan keberlanjutan

Dengan keberadaan manufaktur internasional yang telah beroperasi—termasuk fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) pertama di Indonesia—Tunas Prima menunjukkan kesiapan operasional sebagai ekosistem industri yang mampu menampung dan mengembangkan industri hilir, termasuk investasi terkait nikel.

Penutup

Memasuki 2026, arah industri nikel Indonesia tidak lagi diukur dari besarnya produksi, melainkan dari kemampuan menyelesaikan nilai di hilir. Seiring pasokan hulu yang semakin terkelola, keunggulan kini ditentukan oleh kualitas eksekusi dan kedalaman integrasi industri. Batam menjadi simpul nilai berorientasi ekspor, dan Tunas Prima menghadirkan kesiapan industri untuk menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan rantai pasok global.

08 Des

By: administrator foreign investment, green energy, industri indonesia, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, southeast asia summit, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025

Shanghai — 6 Desember 2025. Tunas Industrial kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekspansi industri global dengan berpartisipasi pada Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025, yang berlangsung pada 5–6 Desember di Primus Hotel Shanghai Hongqiao. Acara yang diselenggarakan oleh Shan Hai Map ini dihadiri lebih dari 4.500 perusahaan yang tengah mengeksplorasi ekspansi ke destinasi manufaktur dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Momentum Kuat Indonesia dalam Pergeseran Rantai Pasok Global

Summit ini menyoroti perubahan besar dalam rantai pasok global yang semakin mengarahkan investasi ke Asia Tenggara dan Afrika Utara sebagai pusat manufaktur baru. Indonesia tampil menonjol berkat stabilitas ekonomi, ketersediaan tenaga kerja kompetitif, ekosistem industri yang berkembang, serta infrastruktur yang terus meningkat.

Para pakar juga menyoroti sektor-sektor yang tengah tumbuh pesat—mulai dari energi hijau dan baterai, komponen kendaraan listrik, perangkat medis, pusat data, elektronik pintar, hingga industri kimia. Seluruh sektor ini memiliki keselarasan kuat dengan kapabilitas industri Tiongkok dan membuka peluang kolaborasi yang luas.

Analisis pemilihan lokasi investasi menunjukkan Indonesia, khususnya Batam, sebagai pilihan utama bagi perusahaan yang mencari basis operasi yang efisien, mudah dikembangkan, dan strategis. Kedekatan geografis dengan Singapura serta dukungan pemerintah menjadi nilai tambah besar bagi perusahaan Tiongkok yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara.

Diskusi forum juga menegaskan percepatan Indonesia menuju manufaktur bernilai tambah tinggi, terutama di ekosistem EV, energi terbarukan, elektronik, perangkat medis, dan infrastruktur digital. Kejelasan regulasi, peningkatan konektivitas industri, dan peluang infrastruktur berbasis KPBU semakin memperkuat optimisme investor terhadap Indonesia.

Dengan pertumbuhan ekonomi digital dan ritel yang terus meningkat, Indonesia semakin diakui sebagai salah satu pasar paling dinamis dan siap tumbuh di Asia.

Tunas Prima — Gerbang Strategis Investor Tiongkok

Sepanjang acara, Tunas Industrial membuka booth pameran yang memberikan wawasan langsung mengenai potensi pasar Batam dan peluang ekspansi ke Indonesia. Tim mempresentasikan Tunas Prima Industrial Estate, yang mengedepankan ekosistem industri hijau terintegrasi, fasilitas yang dapat dikembangkan secara fleksibel, serta infrastruktur modern untuk mendukung investasi asing.

Para pengunjung mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang posisi strategis Batam dalam Segitiga Emas Singapura–Malaysia–Batam, yang menawarkan konektivitas terbaik untuk manufaktur dan distribusi regional. Dengan insentif pemerintah serta utilitas yang andal, Tunas Prima menjadi katalis bagi manufaktur maju dan mitra tepercaya bagi perusahaan Tiongkok yang memasuki pasar Asia Tenggara.

02 Des

By: administrator foreign investment, green energy, industri hijau, industri indonesia, investasi di batam Comments: Tidak ada komentar

Regulasi Industri Hijau dan Kemudahan Investasi di Indonesia

Pasca transisi menuju ekonomi hijau, Indonesia kini memperkuat fondasi hukumnya untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Berbagai reformasi strategis dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, insentif fiskal, dan jaminan kepastian hukum — menjadikan Indonesia destinasi utama bagi investasi manufaktur, energi, dan teknologi.

