
02 Des
Prospek Bisnis Industri Hijau Indonesia 2026
Dari Kekuatan SDA Menuju Pusat Industri Hijau Asia
Memasuki tahun 2026, Indonesia berada pada titik transformasi penting. Setelah serangkaian reformasi di tahun 2025, ekspansi infrastruktur, serta meningkatnya arus investasi hijau, Indonesia sedang bergerak dari ekonomi berbasis sumber daya menuju pusat manufaktur berkelanjutan dan energi bersih di Asia.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan sumber daya strategis terbesar di dunia, menjadi pilar penting bagi industri energi bersih global:
- Nikel – komponen utama baterai kendaraan listrik
- Bauksit & Timah – bahan penting industri elektronik dan semikonduktor
- Kelapa Sawit – menopang biofuel dan rantai pasok pangan global
Kekuatan SDA ini menjadi landasan Indonesia untuk beralih dari komoditas mentah menuju produksi bernilai tambah tinggi.
Hilirisasi: Kunci Transformasi Industri Nasional
Agenda hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri. Kebijakan ini diperkuat oleh Omnibus Law dan sistem perizinan digital OSS RBA, yang mempermudah proses pendirian pabrik dan menarik investasi pada sektor manufaktur terintegrasi seperti baterai EV, komponen surya, dan bahan kimia industri. Untuk mempercepat modernisasi kapasitas industri, pemerintah mempermudah impor bahan baku dan mesin bagi sektor prioritas:
- Penurunan tarif tertentu
- Penyederhanaan dokumen impor
- Fasilitasi teknologi dan mesin berstandar internasional
Langkah ini memastikan industri Indonesia tetap kompetitif dan terhubung dengan rantai pasok global.
Pertumbuhan Pesat Logistik, Elektronik & Sektor Maritim
Pertumbuhan e-commerce, integrasi manufaktur regional, dan digitalisasi memicu lonjakan kebutuhan logistik. Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia tengah memasuki fase boom baru di sektor maritim & logistik, ditandai oleh:
- Pengembangan pelabuhan dan kawasan berikat
- Smart warehouse
- Pusat manufaktur elektronik yang dekat dengan jalur pelayaran internasional
Permintaan dari ASEAN dan Asia Timur turut memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi elektronik yang efisien dan strategis.
Batam: Gerbang Perdagangan dan Inovasi Regional
Dengan lokasi hanya 20 km dari Singapura, Batam terus berkembang menjadi hub inovasi yang menghubungkan manufaktur Indonesia dengan jaringan supply chain Asia Timur. Salah satu kawasan unggulannya, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE), menghadirkan infrastruktur hijau bersertifikasi, utilitas terintegrasi, dan fasilitas siap bangun — menjadikannya pilihan ideal untuk manufaktur ekspor dan logistik.
Tren Energi 2025–2026: Menggerakkan Babak Baru Industri Indonesia
Dua tahun ke depan, sektor energi akan menjadi penggerak utama transformasi industri:
- Dominasi Energi Terbarukan – PLTS dan tenaga angin makin kompetitif
- Teknologi Penyimpanan Energi – inovasi baterai, hidrogen, dan sistem grid
- Transportasi Elektrifikasi – 1 dari 4 kendaraan baru adalah EV
- Efisiensi Energi Industri – smart energy management menekan emisi dan biaya
- Hidrogen Hijau & CCS – peluang investasi generasi berikutnya
- AI & Digitalisasi Energi – meningkatkan prediksi dan efisiensi distribusi
- Microgrid & Rooftop Solar – memperkuat ketahanan energi lokal
- Modernisasi Infrastruktur Listrik – smart metering & grid upgrade
- Pembiayaan Hijau – green bond dan insentif pajak dorong pertumbuhan ESG
Memasuki 2026, transformasi industri dan transisi energi Indonesia semakin dipercepat. Dengan fondasi regulasi yang kuat, kebijakan yang stabil, dan kolaborasi regional yang kian erat, Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam ekonomi hijau Asia.
Bagi investor global, Indonesia bukan sekadar pasar berkembang, tetapi gerbang strategis menuju manufaktur dan energi berkelanjutan. Peran ini terlihat paling jelas di Batam, yang berada di jalur perdagangan internasional dan memiliki infrastruktur kelas dunia untuk operasi regional.
Di tengah ekosistem tersebut, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) hadir sebagai platform industri generasi baru— menggabungkan infrastruktur hijau, konektivitas logistik yang unggul, dan fasilitas siap bangun berbasis ESG. Dengan insentif investasi, kemudahan impor, hingga peluang masuk ke rantai pasok energi terbarukan dan teknologi tinggi, TPIE membantu investor mengubah peluang menjadi aksi — dan pertumbuhan menjadi keberlanjutan.