1. Omnibus Law & Kemudahan Perizinan Digital via OSS RBA

Melalui Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) dan sistem Online Single Submission – Risk-Based Approach (OSS RBA), pemerintah menghadirkan model perizinan yang cepat, transparan, dan sepenuhnya digital.
Investor kini dapat memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin operasional dalam hitungan hari, dengan penilaian berbasis tingkat risiko usaha. Kebijakan ini mempersingkat birokrasi dan memberikan kepastian bagi perusahaan asing yang ingin segera memulai operasi di Indonesia.

2. Insentif Fiskal: Tax Holiday & Tax Allowance

Untuk sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, semikonduktor, dan farmasi, pemerintah menawarkan tax holiday hingga 20 tahun serta tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak hingga 60% dari total investasi. Insentif ini bertujuan menarik perusahaan global yang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur dan ekspor di Asia Tenggara.

3. Kepastian Hukum atas Kepemilikan Lahan Industri Asing

Kepastian hukum menjadi aspek kunci bagi investor asing. Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, investor asing dijamin mendapatkan perlakuan yang sama dengan investor domestik, termasuk perlindungan hukum terhadap hak kepemilikan dan kegiatan usaha.

Investor asing tidak dapat memiliki tanah berstatus hak milik secara langsung, namun memiliki opsi legal melalui mekanisme PT Penanaman Modal Asing (PT PMA) — badan hukum Indonesia yang memungkinkan kepemilikan lahan industri melalui:

  • Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai untuk keperluan industri dan komersial.
  • Jangka waktu hingga 80 tahun, termasuk perpanjangan.
  • Perlindungan hukum penuh sesuai Pasal 6 dan 7 UU No. 25/2007 terhadap investor asing.

4. Insentif untuk Green & High-Tech Industries

Sejalan dengan arah kebijakan Net Zero Emission 2060, pemerintah memberikan prioritas tinggi bagi investasi di sektor energi hijau dan hi-tech. Melalui berbagai kebijakan seperti Green Investment Facility dan dukungan pembiayaan berstandar ESG, investor di bidang panel surya, baterai lithium, hydrogen hub, hingga digital industry berkelanjutan memperoleh kemudahan akses pendanaan dan fiskal.

Kawasan seperti Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) di Batam telah menyesuaikan tata kelola dan infrastrukturnya untuk mendukung target tersebut — dari sistem pengelolaan limbah industri terintegrasi hingga sertifikasi Green Mark Infrastructure. Hal ini menjadikan TPIE salah satu lokasi unggulan untuk ekspansi industri berkelanjutan dan teknologi tinggi di Indonesia.

5. Kolaborasi Bilateral Indonesia–Tiongkok: Manufaktur & Logistik

Kerja sama ekonomi Indonesia–Tiongkok terus meningkat, terutama di sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur logistik. Melalui Belt and Road Initiative (BRI) dan berbagai proyek joint venture, investor Tiongkok kini memanfaatkan Batam, Medan, Jakarta, Surabaya, Morowali, dan Kendal sebagai pusat produksi strategis di Asia Tenggara. Dengan jarak hanya 20 km dari Singapura dan berada di jalur pelayaran internasional, Batam menempati posisi strategis dalam koridor ekonomi maritim regional. Tunas Prima Industrial Estate siap menjadi jembatan baru kolaborasi kedua negara — menghubungkan kekuatan teknologi Tiongkok dengan potensi pasar dan sumber daya Indonesia.

Menuju Ekosistem Investasi yang Lebih Transparan dan Berkelanjutan

Dengan reformasi regulasi, insentif fiskal, dan infrastruktur yang semakin kuat, Indonesia memasuki era investasi baru yang pro-bisnis dan berorientasi keberlanjutan. Sinergi antara kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan komitmen energi hijau menempatkan Indonesia bukan sekadar pasar potensial, melainkan mitra strategis bagi investor global di Asia Tenggara.

20 Nov

By: administrator foreign investment, indonesia regulations, investasi di batam Comments: Tidak ada komentar

Panduan Registrasi Bisnis Indonesia untuk Investor Asing (Part 2)

Memilih Bentuk Badan Usaha yang Tepat di Indonesia

Menentukan bentuk badan usaha merupakan langkah strategis paling penting bagi investor asing yang ingin masuk ke Indonesia. Pilihan ini akan menentukan struktur kepemilikan, kewajiban pajak, kelayakan perizinan, hingga potensi pertumbuhan jangka panjang. Berdasarkan UU No. 40/2007 dan Omnibus Law (UU No. 11/2020), ketentuan terkait kepemilikan asing, modal, dan klasifikasi usaha harus diikuti secara ketat. Kesalahan dalam memilih badan usaha dapat berakibat pada penolakan izin, keterlambatan proses, hingga sanksi finansial. BKPM mencatat bahwa pada 2023, hampir 15% pemohon asing mengalami kendala karena memilih jenis entitas yang salah. Dengan kata lain, keputusan ini bukan sekadar formalitas—melainkan perlindungan terhadap investasi Anda.

PT PMA: Struktur Utama bagi Investor Asing

PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing) merupakan bentuk perusahaan standar untuk kepemilikan asing di Indonesia. Berdasarkan Daftar Positif Investasi (Perpres No. 10/2021), sebagian besar sektor mengizinkan kepemilikan asing hingga 100%, dengan pengecualian untuk industri strategis tertentu.

Persyaratan Utama

  • Total investasi minimum: Rp10 miliar per KBLI

  • Modal disetor: Minimum Rp2,5 miliar

  • Struktur perusahaan: Minimal 2 pemegang saham, 1 direktur, dan 1 komisaris

Kementerian Investasi melaporkan bahwa lebih dari 70% persetujuan FDI baru pada 2023 merupakan PT PMA. Di Batam, model ini semakin menarik karena berhak mendapatkan insentif pajak, fasilitas kepabeanan, dan keuntungan FTZ yang dikelola BP Batam.

Kantor Perwakilan: Opsi Masuk Pasar dengan Risiko Rendah

Bagi investor yang ingin memahami pasar, membangun jaringan, atau melakukan fungsi koordinasi tanpa kegiatan komersial, Kantor Perwakilan (KPPA/KP3A) menjadi opsi yang efisien dan berbiaya rendah.

Keunggulan

  • Kepemilikan asing 100%

  • Tanpa persyaratan modal

  • Perizinan lebih cepat melalui OSS RBA

Keterbatasan

  • Tidak dapat menghasilkan pendapatan

  • Tidak boleh menandatangani kontrak komersial

  • Masa berlaku maksimal 5 tahun, dapat diperpanjang

Sekitar 8% entitas asing masuk melalui kantor perwakilan setiap tahun, umumnya di sektor konsultansi, riset, dan dukungan perdagangan.

Perbandingan Entitas Usaha di Indonesia

Badan Usaha Kepemilikan Modal Kegiatan Ideal Untuk
PT PMA Hingga 100% asing Rp10 miliar investasi, Rp2,5 miliar modal disetor Operasional penuh, kontrak, pendapatan Investor asing menengah–besar
PT Lokal 100% lokal Mulai ±Rp50 juta Operasional penuh, tanpa kepemilikan asing UMKM domestik
Kantor Perwakilan 100% asing (non-komersial) Tidak ada Liaison, riset, promosi Uji pasar
Branch Office Tidak berlaku — — Tidak tersedia menurut hukum Indonesia

Perbandingan ini menegaskan bahwa PT PMA adalah pilihan terbaik bagi investor asing yang ingin beroperasi secara penuh dan jangka panjang di Indonesia.

Mengapa Pemilihan Badan Usaha Sangat Penting di Batam

Sebagai Free Trade Zone (FTZ) dan kawasan strategis dekat Singapura, Batam membutuhkan pemilihan entitas yang tepat sejak awal. Wilayah ini menarik investasi sebesar USD 1,3 miliar pada 2023, didominasi oleh manufaktur, galangan kapal, logistik, dan elektronik.

Kesalahan memilih entitas dapat membuat investor kehilangan manfaat fiskal dan kepabeanan yang seharusnya tersedia dalam zona industri Batam.

Contoh Dampak

  • PT PMA di Batam dapat mengimpor bahan baku tanpa pajak, menggunakan fasilitas berikat, dan mengekspor produk tanpa PPN.

  • Kantor Perwakilan tidak berhak atas fasilitas ini karena tidak menjalankan aktivitas komersial.

Perbedaan ini memengaruhi profitabilitas secara langsung dan menjadikan pemilihan entitas sebagai keunggulan kompetitif.