01 Des
Tren Renewable Energy Dorong Gelombang Investasi Baru di Indonesia
Transisi tahun 2025 menuju 2026 menjadi titik balik industri energi global. Dunia tengah bergerak cepat menuju masa depan rendah karbon, di mana energi terbarukan, teknologi baterai, dan kendaraan listrik menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi baru. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan kebijakan transisi energi yang semakin matang, kini muncul sebagai pemain kunci dalam peta energi hijau Asia — dan membuka peluang besar bagi investasi, terutama dari Tiongkok.
Transformasi Energi Global: Dari Krisis Iklim ke Revolusi Hijau
Tekanan krisis iklim, kebijakan net zero, dan inovasi teknologi mendorong perubahan arah pasar energi dunia. Laporan International Energy Agency (IEA) mencatat, lonjakan permintaan listrik dunia pada 2025 hampir sepenuhnya dipenuhi oleh energi rendah emisi, sehingga mencegah tambahan sekitar 2,6 miliar ton CO₂ per tahun. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan energi bersih, digitalisasi, dan regulasi hijau kini berada di garis depan kompetisi industri global.
Potensi Indonesia Menuju Ekonomi Hijau Bernilai Rp 8.824 Triliun
Indonesia memiliki visi besar menuju Net Zero Emission 2060, dengan strategi nasional yang tercantum dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN 2024). Dari total proyeksi 444 GW kapasitas pembangkit pada 2060, sebesar 73,6% atau 326 GW ditargetkan berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT). Potensi ini ditopang oleh kekayaan sumber daya:
- Matahari: potensi PLTS hingga 266 GW
- Angin: potensi PLTB hingga 73,5 GW
- Penyimpanan energi & baterai: 58 GW kapasitas energi cadangan
- Geotermal: terbesar kedua di dunia
- Bioetanol & hidrogen hijau: mendukung sektor industri dan transportasi
Dengan nilai ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp8.824 triliun pada 2060, Indonesia menjadi ladang investasi strategis untuk sektor energi bersih dan manufaktur berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Lewat Regulasi Ramah Investasi
Pemerintah memperkuat komitmen EBT melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah-langkah ini menegaskan arah Indonesia sebagai pusat manufaktur hijau Asia Tenggara:
- Feed-in Tariff untuk memastikan harga listrik terbarukan tetap kompetitif.
- Skema Power Wheeling yang memungkinkan penjualan listrik hijau antar pihak.
- Insentif fiskal & tax holiday bagi manufaktur energi terbarukan dan EV
- Subsidi EV, pembebasan pajak, serta dukungan pembangunan pabrik baterai, charging station, hingga industri daur ulang baterai.
- Dukungan perizinan cepat melalui sistem OSS RBA
Batam Sebagai Hub Strategis Industri Hijau Indonesia
Dalam konteks regional, Batam menempati posisi strategis di jalur perdagangan global, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, sebagai gerbang pasar ASEAN. Kota industri terdepan Indonesia ini tengah berkembang menjadi green industrial hub dengan dukungan infrastruktur handal dan kebijakan fiskal kompetitif.
Sebagai salah satu kawasan industri unggulan di Batam, Tunas Prima Industrial Estate (TPIE) hadir sebagai mitra pilihan bagi investor yang ingin berekspansi ke bisnis renewable energy dan green manufacturing.
Keunggulan Tunas Prima Industrial Estate
- Infrastruktur handal bersertifikasi Greenmark
- Sistem pengelolaan air & limbah industri terintegrasi berbasis ESG
- Akses dekat dan mudah ke bandara internasional, ferry terminal rute Batam-Singapore-Malaysia, dan pelabuhan barang/kargo
- Ketersediaan lahan industri dilengkapi fasilitas dan utilitas modern
Peluang Kolaborasi Indonesia–Tiongkok: Industri Energi Hijau Terintegrasi
Sebagai pemimpin global dalam teknologi baterai dan kendaraan listrik, Tiongkok memiliki peluang strategis untuk memperluas jaringan produksinya di Indonesia—pasar dengan potensi energi terbarukan yang besar dan komitmen kuat terhadap transisi hijau. Melalui kolaborasi investasi dan transfer teknologi, kedua negara dapat membangun rantai pasok regional yang terintegrasi, mencakup produksi baterai lithium, manufaktur EV, hingga sistem penyimpanan energi pintar.
Di tengah arus transisi energi nasional, Tunas Prima Industrial Estate menawarkan pintu masuk ideal bagi investor Tiongkok untuk menjangkau pasar ASEAN lewat pengembangan industri rendah karbon berbasis ESG, menggabungkan keberlanjutan dengan profitabilitas.

18 Nov
Partisipasi Tunas Industrial dalam Innovation Day Jakarta 2024 by Schneider Electric
Jakarta, 7 November 2024 – Tunas Industrial Estate (PT Tritunas Bangun Perkasa) turut berpartisipasi dalam acara “Innovation Day Jakarta 2024: Driving Sustainable Growth through Innovative Building and Industrial Solutions” yang diselenggarakan oleh Schneider Electric di Hotel Mulia, Jakarta. Keikutsertaan ini menunjukkan komitmen Tunas Industrial Estate sebagai kawasan industri yang mendukung pengelolaan energi hijau secara efisien. Selaras dengan upaya kawasan industri ini untuk mengurangi emisi karbon.
Komitmen Nyata pada Sustainability dan Industri Hijau
Schneider Electric menyoroti tantangan sektor industri dan bangunan yang menyumbang 70% emisi CO2 global dalam acara tahunan ini. Meski 98% pemimpin bisnis di Indonesia menetapkan target keberlanjutan, hanya 51% yang memiliki rencana aksi konkret. Melalui solusi digitalisasi, elektrifikasi, dan otomasi, Schneider Electric mendukung bisnis-bisnis di Indonesia dalam mencapai keberlanjutan industri.

Sebagai bagian dari inisiatif Impact Makers, Schneider Electric menandatangani MoU strategis dengan Tunas Industrial Estate dan INKINDO untuk pengembangan kompetensi kelistrikan dan efisiensi energi, serta bekerja sama dengan PT Starvo Global Energi dan PT Haleyora Power untuk membangun ekosistem kendaraan listrik. Khususnya penyediaan Layanan EV Charging dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Informasi lengkap seputar Tunas Industrial, hubungi contact person:
Muhammad Andika (Marketing Communication)
Phone Number: 0819-3365-4898
Email: [email protected]