Kepatuhan & Risiko: Persiapan yang Harus Dilakukan Investor

Setelah menentukan entitas yang tepat, kepatuhan berkelanjutan menjadi krusial. Investor harus mematuhi:

  • Ketentuan pajak di bawah Direktorat Jenderal Pajak

  • Aturan ketenagakerjaan ekspatriat (Permenaker No. 8/2021)

  • Perizinan lingkungan dan operasional sesuai sektor

  • Kesesuaian KBLI antara izin dan kegiatan aktual

Pada 2023, 12% PT PMA menerima peringatan karena ketidaksesuaian KBLI—risiko yang dapat dihindari dengan perencanaan yang tepat.

Langkah Strategis ke Depan

Untuk beroperasi secara optimal di Indonesia:

  1. Pilih entitas yang sesuai (PT PMA untuk sebagian besar investor asing).

  2. Ajukan NIB dan izin sektoral melalui OSS RBA.

  3. Manfaatkan insentif FTZ dan SEZ Batam bila relevan.

  4. Kelola kepatuhan secara konsisten melalui pelaporan yang tepat.

Dengan memperlakukan pemilihan entitas sebagai keputusan strategis, investor dapat mencapai stabilitas jangka panjang, mengoptimalkan insentif, dan memastikan operasi yang efisien di Indonesia.

17 Nov

By: administrator foreign investment, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Panduan Registrasi Bisnis Indonesia untuk Investor Asing (Part 1)

Batam, 17 November 2025 — Memasuki Indonesia tanpa melakukan registrasi usaha yang benar ibarat membangun di atas pasir—tidak memiliki fondasi hukum yang kokoh. Dalam hukum Indonesia, setiap bisnis wajib terdaftar dan berizin melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai Peraturan Pemerintah No. 5/2021 tentang Perizinan Berbasis Risiko.

Dengan NIB, perusahaan memperoleh kapasitas hukum penuh: membuat kontrak, membuka rekening bank, mempekerjakan karyawan, melindungi kekayaan intelektual, hingga mengakses pengadilan Indonesia. Bagi investor asing, ini berarti perlindungan sekaligus kredibilitas pasar—terutama di kawasan yang menjadikan kepastian regulasi sebagai faktor utama. Tren global seperti strategi China+1, restrukturisasi rantai pasok, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi ASEAN semakin mendorong perusahaan mencari basis operasi yang stabil di Asia Tenggara, dan Indonesia muncul sebagai salah satu tujuan utama.


OSS RBA: Sistem Perizinan Modern Indonesia

Reformasi perizinan melalui Online Single Submission – Risk-Based Approach (OSS RBA) telah meningkatkan kemudahan berusaha secara signifikan. Sistem ini menyesuaikan persyaratan berdasarkan tingkat risiko dan mempercepat pendirian perusahaan dari hampir 50 hari menjadi sekitar 14 hari. Bagi bisnis internasional, modernisasi ini menghadirkan alur masuk yang lebih pasti, daftar persyaratan yang transparan, dan satu platform digital terpusat.


PT PMA: Struktur Utama untuk Investor Asing

Bagi investor asing, bentuk badan usaha terpenting adalah PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing)—yang memungkinkan kepemilikan asing hingga 100% pada sektor-sektor yang terbuka dalam Daftar Positif Investasi. Namun beberapa sektor tetap membatasi kepemilikan, sehingga memerlukan mitra lokal.

Perbandingan ringkas jenis badan usaha:

Bentuk Usaha Kepemilikan Modal Minimum Cocok Untuk
PT PMA Hingga 100% asing (tergantung sektor) Investasi min. IDR 10 miliar per KBLI; modal disetor IDR 2,5 miliar Industri menengah–besar
PT Lokal 100% pemegang saham lokal ± IDR 50 juta UMKM domestik
Kantor Perwakilan (KPPA/KP3A) 100% asing, tanpa aktivitas penjualan Tidak ada Riset pasar, liaison
Branch Office Tidak berlaku — Tidak diterapkan di Indonesia

Modal minimum menjadi faktor kunci: berdasarkan Peraturan BKPM No. 4/2021, setiap lini usaha PT PMA wajib memenuhi nilai investasi minimum. Banyak investor luput memperhitungkan hal ini, sehingga permohonan ditolak. Pemilihan struktur yang tepat sangat penting untuk memastikan kepatuhan dan skalabilitas.


Kesiapan Operasional: Modal, SDM, dan Kepatuhan

Setelah registrasi, perusahaan harus menyelesaikan verifikasi modal, dokumen tenaga kerja asing (RPTKA/izin kerja), serta mengurus izin sektoral. Pada 2023, 12% perusahaan asing gagal audit BKPM karena KBLI tidak sesuai atau izin sektoral tidak lengkap—menegaskan pentingnya perencanaan sejak awal.


Keunggulan Strategis Batam Dibanding Kota Lain di Indonesia

Jakarta, Surabaya, dan Medan memang pusat bisnis besar, tetapi Batam memiliki keunggulan unik: kombinasi Free Trade Zone dan kedekatan dengan Singapura—sesuatu yang tidak dimiliki kota Indonesia lainnya.

Keunggulan utama Batam:

  • Fasilitas FTZ bebas PPN dan bea masuk

  • Hanya 20 km dari Singapura, akses cepat ke rantai pasok global

  • Biaya operasional lebih rendah dibanding Jakarta dan Bali

  • Proses lahan dan infrastruktur lebih cepat melalui BP Batam

  • Basis kuat untuk manufaktur ekspor, elektronik, dan logistik

Hal ini menjadikan Batam salah satu gerbang masuk paling efisien bagi perusahaan asing yang mencari kombinasi efisiensi biaya dan konektivitas internasional.


Soft Landing Dimulai dari Mitra Kawasan Industri yang Tepat

Bagi investor asing yang berekspansi ke Indonesia—terutama di sektor manufaktur, logistik, dan teknologi—memilih kawasan industri yang tepat dapat mengurangi risiko dan mempercepat operasional.

Tunas Prima Industrial Estate di Batam menawarkan:

  • Lahan industri siap bangun dengan utilitas lengkap

  • Bantuan perizinan NIB, OSS RBA, dan pendirian PT PMA

  • Infrastruktur terpadu: jalan, jaringan listrik, IPAL

  • Lokasi strategis dekat koridor perdagangan Singapura

  • Ekosistem yang mendukung kebutuhan tenant multinasional

Seiring pergeseran rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi ASEAN, Batam menawarkan insentif—dan Tunas Industrial memberikan dukungan eksekusi—untuk membantu bisnis Anda masuk ke Indonesia dengan percaya diri.

15 Agu

By: administrator battery, clou indonesia, foreign investment, green energy, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, midea group, news, smart energy, sustainability, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Groundbreaking CLOU di Tunas Prima, Pabrik Indonesia Pertama

CLOU Mantapkan Investasi di Batam dengan Groundbreaking Ceremony Pabrik Energi Pintar, Perkuat Hilirisasi Industri dan Ekspor Indonesia ke Pasar Global

Batam, 14 Agustus 2025 – CLOU Electronics Co., Ltd., bagian dari Midea Group dan perusahaan teknologi energi global berbasis di Shenzhen, Tiongkok, hari ini menggelar Groundbreaking Ceremony pembangunan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam. Pabrik ini akan dioperasikan oleh PT Klou Teknologi Indonesia, dengan fokus pada packaging dan system integration untuk solusi Energy Storage System (ESS).

Dengan mengusung tema “Smarter Storage, Greener Future”, peresmian ini menandai langkah strategis CLOU dalam memperluas operasional global, memperkuat hilirisasi industri, serta mendekatkan layanan manufaktur ke pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan BP Batam, yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan investasi energi bersih di Indonesia.

“Pabrik ini akan mendukung target bauran energi nasional, membuka lapangan kerja berbasis teknologi tinggi, serta memperluas peluang ekspor produk energi pintar Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Mendag Budi Santoso. Gubernur Kepulauan Riau menambahkan bahwa investasi ini sejalan dengan arah pengembangan Batam sebagai pusat industri hijau dan berdaya saing global.

Kilas Balik: Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony

Momentum groundbreaking hari ini melanjutkan rangkaian ekspansi CLOU di Batam, yang diawali dengan Factory Handover & Ribbon Cutting Ceremony pada 25 Juli 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden CLOU Aaron Li meresmikan pengoperasian awal fasilitas produksi tahap pertama di Gedung #15 Tunas Prima, serta memperkenalkan produk unggulan Aqua C2.5, sistem penyimpanan energi baterai berpendingin cair dengan efisiensi tinggi dan stabilitas jangka panjang.

Fasilitas awal ini telah dilengkapi lantai industri berstandar tinggi, sistem keselamatan terintegrasi, dan tata daya yang mendukung kapasitas produksi hingga 4 GWh per tahun, dengan target beroperasi penuh pada awal 2026.

Sinergi Menuju Ekspor dan Energi Hijau

Menurut Presiden Direktur Operasional & SDM PT Klou Teknologi Indonesia, Zhi Shuai, pabrik Batam akan menjadi pusat manufaktur utama Midea untuk kawasan Asia Tenggara. “Dilengkapi lini produksi canggih, fasilitas ini tidak hanya melayani pasar Indonesia, tetapi juga akan mengekspor ke ASEAN, Amerika Serikat, dan Eropa. Dengan demikian, kami berkontribusi memperkuat perdagangan regional sekaligus mendukung transisi energi terbarukan,” ujarnya.

Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa tren global energi bersih membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok baterai dunia. “Investasi ini momentum penting untuk memperkuat daya saing produk baterai nasional. Pemerintah siap mendukung agar produk PT Klou Teknologi Indonesia mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.

Tunas Prima: Mitra Industri Berkelanjutan

Chrispin Andereas, Head of Business Development Tunas Group, menyampaikan apresiasi atas kehadiran CLOU.

“Kami percaya CLOU akan menjadi motor penting pengembangan industri energi pintar di Batam. Tunas Prima siap menjadi mitra jangka panjang dalam ekspansi teknologi hijau ini,” ungkapnya.

Pabrik di Batam ini dirancang untuk mendukung perakitan sistem baterai skala besar dan integrasi solusi penyimpanan energi pintar, yang dibutuhkan oleh sektor industri, utilitas, dan pembangunan smart grid. Dengan kehadiran PT Klou Teknologi Indonesia, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, transfer teknologi, dan kontribusi terhadap ekosistem energi bersih nasional.

Industri energi terbarukan sendiri menunjukkan potensi besar di Indonesia, dengan dorongan pemerintah untuk mencapai 23% bauran energi dari sumber baru dan terbarukan (EBT) pada 2025. Teknologi penyimpanan energi seperti ESS (Energy Storage System) menjadi solusi kunci untuk mendukung stabilitas energi dari pembangkit surya dan angin, serta penerapan smart grid di kawasan urban dan industri. Di tengah dorongan besar terhadap kebutuhan energi terbarukan, Tunas Prima hadir sebagai kawasan industri berwawasan hijau, menyediakan fasilitas modern dengan pendekatan sustainability dan efisiensi energi.

Sebagai kawasan industri terpadu, Kawasan Industri Tunas Prima menawarkan lokasi strategis, infrastruktur modern, dan komitmen pada green industry. Kehadiran CLOU menjadi bukti nyata bahwa Tunas Prima adalah mitra ideal bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnis berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.

12 Jul

By: administrator foreign investment, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Tunas Prima

Batam, 9 Juli 2025 – Wakil Menteri Perindustrian H. Faisol Riza, S.S., M.A., dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, M.Sc., M.B.A., melakukan kunjungan kerja ke Tunas Prima Industrial Estate, Batam, pada Kamis (9/7). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan industri terdepan di Batam serta melakukan survei lapangan ke beberapa tenant yang telah bergabung dan segera memulai operasionalnya.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Chrispin Andereas selaku Head of Business Development Tunas Prima Industrial Estate menyampaikan presentasi singkat mengenai progres pembangunan kawasan, kesiapan infrastruktur utilitas, dan perkembangan tenant yang akan segera beroperasi di tahun ini. Beberapa di antaranya yaitu PT STGM Industri Manufaktur (Zhengte), PT Luxsan Precision Indonesia, dan PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA).

Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Kawasan Industri Tunas Prima Batam
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Kawasan Industri Tunas Prima Batam

Chrispin menjelaskan bahwa Tunas Prima Industrial Estate berhasil menarik tenant dari berbagai jenis industri dengan nilai investasi yang menjanjikan, serta memiliki potensi penyerapan tenaga kerja mencapai ribuan orang. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan kawasan industri yang peduli terhadap lingkungan dengan standar internasional, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal maupun  nasional dengan fasilitas yang memadai, lokasi strategis, serta dukungan penuh kepada tenant untuk berkembang,” ungkap Chrispin.

Pada kesempatan ini juga dilakukan sesi diskusi antara kedua wakil menteri bersama jajaran direksi Tunas Prima Industrial Estate mengenai berbagai dukungan yang dapat diberikan pemerintah untuk mendorong pengembangan industri di Batam, khususnya melalui kawasan industri Tunas Prima. Beberapa topik yang dibahas antara lain:

  • Keunggulan Batam menjadi destinasi investasi utama, mulai dari lokasinya yang strategis terhadap distribusi dan logistik ke pasar global, kemudahan izin dan perizinan terpadu, status Batam sebagai Free Trade Zone, hingga tingginya demand pasar lokal Batam dan perusahaan manufaktur (B2B) terhadap produk-produk tenant Tunas Prima.
  • Peluang penyerapan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri nasional yang lebih sehat dan mandiri.
  • Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Batam yang pada Kuartal I 2025 telah mencapai Rp8,61 triliun, membuktikan Batam sebagai salah satu destinasi investasi terbaik di Indonesia.
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Kawasan Industri Tunas Prima Batam
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Kawasan Industri Tunas Prima Batam

Usai diskusi, kedua wakil menteri beserta rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung pabrik dan fasilitas beberapa tenant di kawasan industri. Mereka mengamati progres pembangunan, kesiapan operasional mesin produksi, serta berdialog dengan pihak manajemen tenant mengenai kesiapan produksi dan rencana ekspansi bisnis ke depannya.

Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Kawasan Industri Tunas Prima Batam
Wamen Perindustrian dan Komdigi Apresiasi Perkembangan Kawasan Industri Tunas Prima Batam

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perindustrian dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital memberikan apresiasi kepada Tunas Prima Industrial Estate beserta para investor yang telah bergabung, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung setiap investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan diberlakukannya Kebijakan Tarif Recicropal AS yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan industri global, termasuk Indonesia, menjadi tantangan bersama. Namun, Tunas Prima Industrial Estate optimis dan meyakini pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menciptakan iklim industri yang lebih kondusif, memperkuat daya saing nasional, dan memaksimalkan potensi Batam sebagai hub industri utama di Asia Tenggara.

Dengan keunggulan strategis dan kesiapan fasilitas kawasan, Tunas Prima mengundang para investor global untuk memilih Batam sebagai lokasi ekspansi bisnis, serta Tunas Prima Industrial Estate sebagai mitra kawasan industri terbaik dalam mengembangkan usaha dan menjangkau pasar nasional maupun internasional.

16 Jun

By: administrator foreign investment, hilirisasi, industri indonesia, industri tambang, industri timah, investasi di batam, kawasan industri tunas prima, tunas prima industrial estate Comments: Tidak ada komentar

Tunas Industrial Paparkan Visi di Indonesia Critical Minerals Expo 2025

JAKARTA, 4 Juni 2025 — Dalam era percepatan adopsi teknologi hijau dan transformasi digital, permintaan akan mineral kritis, termasuk timah, terus meningkat secara signifikan. Timah menjadi komponen vital dalam industri elektronik, penyimpanan energi, kendaraan listrik, hingga infrastruktur pintar. Indonesia, sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, kini berada di posisi strategis untuk memainkan peran penting dalam rantai pasok global.

Industri timah Indonesia terus memainkan peran strategis dalam peta mineral kritis global, mendukung transisi dunia menuju ekonomi hijau dan digital. Permintaan global terhadap timah diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sebesar 2,5–3,0% hingga 2030 (International Tin Association, 2023), didorong oleh aplikasinya dalam soldering, baterai, energi terbarukan, dan semikonduktor.

Tunas Industrial Paparkan Visi di Indonesia Critical Minerals Expo 2025
Tunas Industrial Paparkan Visi di Indonesia Critical Minerals Expo 2025

Pada hari kedua Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICM) 2025, Chrispin Andereas selaku Head of Business Development Tunas Industrial berpartisipasi dalam diskusi panel bertema “The Role of Southeast Asia’s Tin Industry in The Belt and Road Initiative.” Chrispin menyoroti posisi strategis Batam—sebagai kawasan perdagangan bebas dengan ekosistem manufaktur elektronik yang mapan dan kedekatannya dengan wilayah penghasil timah Bangka—untuk mendukung hilirisasi timah ke dalam aplikasi bernilai tambah. Material berbasis timah kini semakin krusial dalam teknologi semikonduktor, perangkat keras AI, dan pusat data—dan Batam menjadi penghubung strategis antara sumber daya timah dan rantai pasok elektronik global.

Seiring meningkatnya peran mineral kritis dalam mendorong ekonomi hijau global, industri timah Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing. Sebagai kawasan industri terkemuka di Batam, kami terus berkomitmen untuk mendorong kemitraan strategis, kesiapan investasi, dan pertumbuhan berkelanjutan di sektor mineral kritis. Kehadiran kami di ICM 2025 mencerminkan dedikasi terhadap pembangunan yang bertanggung jawab dan kolaborasi regional yang mendukung industri timah Indonesia dan sektor terkait lainnya.

16 Jun

By: administrator foreign investment, industri indonesia, tunas industrial Comments: Tidak ada komentar

Partisipasi Tunas Industrial di International Industrial Week Indonesia 2025

JAKARTA, 8 Juni 2025 — Setelah era disrupsi yang menantang bagi supply chain global, Industri Indonesia terus bertransformasi menjadi pusat produksi regional bernilai tambah tinggi. Sektor seperti logistik, kemasan, dan pengolahan logam menjadi motor utama pertumbuhan, didorong oleh e-commerce, otomatisasi, dan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Perkembangan pesat industri indonesia ini dipamerkan dalam International Industrial Week Indonesia (IIW 2025) yang telah berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 4–7 Juni 2025. Tunas Industrial dengan bangga turut berpartisipasi dalam event ini, yang mempertemukan lebih dari 1.800 exhibitor dan 45.000 pembeli dari 14 sektor industri, seperti:

  • Logistic & Material Handling Equipment
  • Machine Tool & Metal Processing
  • Compressors
  • Food Processing & Packaging Machinery
  • Woodworking Machinery
  • Packaging & Printing Machinery
  • Plastic Machinery & Moulds
  • Welding Materials & Equipment
  • Power Transmission & Control Technology
  • Pumps & Valves
  • Labour Protection Appliances
  • Automotive Parts
  • Fasteners & Power Transmission
  • Agricultural Machinery

IIW 2025  membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, mengadopsi teknologi baru, dan menjalin kemitraan strategis. Partisipasi Tunas Industrial menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan mitra industri lokal maupun global.

Partisipasi Tunas Industrial di International Industrial Week Indonesia 2025
Partisipasi Tunas Industrial di International Industrial Week Indonesia 2025

Sebagai kawasan industri terdepan di Batam, Tunas Industrial memanfaatkan ajang ini untuk menyoroti posisi strategis Batam sebagai pusat industri masa depan Indonesia. Keunggulan Tunas Industrial meliputi:

  • Status Free Trade Zone dan KEK yang menawarkan insentif pajak dan proses bisnis yang lebih mudah.
  • Infrastruktur lengkap dan utilitas andal.
  • Tenaga kerja terampil dan adaptif.
  • Sektor teknologi canggih, mulai dari elektronik hingga energi terbarukan.
  • Lokasi strategis dekat Singapura dengan akses langsung ke jalur perdagangan global.

Kehadiran Tunas Industrial di IIW 2025 bukan sekadar pameran, melainkan komitmen nyata untuk mempercepat pertumbuhan industri di Batam. Kami mengundang para pemimpin industri, produsen, dan investor untuk berkolaborasi membangun masa depan industri yang berkelanjutan bersama Tunas Industrial. 

Untuk informasi kerjasama lebih lanjut, kunjungi www.tunasindustrial.com.

  • 1
  • 2
Pos-pos Terbaru
  • Tunas Industrial Berbagi Kebahagiaan Kecil Lewat Takjil Ramadhan
  • Indonesia 2026: Pergeseran Agresif Menuju Hilirisasi
  • Prospek Industri Nikel Indonesia 2026
  • Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025
  • Prospek Bisnis Industri Hijau Indonesia 2026
Komentar Terbaru
    Pos-pos Terbaru
    • Tunas Industrial Berbagi Kebahagiaan Kecil Lewat Takjil Ramadhan
    • Indonesia 2026: Pergeseran Agresif Menuju Hilirisasi
    • Prospek Industri Nikel Indonesia 2026
    • Partisipasi Tunas Industrial di Southeast Asia & North Africa Overseas Summit 2025
    • Prospek Bisnis Industri Hijau Indonesia 2026
    Arsip
    • Maret 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Mei 2024
    • Oktober 2023
    Kategori
    • Artikel
    • Berita
    Meta
    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org

    HEAD OFFICE

    • Kawasan Industri Tunas Bizpark Blok 10J Belian, Kec. Batam Kota, Batam Kepulauan Riau, Indonesia, 29444

    CONTACT

    • +62 778-471-818
    • +62 811-7711-818
    • [email protected] [email protected]
    Copyright © 2021 Tunas Industrial All rights reserved.